
Desta mengirimkan detail lokasi rumah sakit yang menjadi tempat perawatan Lia di kota Malang untuk mempermudah Sebastian.
Tak lama kemudian, dia sudah tiba di apartemennya dan rencana untuk segera mandi dan merebahkan tubuhnya di kasur yang empuk harus ditunda karena sesosok pria yang sangat dikenalnya baru saja turun dari sebuah mobil Mercedes Maybach Exelero yang harganya mencapai 119 miliar rupiah.
Tentu saja hal itu langsung menarik perhatian semua orang yang ada di sana, karena di kota ini belum pernah ada yang bisa membeli mobil mahal seperti itu.
“Oi, lihat itu..! Bukankah itu mobil termahal ke empat di dunia?”
“Benar-benar mobil berkelas, orang yang punya mobil itu juga pasti sangat berkelas”
“Sial..! Seandainya aku bisa punya mobil seperti itu”
“Ah, i-itu kan, Darius Alexandre si orang kaya nomor 1 se-Asia..! Kenapa dia datang ke apartemen seperti ini?”
“Dengan statusnya yang seperti itu, seharusnya apartemen ini hanyalah apartemen kacangan baginya”
Semua orang mulai bergosip tentang kehadirannya di apartemen ini.
“A-ayah?” ucap Desta dengan senyum kecut dan wajah datar dari kejauhan.
Darius berkunjung ke apartemen ini atas informasi dari Sebastian yang mengatakan bahwa Desta tinggal di sini.
__ADS_1
Tak lama, Sebastian pun ikut turun untuk menutup pintu mobil setelah Darius keluar.
“Oi, kalian tahu siapa itu yang menutup pintu?”
“Itu kan Sebastian..! Si pemilik perusahaan Heir Group dan juga orang terkaya nomor 1 di kota Jakarta..!”
“Apakah mereka sedang ada urusan bisnis dengan pemilik gedung apartemen ini?”
“Wah, ini benar-benar sudah gila..! 2 orang super kaya sedang berkunjung pasti bukan untuk urusan yang sepele”
“Aku tidak menyangka ternyata pemilik bangunan apartemen ini begitu hebat sampai bisa bekerja sama dengan orang sebesar itu”
Darius melihat sekelilingnya dan menemukan sosok Desta yang sedang berjalan, dia pun langsung melambaikan tangannya.
Semua orang yang ada di dalam maupun di luar lobby secara otomatis ikut melihat ke arah Desta.
“Terlambat sudah..” Desta menepuk dahinya sambil menghela nafas pendek, Desta pun akhirnya menghampiri Darius dan Sebastian.
“Tuan muda” ucap Sebastian sambil merunduk.
“Tata, kenapa kau tidak bilang kalau tinggal di apartemen seperti ini? Ayah bisa membelikanmu apartemen yang lebih mewah dan bagus daripada ini..!” ucap Darius dengan nada yang sedikit memarahi.
__ADS_1
“Aku tidak perlu apartemen yang telalu mewah, Ayah..! Lagi pula, apartemen ini tidak begitu buruk dengan kamar terbaiknya” jawab Desta membantah Darius.
“Hoo, kau benar-benar mirip dengan ibumu..! Haha” Darius menepuk-nepuk pundak Desta sambil tertawa lepas.
Semua orang kini menganggukkan kepala mereka, karena berpikir Desta bisa membeli 2 kamar terbaik di apartemen ini berkat kerja sama dengan Darius.
Mereka bertiga pun masuk ke dalam lobby, Darius mengajak Desta dan Sebastian untuk makan malam di food court apartemen.
“Ayah, ada apa mengunjungiku tiba-tiba seperti ini?” tanya Desta sambil melahap makanan di piringnya.
“Tidak ada, aku hanya ingin melihat perkembangan putraku saja, apakah itu tidak boleh?” tanya Darius santai.
“Maksudku, kenapa ayah tidak menghubungiku terlebih dulu? Kalau sudah begini, identitasku sudah terlanjur terbongkar di kalangan apartemen ini, dan sebentar lagi informasi ini akan menyebar luas” jawab Desta.
“Haha, aku sudah tahu masalah itu, Sebastian sudah memberitahukan kepadaku sebelumnya, dan itu bukanlah suatu hal yang perlu dicemaskan” ucap Darius sambil mengangguk ke arah Sebastian agar dia menjelaskan kepada Desta.
“Tuan muda tidak perlu khawatir..! Jika memang dibutuhkan, tim peretas akan segera mengubah informasi yang tersebar, mulai dari artikel sampai foto yang kemungkinan akan disebarluaskan” ucap Sebastian.
“Lagi pula, aku yakin mereka tidak ada yang mengira kalau kau itu anakku..! Pasti hanya mengira bahwa kau itu rekan bisnisku, maksudku, coba lihat saja tatapan mereka” ucap Darius sambil menunjuk ke arah sekumpulan orang yang masih melihat ke arah mereka bertiga.
Desta melihat ke arah yang ditunjuk oleh ayahnya, dan perkataan ayahnya sedikit membuat dia merasa lebih tenang sekarang. Desta berpikir akan mendapatkan kesulitan jika hal itu tidak di antisipasi terlebih dahulu oleh ayahnya ataupun Sebastian.
__ADS_1