Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Brandon Marah


__ADS_3

“Ayo pulang..!” ucap Desta, dan mereka pun pergi meninggalkan kediaman Sony.


Di sisi Sony..


“Della, apakah Cindy ada mengatakan sesuatu tentang Brandon?” tanya Sony.


“Hmm, tidak ada, dia sangat jarang bercerita padaku tentang pacarnya itu, memangnya ada apa ayah?” Della bertanya balik.


“Tuan muda sudah menyelidiki dalang pembakaran sepeda motor miliknya dan mengarah kepada Brandon” ucap Sony yang terlihat sangat cemas.


“Haha, dengan sifatnya yang seperti itu sih, aku tidak heran..!” jawab Della sambil menaikkan bahunya dan berbalik masuk ke dalam rumah.


“Haduh, kenapa aku membiarkan anakku berpacaran dengan orang seperti itu? Jika tuan muda tersinggung, habislah sudah..!” gumam Sony, dia masih sangat ketakutan jika Cindy dan Brandon benar-benar membuatnya marah, lalu Sony menyusul Della masuk ke dalam rumah.


Di sisi Desta..


Desta dan Jefrey pulang melalui jalan tercepat untuk tiba di apartemen milik Desta, dan mereka pun melewati jalan sepi yang sangat minim penerangan jalannya.

__ADS_1


“Tuan muda, sepertinya ada tikus di belakang” ucap Jefrey yang sedari tadi melihat ke arah kaca spion dan mengetahui bahwa ada yang mengikuti mereka dari belakang.


“Hehe, biarkan saja, jika memang mereka ingin mencari masalah, aku akan melayaninya” jawab Desta dengan senyuman liciknya yang bersantai dan bersandar di kursi mobil.


“Siap..!” Jefrey pun menganggukkan kepalanya dan tetap fokus menyetir.


Tak lama kemudian, mobil yang membuntuti mereka sedari tadi pun menyusul dari sebelah kanan dan sekarang berada persis di depan mobil Jefrey.


Mobil di depan mereka secara cepat memberlambat laju kendaraannya dan secara otomatis, Jefrey pun ikut mengerem hingga akhirnya mobilnya pun berhenti.


“Tunggu saja, aku ingin tahu siapa” ucap Desta, walaupun dia tahu itu pasti Brandon.


Tak lama kemudian, ada 2 orang yang turun dari mobil tersebut.


Seorang laki-laki dan seorang wanita, itu adalah Brandon dan Cindy.


“Tuh, benar ‘kan?” gumam Desta.

__ADS_1


Namun Brandon dan Cindy tidak turun sendirian, tak lama kemudian pintu belakang mobilnya terbuka semua dan keluarlah 3 orang berbadan besar dan benar-benar terlihat sangar.


“Jef, kau tunggu saja di dalam mobil..!” ucap Desta sambil membuka pintu mobil.


“Tapi tuan muda..” jawab Jefrey, dia tidak ingin membiarkan Desta melawan mereka sendirian meskipun dia tahu bahwa Desta bukanlah lawan yang seimbang untuk mereka.


“Kau meragukanku?” Desta menaikkan alis mata kanannya.


“Hehe, tidak mungkin tuan muda” Jefrey menjawab sambil tertawa kecil dan memegang popcorn dan minuman dingin yang entah dari mana dia dapatkan.


“Ya sudah, kalau begitu kau tetap di dalam mobil saja” ucap Desta lalu dia menutup pintu mobil dan berjalan mendekat ke arah Brandon dan yang lainnya.


“Hei bajingan..! Waktu itu kau sudah membuatku malu sampai-sampai aku ingin menyayat wajahku agar tidak dikenali orang-orang” ucap Brandon.


“Pengawalku yang sebelumnya memang sangatlah lemah..! Tapi mereka bertiga, jauh lebih kuat darinya, jadi, hari ini adalah hari sialmu, haha..!” Brandon tertawa dengan lantang dan diikuti Cindy yang ikut tertawa.


“Hei, aku kan tidak punya salah apa pun padamu..! Yang mencari masalah terlebih dahulu kan kau, kenapa sampai dendam begitu?” ucap Desta berpura-pura ketakutan tapi sangat terlihat aktingnya.

__ADS_1


__ADS_2