
Nicholas melihat ke arah Desta dan tersenyum seolah mengatakan kesalutan karena tidak terpancing emosi oleh Arman.
"Tuan Nicholas, terima kasih telah menyelamatkan restoranku" Robert merunduk memberikan hormat sebagai bentuk terima kasih.
"Haha, tidak perlu..! Lagipula jika restoran ini ditutup, di mana lagi aku harus makan makanan enak?" Nicholas kembali duduk dan melanjutkan kegiatan makannya.
"Ah kalau begitu silakan pesan sepuasnya tuan, hari ini aku yang traktir..!" karena terlalu senang, Robert sampai tidak peduli berapa uang yang harus dia keluarkan untuk mentraktir Nicholas.
"Tidak usah..! Aku akan membayarnya, aku tidak pernah mau ditraktir, namun jika kau masih tetap ingin mentraktir, lakukan saja pada pemuda ini" Nicholas menunjuk Desta karena.
"Ah, tidak usah repot-repot, aku juga sudah kenyang dan baru saja akan pergi" Desta tidak ingin menyusahkan Robert, jadi dia memutuskan untuk segera pergi walaupun sebenarnya dia masih lapar.
Desta melambaikan tangan dan segera melangkahkan kakinya keluar dari restoran untuk mencari makanan di pinggir jalan saja.
"Tagihanku akan kutransfer ke rekeningmu" Desta mengirimkan pesan singkat pada Robert dan segera memesan taksi online.
__ADS_1
Ya, baru beberapa minggu ini sudah berdiri sebuah perusahaan taksi yang melayani secara online, jadi Desta tidak akan repot-repot berjalan kaki hingga jauh hanya untuk mendapatkan taksi.
Tak butuh waktu lama, taksi pun sudah tiba di hadapannya dan dia segera naik, dia mengarahkan alamat ke apartemennya.
Tak lama kemudian ponselnya berdering, "Bagaimana harimu?" Desta menjawab panggilan dari Debby.
"Ya begitulah, cukup menyenangkan tapi.." Debby terhenti dan membuat Desta benar-benar penasaran.
"Tapi..?" tanya Desta penasaran.
"Teman wanitaku menyarankan untuk mengajakmu sekarang, karena ada 2 orang temanku saat ini yang menggodaku dan mereka tidak percaya kalau aku sudah punya pasangan." Debby memberitahunya agar Desta segera menjemputnya atau paling tidak dia bisa menemaninya hari ini karena dia merasa sangat risih dengan kedua temannya itu.
"Serius dong..! Aku membutuhkanmu saat ini, aku akan menunggu di mall Central Garden lantai 3 di dekat food court..!" Debby menggerutu dan langsung menutup panggilannya.
"Haha, dasar wanita, baiklah lagi pula sekarang masih jam 2 siang, sepertinya masih sempat jika aku bermain di mall sebentar" karena dia akan menjemput Debby, Desta berencana mengambil motornya terlebih dahulu untuk pergi ke Central Garden.
__ADS_1
20 menit kemudian dia pun tiba di apartemennya dan segera bergegas menuju parkiran untuk mengambil motornya.
"Hai tampan, kita akan bersenang-senang hari ini..!" Desta berbicara pada motornya seolah motor itu bisa mendengar.
Dia menyalakan mesin motornya dan memanaskan selama 5 menit lalu segera menarik gas penuh menuju Central Garden.
"Memangnya siapa yang berani menggoda Debby?" Desta penasaran dengan kedua temannya Debby tersebut.
"Ah, paling-paling juga temannya yang merasa kaya dan tampan, makanya dia berani menggodanya." Desta mengangkat bahunya dan segera bergegas.
Dia sengaja berpenampilan biasa saja agar tidak menarik perhatian orang banyak, tetapi di Jakarta ternyata sangat menilai dari penampilan luarnya, hal itu yang membuat Desta sulit untuk mencapai tujuannya.
Namun, pendiriannya untuk hidup tidak terlihat berlebihan masih tetap dipegangnya, walaupun dia sudah membeli motor mahal ini, dan dia menepuk dahinya saat mengingat itu.
20 menit kemudian dia sudah tiba di Central Garden, dan segera menuju parkiran lantai dasar.
__ADS_1
"Aku harus cepat, tuan putriku sedang digoda oleh serigala-serigala lapar" Desta tertawa terbahak-bahak membayangkan ekspresi Debby jika dia mendengarnya berkata seperti itu.
Dia bergegas naik lift menuju lantai 3 seperti yang diberitahu Debby.