Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Kau Akan Naik Jabatan


__ADS_3

"Bersulang" semua orang mengucapkan serentak dan pesta pun dilanjutkan.


Di barisan meja utama hanya terdapat 5 meja dan semuanya merupakan meja VIP.


"Gilang, semoga kau berhasil menjalin kerjasama dengan Heir Group, aku dengar dari setiap perusahaan yang sudah lebih dulu bekerjasama, produktivitas mereka meningkat sangat pesat" ucap salah satu tamu di pesta itu.


"Terima kasih, aku harap perusahaanku nanti juga akan sukses seperti perusahaan lainnya" Gilang bersulang dengan tamu itu.


Gilang melihat sekeliling dan dia menemukan sesosok wanita yang dia sukai, itu adalah Debby, dia masih terlihat cantik di matanya sampai sekarang.


Namun senyumannya berubah kecut saat melihat Desta yang mendekati dan berlagak dekat dengannya.


"Bocah kampung, setelah sekian lama kau masih saja membuatku kesal..!" Gilang mengutuk dalam hati.


Dia semakin gusar saat melihat Desta mengacak-acak rambut Debby dan meraih tangannya.


"Apa mungkin mereka berdua sudah menikah sehingga bisa dekat seperti itu?" Gilang sangat penuh dengan pertanyaan di kepalanya saat ini, mengapa begini, mengapa begitu, semua hal tentang kedekatan antara Debby dan Desta.

__ADS_1


"Ah tidak mungkin..! kalau memang sudah menikah pasti aku mendapatkan kabar dari yang lainnya" Gilang menganggukkan kepalannya karena setuju dengan asumsinya itu.


"Sial, kenapa aku malah seperti orang bodoh, aku tanyakan saja langsung padanya" Gilang pun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekati Debby sambil membawa gelas yang berisi anggur putih.


"Debby..!" teriak Gilang memanggil dan membuat Debby menoleh ke arahnya.


"Kau masih terlihat cantik, apa kau datang sendirian ke sini?" tanya Gilang menyelidik.


"Ah terima kasih atas pujiannya, aku ke sini bersama Desta, kau masih ingat kan? Si gendut pendiam yang sekarang sudah menjadi si tampan banyak omong" Desta hanya tersenyum kecut saat diperkenalkan seperti itu.


"Ya begitulah, saat ini aku sedang mengajukan kontrak kerjasama dengan Heir Group, jika ini berhasil, perusahaanku akan mendapatkan keuntungan besar sebagai penyedia alat elektronik untuk mereka" ucap Gilang dengan bangga yang bermaksud membuat Debby terkesan.


"Hoo, bagaimana jika tidak berhasil?" Desta bertanya dengan menaikkan alisnya yang sebelah kanan.


"Jika tidak berhasil, perusahaanku akan jauh tertinggal dengan perusahaan pesaing yang mendapatkan kerjasama itu" jawab Gilang.


"Kalau begitu, semoga berhasil ya, Gilang" Debby memberikan semangat untuk Gilang.

__ADS_1


"Aku berkeliling dulu ya" ujar Desta berjalan menjauh dari Gilang, dia tidak tahan dengan obrolan itu, mungkin saja akan berujung pada meremehkannya karena hanya karyawan biasa, atau menyombongkan dirinya seperti Herman dan akhirnya pukul-pukulan lagi, sebelum semuanya terjadi, lebih baik dia menjauh.


"Eh? Kau tidak mau mengajakku berkeliling?" Debby cemberut dan kembali menggembungkan pipinya.


"Haha, ya sudah ayo sini" Desta mengulurkan tangannya dan berjalan ke arah Debby untuk mengacak-acak rambutnya dan membuatnya tersenyum.


"Nah begitu lebih baik, jadi tidak terlihat seperti balon lagi" ucap Desta menggoda Debby.


"Huh, biar saja seperti balon" jawab Debby memanyunkan bibirnya.


Mereka pun pergi berkeliling untuk menyantap hidangan yang tersedia.


Gilang dan Anton sangat terkejut melihat tingkah mereka, itu adalah sikap yang dilakukan oleh sepasang kekasih, bukan sepasang teman.


Gilang semakin membenci Desta karena dia telah merebut kesempatannya untuk mendapatkan Debby.


"Deb, aku meramalkan sebentar lagi kau akan naik jabatan" ucap Desta.

__ADS_1


__ADS_2