Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Kenapa Kau Menangis?


__ADS_3

Setelah sampai di perusahaan Gloria, Desta langsung meminta seorang satpam untuk memarkirkan kendaraannya agar dia bisa langsung menemui Debby.


“Bukankah kalau jam segini Debby pasti sedang ada di ruangannya, tapi aku kan juga dianggap sebagai karyawan di sini, jadi sepertinya tidak akan jadi masalah kalau aku masuk ke ruangan” Desta melihat jam sudah menunjukkan jam 9, sedangkan jam 8 adalah jam masuk kantor.


“Tapi mungkin aku akan menunggunya di kantin sampai jam istirahat saja” Desta akhirnya memutuskan untuk menunggu di kantin perusahaan untuk menunggu Debby.


Di sisi Debby..


“Sampai hari ini aku masih tidak mengerti kenapa aku bisa digantikan oleh orang sepertimu?” Agung masih sangat emosi karena jabatan yang dia bangga-banggakan diambil alih begitu saja oleh karyawan baru seperti Debby.


“Ya aku juga tidak mengerti kenapa, mungkin kau bisa tanyakan langsung pada manager Albert untuk alasannya” jawab Debby dengan acuh tak acuh.

__ADS_1


“Kau..! Hehe, sepertinya aku tahu kenapa..!” ucap Agung dengan nada sinis.


“Kau pasti diam-diam main belakang dengan manager Albert kan? Dasar wanita murahan..!” ucapan Agung benar-benar membuat Debby kesal, berani-beraninya dia mengatakan hal seperti itu bahkan di depan semua orang yang ada di ruangan tersebut.


“Jaga ucapanmu..! Jangan menyebarkan rumor yang tidak benar karena itu adalah fitnah..!” Debby masih menjaga emosinya agar tidak meledak dengan berbicara baik-baik dengan Agung.


“Cih..! Itu semua sudah pasti, coba kau pikirkan saja sendiri..! Bagaimana bisa orang baru yang belum terlihat dengan jelas hasil kerjanya, menggantikan aku menjadi ketua tim divisi pemasaran?” dan semua orang yang mendengarkan hal itu menganggukkan kepalanya.


Mereka jadi berpikir ucapan Agung ada benarnya juga, karena Debby belum ada setengah tahun menjadi karyawan di perusahaan Gloria tapi sudah bisa menggantikan Agung yang sudah bekerja selama 2 tahun dan baru saja naik menjadi ketua tim divisi pemasaran.


Agung terlihat sangat senang karena dia melihat semua orang mulai menggosipkan bahwa Debby ada main belakang dengan manager Albert sehingga dia bisa naik jabatan dengan sangat mudah.

__ADS_1


“Kau lihat? Semua orang berpikiran yang sama denganku..! Dasar tidak tahu malu..!” sambung Agung yang semakin membuat Debby merasa kesal dengan semua fitnahan yang ditujukan padanya.


“Kau..!” Debby berdiri dan menunjukkan mata yang berkaca-kaca seperti ingin menangis, dia sedikit menyesali kenaikan jabatan yang mendadak ini, dan akhirnya Debby tidak bisa menahannya lagi, Debby pun menangis dan berlari keluar ruangan dan menuju toilet untuk menangis.


“Bontet, apa maksudmu yang sebenarnya dengan ini semua?” Debby menelepon Desta dari kamar mandi.


“Hah? Kenapa menangis? Sekarang kau ada di mana? Aku sekarang ada di kantin dan menunggu jam istirahat untuk bertemu denganmu” jawab Desta yang penuh dengan kebingungan.


“Aku akan ke sana” ucap Debby dan langsung mematikan panggilan teleponnya, Debby berjalan dengan langkah cepat menuju kantin untuk menemui Desta.


Setelah sampai di kantin..

__ADS_1


Debby langsung duduk di sebelah Desta dan menangis terisak-isak, tentu saja itu membuat Desta sangat kebingungan.


“Apa yang terjadi? Kenapa kau menangis?” tanya Desta yang mencoba mencari tahu kenapa Debby menangis.


__ADS_2