
Anna yang melihat hal itu tentu saja langsung mendatangi Desta dan langsung membentaknya.
“Desta, apa kau ingin membuat kami semua terbunuh?” ucap Anna dengan nada kesal, dan kemudian melihat ke arah Debby dan dia menjerit histeris.
“Ibu, ini aku Debby” Debby memasang wajah cemberut karena ibunya mengira dia hantu.
“Pfffff...” Desta menahan tertawanya hingga meneteskan air mata.
“Apanya yang lucu?” Anna dan Debby sama-sama berteriak kepada Desta.
“Haha, tidak ada, aku hanya senang melihat kalian berdua bercanda seperti itu” jawab Desta.
“Bu, Desta tidak berniat membuat keluarga kita dalam bahaya, justru dia membantu kita keluar dari masalah” Debby menjelaskan semua yang terjadi dan membuat Anna tercengang.
“A-apa benar kau yang melakukannya?” tanya Anna karena merasa tidak percaya.
__ADS_1
“Ah itu bukan aku yang melakukannya, aku hanya beruntung bisa dibantu oleh seseorang yang berhutang budi padaku” jawab Desta dengan menggunakan alasan yang sama seperti saat di pesta reuni teman sekolahnya.
Bagaimanapun itu terdengar sangat tidak masuk akal, tapi Anna memutuskan untuk percaya saja dengannya dan berterima kasih karena Desta sudah membantu keluarganya menghadapi Herman.
“Ah mobil kesayanganku..!” teriak Retno merengek di sebelah mobil sedannya yang dirusak oleh Harianto, dia merasa sangat kesal setiap kali mengingat wajah Herman.
Desta mendekati Retno dan berkata, “Paman, aku akan membelikanmu mobil baru, silakan pilih saja mobil yang sangat kau inginkan” Desta jongkok sambil memegang pundak Retno.
“Aku tidak ingin mobil baru, aku hanya ingin mobil ini, walaupun terlihat jelek tapi ini adalah peninggalan ayahku” ucap Retno sambil menggelengkan kepalanya.
“Oke, aku mohon bantuanmu” Retno mengangguk.
“Mmm...” jawab Desta sambil mengirimkan sebuah pesan singkat kepada teman Sebastian yang bekerja di sebuah bengkel modifikasi mobil.
Mereka pun segera membersihkan kekacauan yang masih tersisa.
__ADS_1
Setelah Selesai, Retno memanggil semua orang untuk berbicara tentang segala hal, mulai dari asal usul keluarga hingga jadwal pernikahan.
“Beneran nih paman? Apakah ini sudah dibicarakan dengan bibi dan Debby?” Desta melihat ke arah Anna, Debby untuk memastikan lagi agar dia tidak terlalu senang dulu.
“Mmm, kami sudah membicarakan ini semua dan semuanya setuju kau menikah dengan Debby” Jawab Retno.
Desta langsung mengepalkan tangannya dan merunduk untuk memberi hormat kepada Retno dan Anna, “Terima kasih atas restunya paman, bibi..!” Desta tetap memanggil mereka dengan sebutan paman dan bibi karena dia belum secara resmi menikah dengan Debby untuk memanggilnya dengan sebutan ayah dan ibu.
“Haha, sudahlah tidak usah formal seperti itu, kau akan menjadi bagian dari keluarga ini” ucap Retno sambil meminum segelas air dingin.
Tak lama kemudian, ponsel Desta berdering oleh panggilan masuk dari Sebastian dan Desta berjalan agak menjauh dari yang lain untuk menjawab teleponnya.
“Tuan muda, minggu depan adalah acara peresmian gedung Heir Group yang telah selesai dibangun, apakah anda bisa datang menghadirinya?” tanya Sebastian.
“Mmm, aku pasti datang, aku ingin melihat kemeriahannya” Desta berencana akan mendatangi acara itu bersama Debby, tapi dia tidak ingin merepotkan Debby karena dia baru saja akan menjabat sebagai ketua tim, pasti dia akan sangat sibuk nantinya, akhirnya dia akan pergi sendirian.
__ADS_1