Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Pasukan Elang Hitam Dalam Masalah


__ADS_3

“Wah orang ini benar-benar cari mati rupanya”


“Ya benar, kenapa dia sama sekali tidak beranjak dari situ? Kalau aku, lebih baik mencium kakinya daripada harus kehilangan nyawaku”


“Mungkin karena dia terlalu takut hingga tidak bisa bergerak sedikitpun”


Saat Jefrey dan lainnya mulai berjalan ke arah kerumunan orang tersebut, Imam dan salah satu dari 5 orang yang menyerang Desta tadi, terlihat sangat kegirangan dengan senyuman licik di wajah mereka.


“Bocah, kali ini kau sudah tamat..! Padahal aku sudah memberikanmu kesempatan untuk menyelamatkan diri, tapi kau malah bersikap arogan seperti itu..!” cibir Imam karena melihat Desta yang masih duduk santai di sana.


Desta tetap tak memberikan respons sedikitpun dengan semua ucapan yang terlontar kepadanya, Desta hanya ingin melihat wajah Jefrey saat dia melihat siapa yang ingin dihajar olehnya.


“Minggir..! Siapa si brengsek yang tidak tahu malu dan sangat cari mati dengan memukuli anggota dari Elang Hitam kami?” Jefrey berteriak dengan gagah berani dan berjalan melalui kerumunan orang yang sudah menyingkir untuk memberikannya jalan.


“Eh hehe, tuan Jefrey, akhirnya anda sudah tiba di sini” pria tadi, langsung berjalan cepat menuju Jefrey yang muncul pertama kali dari dalam barisan orang-orang tersebut.


“Mmm, siapa si brengsek yang kau katakan tadi hah?” ucap Jefrey dengan nada yang sangat kesal.


“Tuan, aku adalah orang yang membayar kalian, dan dengan ini aku minta agar kalian menyelesaikan tugas yang aku minta dengan segera..! Karena seharusnya ini bukanlah hal yang sulit bagi kalian, apalagi dengan orang sebanyak ini” Imam berkata demikian karena memang dia yang menyewa anggota gangster Elang Hitam dengan bayaran 2 miliar rupiah.


“Kau tenang saja..! Tidak ada yang tidak bisa Elang Hitam selesaikan..! Lalu, mana si brengsek itu?” Jefrey melihat ke sekelilingnya, dan karena dia datang dari arah samping, pandangannya terhadap posisi Desta duduk pun terhalang oleh kerumunan orang yang ada di sana.


“Dia ada di sana tuan” ucap Imam sambil menunjuk ke arah sebuah kursi taman yang diduduki oleh Desta.


“Hmm, tidak perlu aku yang mengurusnya” Jefrey mengayunkan tangannya dan memberikan isyarat kepada beberapa orang di belakangnya untuk menghajar Desta.


“Baik..!” 8 orang yang menerima perintah dari Jefrey langsung menjawab dan berjalan menuju kursi taman tersebut.


Setelah mereka tiba di sana, tidak ada hal apapun yang terjadi, tidak ada suara pukulan ataupun teriakan karena dipukul.


Semua orang di posisi menghadap ke Desta pun terdiam karena melihat 8 orang tersebut terdiam tidak berani melangkah sedikitpun setelah melihat Desta.


“Ada apa? Kenapa kalian belum juga meng..” Jefrey berjalan ke arah Desta duduk dan ucapannya pun terhenti ketika dia melihat siapa yang duduk di kursi taman tersebut.


“Tu-tu-tuan muda?” ucap Jefrey dan langsung berlutut di hadapan Desta seperti seorang penjaga gerbang yang menghadap kepada seorang kaisar kerajaan dengan penuh ketakutan.


Sontak semua orang termasuk pria yang menyerang Desta pun terkejut dengan kejadian tersebut, mengapa salah satu pimpinan tertinggi gangster Elang Hitam terlihat ketakutan sampai-sampai berlutut tanpa berani menatap ke arah Desta sedikitpun.

__ADS_1


“A-apa yang sedang terjadi di sini? Imam, kenapa menjadi seperti ini?” tanya pria tersebut kepada Imam yang masih tercengang.


Imam menelan air ludahnya dan menjawab “Mana kutahu, kau kan anggotanya, seharusnya aku yang bertanya hal itu kepadamu..!”.


“Aku pun tidak tahu menahu soal ini, aku sama sekali tidak tahu siapa orang itu karena aku baru saja bergabung dengan Elang Hitam 2 hari yang lalu dan ini adalah tugas ke 3 ku” jawab pria tersebut dengan jujur dan juga kebingungan yang luar biasa.


“Mmm, apa kabar Jef?” Desta menjawab dengan tatapan yang sangat tajam.


“A-aku, apa yang tuan muda lakukan di sini? Jangan-jangan yang dimaksud si brengsek oleh anggotaku itu adalah tuan muda?” tanya Jefrey ketakutan yang membuat suaranya gemetaran.


“Hmm, entahlah, coba kau tanyakan saja pada orang yang bersembunyi dibalik pria itu” Desta menunjuk ke arah pria tadi, yang ada di belakang Imam.


Semua orang pun melihat ke arah Imam, dengan segera dia bergeser untuk menampilkan pria yang menyerang Desta tadi.


“Potas? Apa maksudmu dengan ini? Kau baru saja bergabung dan sudah membuat masalah sebesar ini untuk gangster Elang Hitam..!” teriak Jefrey kepada anak buahnya yang bernama Potas itu, lalu dia pun berdiri dan berjalan ke arahnya.


“Aku.. Aku.. Aku.. maafkan aku bos Jefrey..!” dia sangat ketakutan dan langsung bersujud saat didatangi oleh Jefrey yang sedang memegang sebuah pedang katana yang sudah dikeluarkan dari sarung pedang di tangan kanannya.


“Apa kau mengerti masalah yang sudah kau sebabkan? Apa kau tahu dengan siapa kau berhadapan dan apa kau tahu siapa orang yang duduk di kursi itu, hah?” Jefrey benar-benar marah kepada anak buahnya itu, hampir saja dia menebas Potas dengan katana jika tidak dihentikan oleh Desta.


“Cukup..! Aku tidak ingin ada darah kotor yang tumpah di taman kota ini karena aku akan mengajak Debby ke sini suatu saat nanti..!” Desta berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah Jefrey sambil meregangkan tangannya.


“Kurang ajar..! Jangan seenaknya kau bajingan..!” teriak Potas yang masih tidak terima karena dia tidak tahu untuk apa Jefrey marah besar kepadanya hanya karena Desta, dan Desta pun berhenti sejenak karena kagum dengan keteguhan Potas untuk menuntut penjelasan.


“Diam kau sampah tidak berguna..! Apa kau tidak menyadari posisimu saat ini?” teriak Jefrey yang kembali berlutut saat Desta berjalan ke arahnya.


“Bos Jefrey, aku benar-benar minta maaf atas perbuatanku, tapi aku benar-benar menginginkan jawaban dari Anda tentang siapa orang yang membuat Anda ketakutan seperti itu?” ucap Potas dengan wajah yang sangat serius.


“Ya, aku juga sangat penasaran dengan orang itu”


“Kenapa salah satu ketua gangster Elang Hitam bisa sangat ketakutan seperti itu?”


“Jangan-jangan dia adalah jenderal gangster?”


“Jenderal gangster?”


“Kau tahu? Jenderal gangster adalah pemimpin tertinggi dalam setiap organisasi gangster, karena jabatan itu menandakan keagungan dan kekuatan tertinggi bagi semua anggotanya”

__ADS_1


“Tapi jika memang dia seorang jenderal gangster, kenapa sampai ada anggotanya yang tidak mengetahui identitasnya?”


“Hmm, aku rasa kau benar juga”


Sekelompok orang mulai bergosip di barisan belakang dari kerumunan orang yang menyaksikan kejadian tersebut.


“Kau ini memang sangatlah bodoh..! Aku akan menjelaskannya dengan kedudukan, jadi, aku akan mengatakannya satu kali saja..!” ucap Jefrey dan Desta juga sangat tertarik untuk mendengarkan penjelasan dari Jefrey tentang dirinya.


“Jika kau adalah anggota dengan kedudukan paling rendah, maka jenderal gangster adalah pemimpin dengan kedudukan paling tinggi didalam sebuah gangster” ucap Jefrey.


“Kalau itu aku sudah tahu..! Aku hanya ingin tahu tentang si brengsek satu ini..!” ucap Potas dengan nada tinggi karena masih kesal.


“Aku belum selesai dengan ucapanku, diamlah..!” jawab Jefrey sambil menoleh dengan tatapan yang sangat tajam ke arah Potas.


“Ma-maafkan aku” Potas terdiam dan memelankan nada bicaranya.


“Baiklah, kalau begitu aku lanjutkan..! Kau ingin tahu tentang kedudukan orang yang berdiri di hadapanmu ini, ‘kan?” ucapan Jefrey membuat semua orang semakin penasaran dan mengerutkan alisnya.


“Mohon dijelaskan bos” jawab Potas.


“Dia adalah Desta, dan kedudukannya adalah 10 kali tinggi dari seorang jenderal gangster..!” dengan jawaban yang seperti itu, tentu saja membuat semua yang mendengarnya melompat karena terkejut.


Seorang jenderal gangster saja sudah sangat agung dan merupakan sebuah kedudukan yang sangat mustahil didapatkan bahkan oleh seorang pemimpin pasukan seperti Jefrey sekalipun, dan Desta berada 10 kali lebih tinggi dari seorang jenderal gangster, Potas benar-benar menempatkan gangster Elang Hitam dalam masalah yang sangat besar.


“Y-yang benar saja..! Mana ada orang yang seperti itu..!” Potas terduduk lemas setelah mendengarkan penjelasan dari Jefrey yang tidak mungkin bohong tersebut.


Imam hanya bisa membuka mulutnya lebar-lebar setelah mendengarnya, dia sama sekali tidak mengetahui identitas Desta yang sesungguhnya karena yang dia tahu bahwa Desta hanyalah seorang satpam rendahan di sebuah perusahaan saja.


“Sejak kapan dia menjadi seorang tuan muda dan bahkan sangat ditakuti oleh gangster Elang Hitam? Ini semua tidak masuk akal..!” Imam berusaha keras untuk menolak semua penjelasan Jefrey tapi dia gagal, karena salah satu pemimpin pasukan Elang Hitam tidak mungkin berbohong dan menjatuhkan harga diri organisasinya sendiri seperti ini.


“Satu hal lagi..! Jika dia mau, gangster Elang Hitam akan sangat mudah dimusnahkan olehnya hanya seperti sebuah kedipan mata..! Jadi, apa kau masih ingin melawannya, Potas?” teriak Jefrey dengan makian yang tertuju kepada Potas.


“Aku.. Aku.. Mohon ampuni nyawaku, aku sangat bodoh dan tidak mempunyai akal karena tidak menyadari kehadiran seagung itu di hadapanku..!” teriak Potas sambil bersujud di hadapan Jefrey dan Desta.


Tanpa disadarinya, Potas pun mengompol dan membasahi celananya hingga membuat semua kerumunan orang pun tertawa terbahak-bahak melihatnya.


“Haha, ini sangat lucu..! Jef, aku mau kau maafkan anak buahmu yang bodoh itu, tapi bukan berarti dia bebas dari hukuman..!” ucap Desta, dan dia berbalik dan berjalan menuju kursi taman tempat dia duduk sebelumnya.

__ADS_1


“Terima kasih tuan muda..! Terima kasih tuan muda..! Terima kasih tuan muda..!” teriak Potas berkali-kali sambil menangis hebat dengan ingus yang keluar dari kedua lubang hidungnya.


__ADS_2