Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Liburan Ke Malang Pt.2


__ADS_3

"Haha, ayahku juga pernah bilang seperti itu..! Ya sudah jangan buang waktu lagi, aku ingin segera bertemu calon mertuaku" ucap Desta yang segera berjalan menuju ke luar area perumahan untuk memesan taksi.


Mereka menunggu selama 20 menit, akhirnya taksi mereka tiba dan langsung berangkat menuju stasiun dengan tiba tepat jam 3 sore, 1 jam sebelum keberangkatan.


Setelah berdesak-desakan untuk mengonfirmasi tiket, akhirnya mereka naik ke dalam kereta menuju malang, perjalanan dengan kereta kelas ekonomi akan memakan waktu 16 jam, tapi karena mereka menaiki kereta kelas eksekutif, perjalanan pun hanya memakan waktu 9 jam.


Ini pertama kalinya Desta naik kereta sehingga dia terlihat sangat senang saat melihat ke luar jendela seperti anak kecil yang diajak untuk mengunjungi taman bermain.


"Oke, aku sudah puas, sekarang ceritakan apa yang terjadi" Desta duduk kembali dan menatap serius kepada Debby.


"Mmm.." Debby menganggukkan kepalanya dan menceritakan semuanya kepada Desta.


"Haha, memangnya dia bisa melakukan itu?" tanya Desta dengan ekspresi yang santai.

__ADS_1


"Ya karena sekarang dia adalah bos besar, jadi kurasa itu mungkin saja dilakukannya" jawab Debby.


"Deb, tenang saja, bagaimanapun aku akan memastikan dia tidak akan berani mengusik ataupun berhubungan dengan keluargamu lagi" ucap Desta dengan penuh keyakinan.


"Mmm, aku mempercayaimu" setelah semua yang dilewatinya, akhirnya Debby memilih untuk mempercayai Desta apapun yang terjadi, karena jika dia sudah berkata dengan percaya diri, dia pasti akan mewujudkannya.


3 jam berlalu..


Desta melihat ke arah Debby yang sedang tertidur pulas, lalu dia mengambil ponselnya untuk menghubungi Sebastian.


"Perusahaan itu dipimpin oleh Herman Diantoro, beberapa waktu lalu dia datang ke Jakarta untuk menyurvei lahan yang akan dijadikannya kantor cabang" jawab Sebastian.


"Apa lahan itu sudah berhasil dibelinya?" tanya Desta.

__ADS_1


"Belum ada nama kepemilikan yang sah atas nama Herman di sana, tapi sepertinya masih di ambang kesepakatan antara Herman dan pemilik tanah" Sebastian begitu banyak tahu karena dia memiliki seorang peretas handal yang selalu siap sedia 24 jam, jadi dia bisa mendapatkan informasi yang dia inginkan dan tidak pernah terdeteksi satu kalipun.


"Apakah masih bisa dibatalkan?" Desta ingin membunuh Herman secara perlahan yang dimulai dari membuat perusahaannya bangkrut.


"Aku bisa menghubungi pemilik tanah dan membelinya dari Herman dengan harga yang tidak mungkin bisa dia tolak" jawab Sebastian dengan yakin.


"Oke paman, aku akan mentransfer uangnya padamu ketika hal itu sudah berhasil dilakukan" ucap Desta, dia tidak ingin merepotkan Sebastian dengan menggunakan uangnya sendiri disetiap kegiatannya.


"Tuan muda, uang yang aku miliki sekarang adalah titipan dari tuan besar, jadi uang ini adalah uangmu juga tuan muda" Sebastian berkata dengan sangat hormat kepada Desta.


"Baiklah kalau begitu, paman..! Terima kasih banyak, paman selalu membantuku" Desta merasa sangat beruntung memiliki hal yang dia perlukan untuk menjalankan setiap rencananya.


"Ini adalah kehormatanku untuk melayanimu, tuan muda" jawab Sebastian, lalu panggilan telepon ditutup.

__ADS_1


"Herman, kali ini aku akan membuatmu jera..!" Desta memasang senyuman licik dan dia pun memutuskan untuk tidur sejenak.


__ADS_2