Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Krisis Kepercayaan


__ADS_3

Kali ini dia tidak menggunakan langkah sunyi, sepertinya itu pun sudah tidak berguna terhadap Boris karena kemampuannya untuk mendengarkan langkah yang dibuat oleh Desta.


“Bagus..! Dengan begini aku bisa mencoba banyak hal dalam pengembangan bela diriku..!” gumam Desta seraya melayangkan pukulan dan tendangan ke arah Boris.


“Hmm? Kenapa yang dilakukannya hanyalah serangan biasa seperti ini? Dengan kecepatan dan kekuatannya, dia seharusnya bisa melakukan lebih dari ini..! Sepertinya ada yang tidak beres” gumam Boris yang menyadari rencana Desta ketika secara bertahap dia mempercepat serangannya.


Perlahan-lahan pukulan Desta menjadi semakin cepat dan menjadi semakin sulit untuk diikuti oleh Boris, terlihat jelas di wajahnya yang kewalahan itu.


“Boris, aku beritahu kau satu hal..!” ujar Desta sambil tetap memukuli Boris yang hanya bisa bertahan dan tidak merespon ucapannya..


“Gerakan yang berhasil kau hindari tadi adalah langkah sunyi, dan gerakan itu aku sendiri yang menciptakannya, tapi ada satu hal yang membuatnya menjadi gerakan favoritku” ucap Desta lagi dan dia berhenti sejenak lalu melihat ke arah Boris yang masih dalam posisi bertahan serta mundur beberapa langkah ke belakang menjauh Desta.


“Yaitu, aku bisa melakukan eksperimen dengan menambahkan gerakan bela diri apapun ke dalam langkah sunyi dan itu selalu membuatku terkejut dengan hasilnya” sambung Desta sambil membunyikan leher dan jemari tangannya.


“Contohnya seperti ini..!” Desta membuat posisi kuda-kuda yang sama dengan Boris, yaitu kuda-kuda taekwondo.


“Cih..! Kau pikir hanya dengan meniru gerakanku kau merasa menjadi seniman taekwondo?” ucap Boris meremehkan Desta.

__ADS_1


“Tidak, aku bukan seniman, aku adalah master..!” lalu Desta pun langsung maju dengan kecepatan tinggi ke arah Boris.


“Master katamu? Oke akan aku buktikan hal itu..!” karena taekwondo adalah jenis bela diri yang dikuasainya, maka dia pun tidak ragu untuk membuka pertahanannya lalu maju menghadapi Desta.


Mereka berdua beradu pukulan dan tendangan layaknya ahli bela diri taekwondo.


Semua orang terkesima dengan gerakan-gerakan yang mereka buat, tegas, kuat, tanpa kesalahan.


Layaknya sedang menonton sebuah film action, tak ada satupun yang berkomentar jelek tentang Boris setelah melihat kemampuannya untuk mengimbangi gerakan Desta.


“Hei, aku tidak meragukan tuan muda dengan kemampuan bertarungnya..! Tapi aku tidak percaya orang itu bisa mengimbangi tuan muda dan terlihat seolah tuan muda sedang bertarung dengan dirinya sendiri” ucap salah satu anggota Elang Hitam kepada Jefrey yang saat itu berdiri di barisan paling depan untuk menyaksikan pertarungan Desta dengan Boris.


“Boris..! Aku mengakui kemampuanmu, tapi aku lihat kau sudah tidak bisa melanjutkan pertarungan ini lagi..!” ucap Desta di dalam pertarungannya yang masih berlangsung.


“Hah? Jangan bicara omong kosong..! Aku masih bisa melawanmu seharian..!” jawab Boris, dia terlihat sangat senang saat bertarung melawan Desta.


“Hehe, aku senang jika kau punya semangat seperti itu, tapi jika ini tetap dilanjutkan, aku takut kau tidak akan bisa menahanku..!” ucap Desta, dan sesaat kemudian dia pun terkena pukulan oleh Boris tepat di wajah yang membuatnya berhenti dan mundur beberapa langkah ke belakang.

__ADS_1


“Hoo, kau boleh juga..!” lalu Desta mengubah formasi kuda-kuda kembali menjadi langkah sunyi namun sedikit berbeda karena sudah digabungkan dengan formasi karate.


“Itu..!” Boris langsung bersiaga dengan meletakkan kedua tangannya di depan wajah untuk bertahan karena mengira Desta akan kembali melakukan langkah sunyi.


Dalam sekejap Desta sudah berada didekat Boris dan lagi-lagi Boris kehilangan keberadaan Desta.


“Haha, kau pikir trik yang sama akan bekerja padaku?” ucap Boris lalu dia memejamkan matanya kembali.


Tak lama dia mendengar suara langkah dari arah belakang dan dia pun menghindar ke samping kiri, tapi di saat yang bersamaan, terdengar lagi suara langkah dari arah belakangnya.


“Apa dia benar-benar bisa bergerak secepat itu? Celaka, aku tidak sempat mendaratkan kakiku untuk menghindar” dengan memaksakan diri, Boris pun membelokkan tubuhnya ke depan sehingga terlihat seperti dia sedang melakukan sebuah gerakan senam lantai dan dia merasa sudah berhasil menghindarinya.


Namun, di saat dia berpikir bahwa tidak mungkin Desta bisa melancarkan serangan selanjutnya dalam tempo yang singkat, saat itulah dia menyesali opininya.


Kepalan tangan Desta yang meluncur dengan sangat cepat, dapat dilihat dengan jelas oleh Boris, tapi dia sudah tidak bisa menghindar dalam posisinya sekarang, Lalu..


“Bukk..” pukulan itu pun mendarat di wajah Boris dan membuat pandangannya gelap untuk sesaat.

__ADS_1


Tanpa disadarinya, tubuh Boris pun sudah terjatuh di lantai dan pandangannya masih sangat gelap walaupun matanya tetap terbuka.


“Jadi, kau mengaku kalah?” suara Desta terdengar begitu dekat oleh Boris, tapi dia tidak bisa melihatnya karena pandangannya belum juga pulih.


__ADS_2