
“Tuan, apakah ada masalah?” tanya seorang wanita yang melihat Febrianto seperti kesal dengan batas penarikan uang ini.
Febrianto sambil mendengus dingin menjawab “Hmm, aku sedang kesal karena bosku menunggu di dalam tapi mesin ini sangat menghambatku..!”.
“Oh maafkan aku tuan, aku akan menawarkan bantuan untuk jasa penarikan uang di dalam ruangan itu” ucap wanita tersebut sambil menunjuk sebuah ruangan yang berada di seberang tempat mereka berdiri saat ini.
“Apa kau bisa menarik 100 miliar sekaligus?” tanya Febrianto yang mulai mengharapkan bantuan dari wanita itu.
“Bisa tuan, karena maksimal penarikan kami adalah 10 triliun dalam satu kali penarikan” Febrianto pun mengangguk menyetujui tawaran dari wanita tersebut.
“Oh aku hampir lupa menjelaskannya, tuan..! Untuk satu kali penarikan akan dikenakan biaya sebesar 10 juta rupiah..! Biaya penarikannya sangat tinggi karena kami memang penyedia layanan penarikan uang lebih baik dari mesin ATM” ucap wanita tersebut sebelum mereka berjalan menuju ruangan yang ditunjuk tadi.
“Tidak masalah, tolong segera proses saja, bosku sudah terlalu lama menunggu..!” tanpa pikir panjang lagi, Febrianto langsung saja mengiyakan ucapan wanita tersebut.
“Baiklah, mohon ikut denganku” dan mereka berdua pun masuk ke dalam ruangan tersebut.
“Lama sekali Febrianto itu, memangnya tarik uang di mana sih dia?” Desta menggerutu karena waktu yang tersisa hanya 2 menit lagi untuk memasukkan uang taruhan di meja tersebut.
__ADS_1
Setelah selesai menarik uang, wanita itu pun memberikan setumpuk kertas yang bertuliskan angka seperti uang kepada Febrianto.
“Hei, apa ini? Kau mau menipu ya?” ucap Febrianto kesal karena dia merasa seperti ditipu.
“Tuan, apakah Anda tidak mengetahui kertas ini berfungsi sebagai apa?” tanya wanita tersebut.
“Mana kutahu, aku kan mintanya tarik uang bukan tarik kertas tidak jelas seperti ini..!” Febrianto mulai naik pitam karena wanita tersebut mengatakan hal yang tidak bisa dia mengerti.
“Tuan, fungsi kertas ini adalah sebagai uang taruhan yang akan Anda letakkan di meja taruhan yang ada di dalam setiap ruang VIP..! Kertas ini akan Anda masukkan ke dalam lubang yang akan membaca nominal taruhan Anda nantinya, lalu sistem akan mengumpulkan data nilai taruhan dari setiap meja yang ada di ruangan ini” jelas wanita tersebut dengan berkeringat dingin karena kerah bajunya yang ditarik oleh Febrianto.
“Lama sekali kau?” Desta akhirnya merasa lega setelah melihat Febrianto membawa setumpuk kertas taruhan, lalu dia mengambil beberapa lembar dari tangan Febrianto.
“Bos, aku akan menjelaskan fungsi kertas-kertas ini terlebih dahulu” ucap Febrianto dengan ekspresi yang seakan sudah mengetahui segala misteri yang ada di seluruh dunia ini.
“Sreet.. Sreet.. Sreet.. Sreet.. Sreet..” bunyi meja taruhan yang ada di depan mereka sedang menarik 5 lembar kertas taruhan yang masing-masing bernilai 1 miliar rupiah yang dimasukkan oleh Desta.
“Hah? Kau bilang apa tadi?” tanya Desta saat kembali menatap ke arah Febrianto yang wajahnya berubah cemberut.
__ADS_1
“Tidak ada, bos..!” Febrianto duduk dan meletakkan tumpukan kertas taruhan yang dipegangnya di atas meja kecil yang terletak di sebelah kursinya.
Febrianto ikut mengambil beberapa kertas taruhan dan memasukkannya ke dalam lubang yang ada di meja taruhan.
Saat menarik tangannya kembali, Febrianto menganggukkan kepalanya ketika melihat tulisan kecil di bawah lubang taruhan tersebut.
“Masukkan uang yang sudah dikonversi menjadi kertas teruhan di sini”.
“Kurang ajar..! Aku terlihat seperti orang bodoh saja di depan bos Desta..!” Febrianto mengutuk setiap tulisan kecil yang tidak terlihat dalam sekali lihat seperti tulisan-tulisan yang ada di atas meja taruhan tersebut.
Akhirnya waktu memasukkan uang taruhan pun berakhir dan pertarungan akan segera dimulai.
“Feb, kau bertaruh untuk yang mana? Baju hitam atau putih?” tanya Desta.
“Tentu saja aku memilih warna favoritku, bos..! Aku pilih warna putih..!” jawab Febrianto dengan sangat bangga.
“Kalau aku, warna hitam..!” ucap Desta dengan wajah yang sangat yakin.
__ADS_1