Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Apa Kau Sudah Siap?


__ADS_3

“Baiklah kalau begitu kita bisa mulai dari hari ini, nama sekolahmu apa kak..!” ucap Desta.


“Mmm, kalau begitu aku akan menamakannya Danu’s Martial Art” jawab Kamandanu dengan wajah yang sangat bangga.


Kamandanu merasa beruntung karena menjadi master beladiri yang dihormati oleh Desta, sampai-sampai dia diberikan kesempatan seperti ini tanpa harus mengeluarkan uang sepeser pun.


“Paman tolong buatkan pengumuman untuk semua karyawan ya” ucap Desta yang langsung memberikan perintah untuk menyebarkan kabar ini untuk setiap karyawannya.


“Baiklah tuan muda..! Jika aku boleh menyarankan, bagaimana jika kita akan memberikan hadiah sebesar 1 juta rupiah untuk setiap 100 orang pertama yang mendaftar di sekolah beladiri ini? Dengan begitu aku yakin bisa menarik banyak peminat” Sebastian pun mendukung program ini, karena dia sudah sering melihat dengan matanya sendiri kemampuan yang dimiliki Kamandanu itu tidak seperti master lainnya, dia benar-benar berada di level yang berbeda, walaupun tetap berada jauh di bawah level beladiri Desta.


“Wah, itu ide yang sangat cemerlang paman, oke kalau begitu umumkan itu berikut dengan hadiahnya” jawab Desta yang mengiyakan ide Sebastian.


“Tapi, apakah ada batasan untuk berapa jumlah murid yang bisa kau ajarkan, kak?” Desta bertanya kepada Kamandanu untuk memastikan kemampuan mengajarnya sampai berapa orang.


“Tidak masalah, aku tidak akan membatasinya karena aku sangat yakin bisa mengajarkan 10 ribu orang sekaligus” Kamandanu sangat percaya diri dengan kemampuannya.

__ADS_1


“Baiklah, aku percaya padamu kak..!” jawab Desta dan Sebastian pun segera membuat pengumuman yang kemudian dikirimkan ke e-mail setiap karyawan Heir Group.


Di sisi karyawan..


“Wah ada hadiah untuk bergabung, aku rasa hanya perusahaan ini yang sangat peduli pada karyawannya”


“Sekolah beladiri gratis? Siapa yang tidak mau?”


“Hei, kalian ikut?”


“Tentu saja...! Ada hadiahnya, dan lagi gratis”


Semua orang yang menerima pemberitahuan itu menjadi heboh, baik dari kalangan laki-laki maupun perempuan.


“Oke, semua orang sudah menerima pemberitahuannya, kita hanya tinggal menunggu hasilnya saja..! Dan sekarang saatnya kau menepati janjimu kak..!” Desta menagih janji Kamandanu yang akan berlatih tanding dengannya.

__ADS_1


“Setelah semua yang kau lakukan untukku, bagaimana bisa aku mengingkari janjiku” ucap Kamandanu yang merunduk berterima kasih kepada Desta dan Sebastian.


“Kak, kau itu master terhormat dan calon guru beladiri terkuat di Jakarta, naikkan kepalamu..!” ucap Desta yang mengangkat bahu Kamandanu.


“Baiklah, di mana kita bisa mulai?” tanya Kamandanu.


“Sebagai pembukaan Danu’s Martial Art, kita gunakan saja gedung olahraga yang akan dijadikan sekolahmu” jawab Desta.


“Oke, pimpin jalannya..!” jawab Kamandanu yang menyuruh Desta menunjukkan jalan menuju gedung olahraga.


Saat mereka tiba di depan gedung tersebut, Kamandanu terperanjat dan melotot dengan lebar, dia memang tidak pernah bermimpi akan mempunyai sekolah beladiri tanpa mengeluarkan uang sepeserpun , tapi dia sangat tidak pernah bermimpi mempunyai gedung sekolah beladiri yang begitu besar dan megah.


“I-ini gedung olahraganya?” tanya Kamandanu untuk memastikan.


“Benar sekali, ini akan menjadi gedung sekolah beladiri Danu’s Martial Art di Heir Group..!” jawab Desta.

__ADS_1


Mereka berjalan masuk ke dalam gedung itu dan melihat sekelilingnya, Kamandanu masih tidak mempercayai apa yang dia lihat, dia masih saja seperti seseorang yang tinggal di dalam goa dan baru melihat dunia luar.


“Nah, apa kah sudah siap?” tanya Desta dengan memasang kuda-kuda.


__ADS_2