Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Kau Bisa Terpikir Seperti Itu


__ADS_3

Sesampainya di lantai 3, Desta melihat ke sekitar untuk memastikan tidak ada yang melihat mereka.


“Jef, ada berapa orang yang ada di dalam ruangan itu?” tanya Desta.


“sekitar 25 orang dengan senjata laras panjang, 2 orang dengan senjata revolver 6 peluru yang terlihat sedang berbicara dengan kedua orang yang sedang duduk” jawab Jefrey memberikan informasi kepada Desta.


“Bos, bagaimana?” Febrianto penasaran informasi apa yang diberikan oleh Jefrey.


Desta mengisyaratkan Febrianto untuk diam agar bisa mendengar informasi dari Jefrey dengan jelas, “Bisakah kau sabotase lampunya?” tanya Desta.


“Bisa, tuan muda..! Tapi itu akan membuat mereka lebih waspada lagi..!” jawab Jefrey cemas.


Walaupun siang hari, ruangan di dalamnya harus tetap menyalakan lampu.


Karena ruangan tersebut berada di dalam pabrik yang tertutup dan tidak masuk sinar matahari sedikitpun.


“Tenang saja..! Cukup lakukan apa yang aku minta, dan sisanya serahkan kepadaku..!” ucap Desta sambil memasang peredam suara pada ujung senjata yang dibawanya.


“Feb, seperti sebelumnya, kau awasi dari luar saja..! Siapapun yang keluar membawa senjata, kau lumpuhkan saja agar si Widodol ini tidak kabur..! Masalah keamanan kedua orang tuamu serahkan saja padaku..!” ucap Desta, dan Febrianto mengangguk mengerti.

__ADS_1


“Aku sudah siap..!” ucap Desta sambil menekan tombol headset di telinganya.


Tak lama, lampu di seluruh gedung pun dimatikan oleh para peretas, “Semoga beruntung, tuan muda..!” ucap Jefrey.


Tapi, karena Jefrey sangat mengkhawatirkan keselamatan Desta, dia menyuruh beberapa penembak jitu pasukan Elang Hitam untuk mengambil posisi yang bisa mengawasi ruangan tersebut.


“Siap, bos..!” jawab 5 orang penembak jitu yang akan bertugas mengawasi menggunakan scope atau teleskop dengan fitur pemindai suhu pada senjata mereka.


Setelah berjalan selama 2 menit, mereka pun tiba di posisi yang pas untuk melindungi Desta.


“Sudah berada di posisi..!” jawab masing-masing penembak jitu tersebut.


“Bagus..! Lindungi tuan muda..!” perintah Jefrey kepada mereka berlima.


Di sisi Widodo..


“Kenapa dengan listriknya?” teriak Widodo.


“Tidak tahu tuan, aku akan menyuruh beberapa orang untuk mengecek panel listriknya” jawab orang yang sepertinya ketua dari pasukan Widodo sambil melambaikan tangannya untuk menyuruh 2 orang mengecek panel listrik yang ada di lantai dasar.

__ADS_1


Saat pintu dibuka, Desta menyelinap masuk tanpa membuat suara sedikitpun berkat langkah sunyi yang dikuasainya.


“Tuan muda sudah masuk dan sedang bersembunyi dibalik sebuah kotak besar..!” ucap penembak jitu.


“Bagus, awasi terus..!” jawab Jefrey.


“Siap..!” jawab para penembak jitu.


Sementara itu, Febrianto yang diperintahkan oleh Desta untuk melumpuhkan semua orang yang membawa senjata keluar dari ruangan tersebut.


Dia perlahan berjalan mendekati kedua bawahan Widodo tersebut yang berjalan membelakangi Febrianto sambil menyorotkan lampu senter sebagai penerangan.


“Buk.. Buk..” dalam sekejap, kedua orang tersebut dilumpuhkan.


Namun sayangnya, salah satu dari mereka sempat menarik pelatuk senjatanya sehingga membuat suara tembakan yang terdengar hingga ke dalam ruangan.


Semua orang di dalam ruangan pun terkejut dan segera bersiaga, ketua pasukan Widodo memanggil nama kedua orang tersebut tapi tak ada jawaban.


Sedangkan Desta memanfaatkan keributan itu untuk mendekat secara perlahan tanpa membuat suara sedikitpun.

__ADS_1


“Bagus sekali, kau bisa terpikir seperti itu..!” Desta bergumam memuji Febrianto.


Di dalam ruangan, Widodo menganggukkan kepala memberi sinyal kepada bawahannya untuk memeriksa dalam jumlah yang banyak.


__ADS_2