
Debby terkejut saat mendengar ucapan Desta, walaupun Debby tahu Desta orang kaya, tapi dia tidak mengerti bagaimana caranya membuat Herman berlutut untuk meminta maaf.
Dia hanya mengira bahwa Desta akan membeli sebagian besar saham perusahaan milik Herman atau apapun itu, tapi itu saja tidak akan cukup untuk membuat Herman berlutut meminta maaf, Desta harus mengambil alih seluruh aset milik Herman itu mungkin akan cukup membuatnya kehilangan kekuasaan untuk mengancam keluarganya.
Tapi itu juga tidak akan membuatnya berlutut karena dia pasti memiliki beberapa tabungan yang cukup untuk membuka sebuah usaha baru lagi.
"Kecuali..." Debby mulai memikirkan hal yang dianggapnya mustahil untuk dilakukan.
Lalu Desta menatap ke arah Desta dan menggelengkan kepalanya.
"Tidak mungkin dia bisa memblokir seluruh rekening bank Herman, bagaimana caranya dia melakukan itu" Debby termenung sejenak dan tidak sadar bahwa Desta telah memperhatikan sikapnya sedari tadi.
"Deb, Deb, Debby..!" panggil Desta yang melihat Debby termenung.
"Ah maaf, aku hanya sedang memikirkan sesuatu" jawab Debby.
"Apa memangnya?" tanya Desta.
__ADS_1
"Bagaimana caramu membuatnya berlutut dan meminta maaf?" Debby langsung saja menanyakan yang dipikirkannya.
"Haha, ternyata orang ini penasaran juga ya?" Desta menggoda Debby sambil mencubit pipinya.
"Nanti kau juga akan tahu" jawab Desta santai.
Herman melihat keberadaan Desta dalam rumah Debby dan langsung merasa berang.
"Hei gelandangan, akhirnya kau datang juga" Herman berjalan mendekati Desta, namun tak dihiraukan oleh Desta.
"Aku sedang berbicara denganmu, dasar sampah tidak berguna" Herman menarik kerah bajunya Desta disaat dia sedang menyeruput teh hangatnya.
"Oh maaf, aku tidak bisa menahan tertawa saat melihat wajah si bos keledai" Desta tertawa kecil.
Namun sikap Desta yang seperti itu tentu saja membuat mulut Retno dan Anna menganga.
Anna tidak percaya pacar anaknya malah akan membuat keluarganya dihancurkan oleh Herman.
__ADS_1
"Kurang ajar..! Oke kau sepertinya memang cari mati" Teriak Herman yang kemudian melambaikan tangannya ke arah mobil untuk memanggil pengawal yang telah disewanya.
"Oh tidak, aku tidak cari mati, aku sedang mencari jodoh" jawab Desta dengan senyuman yang menjengkelkan.
Karena sudah terlalu kesal, Herman memerintahkan pengawalnya untuk menghancurkan tempat tinggal Debby dimulai dari menghancurkan mobil Retno yang terparkir di halaman rumah.
"Trang.. Brak.. Bruk"
Pengawal Herman telah menghancurkan setengah dari badan mobil, dan suara yang dihasilkan dari tiap hantaman pipa besi itu sangat memilukan bagi Retno, itu adalah mobil kesayangannya, namun Retno tidak bisa berbuat apapun untuk menghentikannya.
"Herman, hentikan ini semua, kekacauan di restoran itu terjadi karena ulahmu sendiri, jangan menyalahkannya pada keluargaku ataupun Desta..!" ucap Debby yang berusaha menghentikan kegilaan Herman.
"Plak.." sebuah tamparan keras terdengar sangat nyaring, dan itu adalah tamparan ke wajah Debby yang membuatnya mimisan dan terjatuh di lantai.
Melihat itu, Desta tidak bisa menahan emosinya lagi dan langsung melangkah mendekati Herman.
"Sekarang lihat ulahmu..! Jangan salahkan aku karena.." tidak sempat menyelesaikan kata-katanya, nafas Herman terasa sangat sesak hingga dia kesulitan bernafas.
__ADS_1
Saat dia melihat ke bawah, sebuah tangan dengan pukulan telak yang dilayangkan mengenai ulu hatinya dan itu adalah pukulan dari tangan kanan Desta.