Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Maaf ya, aku tidak sengaja


__ADS_3

“Haha, kalau aku iblis, lalu kau apa? Kau dengan sengaja menusuk Debby dengan pisau dan tidak bertanggung jawab dengan mencoba melarikan diri..! Kau bahkan tidak melihat ke belakang ketika kabur, apakah kau berhak mengatakan aku iblis?” ucap Desta yang sudah duduk di kursi kerjanya Yanto.


“Sudah aku katakan, itu bukan salahku, kau yang memaksaku mengeluarkan pisau dan Debby merebut paksa dariku, aku hanya ingin pisau itu kembali tapi dia melawan, dan akhirnya aku tidak sengaja menusuk perutnya, tapi itu juga salahmu..!” jawab Yanto yang masih berusaha membela diri.


“Ya kau ada benarnya juga, itu merupakan salahku juga” ucap Desta yang memejamkan matanya sejenak.


“Kau lihat? Bahkan kau sendiri mengakuinya bahwa itu adalah salahmu juga” teriak Yanto yang semakin histeris karena rasa sakit yang dialaminya semakin menjadi.


“Aku memang salah dengan bersikap biasa saja padamu aku kira kau akan pergi dengan sendirinya, padahal aku sudah berbaik hati dengan niat membiarkanmu pergi setelah memukulku, tapi aku benar-benar salah..! Seharusnya aku menghabisimu saat itu juga..!” jawab Desta yang kemudian membuka matanya dan melihat ke arah Yanto dengan tatapan yang sangat tajam.


Desta mengambil ponselnya dan menghubungi orang-orangnya yang menunggu di depan pagar, “Masuklah, dan temukan barang berharga di dalam rumah ini dan hancurkan rekaman CCTV yang tersimpan” ucap Desta, dan mereka semua pun masuk dengan membuka paksa pagar besi tersebut.

__ADS_1


“Mau apa kau? Aku akan melaporkan ini ke polisi..!” ancam Yanto setelah Desta berkata seperti itu.


“Lapor polisi? Haha, silakan saja..!” tantang Desta.


“Baiklah..!” jawab Yanto, namun dia tidak menyadari Desta yang berjalan mendekat kepadanya.


“Crat..” darah bermuncratan saat pisau yang menancap di kaki Yanto dicabut oleh Desta.


“Sssshh, sudah aku bilang jangan berisik..! Nanti kakakmu bisa terbangun” ucap Desta sambil memainkan pisau yang kini ada di tangannya.


“Mau apa kau dengan pisau itu?” tanya Yanto ketakutan.

__ADS_1


“Mau apa ya? Hmm, kau ada ide tidak?” jawab Desta santai sambil melihat ke arah Yanto dengan tatapan yang penuh dengan amarah.


“Bajingan..! Jangan main-main denganku..!” bentak Yanto yang kesal dengan sikap Desta.


“Haha, aku sedang tidak main-main, aku ke sini untuk membalas perbuatanmu kepada Debby..! Jadi, karena kau melukai Debby dengan pisau hingga dia pun sekarang dalam keadaan kritis, aku akan membuatmu merasakan hal yang sama” ujar Desta dengan nada yang serius.


“Jangan bercanda..! Kau tidak tahu apa yang sedang kau bicarakan, aku ini adalah..” Yanto lagi-lagi tidak sempat menyelesaikan ucapannya karena Desta membungkamnya dengan sebuah sayatan yang sangat dalam di kedua bibir Yanto dengan pisau yang dipegangnya.


Yanto berteriak kesakitan karena kini bibirnya sudah terbelah menjadi 4 bagian.


“Ups, maaf ya, aku tidak sengaja, kau yang memaksaku untuk melakukannya, habisnya kau terlalu berisik sih” ucap Desta yang membalas ucapan Yanto sebelumnya yang mengatakan bahwa dia tidak sengaja menusuk perut Debby dengan pisau miliknya.

__ADS_1


“Tuan muda, ada seseorang yang tergeletak di halaman depan rumah ini, apakah itu perbuatan Anda?” ucap bawahan Desta di dalam telepon yang menggunakan pengeras suara.


__ADS_2