
“Oke, sekarang apa?” Desta benar-benar seperti orang yang hilang arah, tidak tahu harus melakukan apa.
“Ah, sepertinya sudah lama aku tidak bertemu Andre” dengan cepat Desta mencari nomor Andre untuk dihubungi.
“Yo Desta, sudah lama tidak mendengar kabarmu, kau baik-baik saja, ‘kan?” jawab Andre seperti biasanya, dia sangat bersemangat.
“Mmm, aku sehat bro..! Apakah hari ini kau sibuk?” tanya Desta.
“Hmm, kalau dibilang sibuk juga tidak , tapi aku baru saja mendapati suatu kendala pada mesin produksi, jadi, sepertinya aku akan lembur hingga larut malam..! Memangnya kenapa?” jawab Andre dan lagi-lagi Desta dikecewakan dengan kesibukan mereka semua.
“Haduh, apa hanya aku yang pengangguran di sini?” ucap Desta dengan menghela nafas panjang.
“Hah? Pengangguran apanya? Jika kau menyebut dirimu saja pengangguran, lalu kau sebut apa aku yang bekerja padamu ini?” jawab Andre yang sedikit kesal mendengar ucapan Desta.
“Haha, maaf bro, aku hanya merasa sangat bosan saja..! Ya sudah, lanjutkan saja pekerjaanmu, aku akan mencari sesuatu yang seru untuk aku kerjakan saja” Desta mematikan panggilan teleponnya.
“Huh, karena sekarang aku tidak punya kendaraan lagi, apa sebaiknya aku beli lagi saja ya?” gumam Desta yang masih sedikit merasa kesal karena motor tampannya dibakar oleh Boris.
“Benar juga, kalau tidak salah aku tadi ada melihat promosi mobil di situs Central Garden” Desta teringat dengan diskon promosi yang diadakan di Central Garden, dan akhirnya dia beranjak dari apartemennya menuju Central Garden.
“Hitung-hitung sekalian aku melakukan penyegaran, ‘kan? Sudah lama juga aku tidak jalan-jalan” tapi Desta tetap merasa ada yang kurang karena Debby tidak menemaninya kali ini.
Hingga tibalah Desta di showroom mobil yang sedang promosi tersebut, dia melihat banyak sekali orang yang antusias dengan harga yang ditawarkan oleh penyelenggara dalam promosinya tersebut.
“Hmm, jika di atas 500 juta aku tidak akan membelinya..!”
__ADS_1
“Haha, kau ini memang benar-benar pelit ya..!”
“Tenanglah, sekarang kan sedang masa promo, seharusnya harga mobilnya pun sedang turun semua..!”
Desta mendengarkan omongan-omongan orang di sekitarnya sambil mencari tempat duduk untuk melihat presentasi dari pembawa acara promosi tersebut.
Tak lama kemudian seseorang dengan jas berwarna hitam lengkap dengan celana bahan dan sepatu kulit yang terlihat mahal, berjalan ke atas panggung.
Dia adalah pembawa acara yang ditunggu-tunggu oleh peserta pameran promosi tersebut.
15 menit kata sambutan pun telah selesai dibawakan olehnya, dan kini saatnya acara inti.
Yaitu pengumuman harga setiap mobil yang dipajang dalam pameran promosi tersebut.
“hari ini ada 5 merk mobil yang akan dipromosikan..! Dan tentu saja untuk harganya pun sudah kami turunkan dalam masa promosi ini..!” ucap pembawa acara tersebut sambil mengarahkan sebuah remote yang akan membuka sebuah tirai setiap mobil yang akan dipamerkan.
“Kenapa sistemnya seperti itu?” teriak seorang pengunjung yang sepertinya tidak setuju jika ingin mendapatkannya adalah dengan beradu cepat mengangkat tangannya.
“Ya, seperti yang sudah aku katakan tadi, karena stok unit yang dijual hanya 5 saja, maka ini akan menjadi ajang rebutan..! Karena, jika aku menerapkan sistem seperti pelelangan, maka, ini bukanlah sebuah promosi, ‘kan?” jawab pembawa acara tersebut dengan santainya, dan semua orang pun terlihat mengerti dan menerima alasan darinya.
Setelah hitungan ke 3, ternyata banyak sekali yang menginginkan mobil tersebut dengan harga yang sudah dikurangi hampir 50 persennya.
“Oke, ibu yang duduk di pojokan silakan kemari karena beliau yang pertama kali mengangkat tangannya..!” teriak pembawa acara tersebut, dan raut wajah pengunjung yang lain pun terlihat kecewa karena mereka tidak cukup cepat mengangkat tangannya.
Ibu-ibu tersebut pun diarahkan oleh seorang panitia ke sebuah meja untuk membuat kesepakatan.
__ADS_1
“Oke, daftar selanjutnya adalah lagi-lagi dari merk Honda dengan tipe Odyssey yang akan kami jual dengan harga 450 juta rupiah dari harga asli 776 juta rupiah” ucap pembawa acara.
Desta dari tadi hanya diam saja dan masih belum tertarik dengan mobil-mobil yang ditawarkan.
“Hei bocah..! Aku lihat dari tadi kau sama sekali tidak mengangkat tanganmu, apa kau ke sini hanya untuk melihat-lihat saja?” seseorang di sampingnya menanyakan maksud Desta ikut dalam acara ini.
“Memangnya kenapa? Aku hanya belum tertarik dengan mobil yang ditawarkan dari tadi” jawab Desta ketus.
“Cih, aku rasa kau ke sini hanya untuk terlihat keren saja, kalau begitu kau hanya menghabiskan kuota orang yang bisa menghadiri acara promosi ini..! Apa kau tidak kasihan dengan orang lain yang lebih serius untuk membeli mobil dan mereka tidak bisa mendapatkan tempat karena diambil oleh bocah sepertimu?” orang tersebut mulai mengoceh, dia kesal karena Desta seperti tidak serius menanggapi acara ini, sedangkan temannya yang ingin membeli mobil malah tidak bisa masuk karena kursi terakhir sudah diambil oleh Desta.
“Bro, aku tidak tahu masalahmu apa, tapi aku mau kau tidak usah mengganggu..! Aku juga sedang mencari kendaraan yang aku sukai, dan sekarang masih ada 3 unit mobil lagi yang belum diumumkan, jadi diamlah..!” Desta sudah mulai geram dengan ucapan orang tersebut yang sangat menyakiti telinganya.
“Apa kau punya uang untuk membelinya? Aku beritahu kau, acara ini diadakan setiap bulannya dan dalam urutannya akan dimulai dari harga termurah hingga harga termahal..! Sedangkan sekarang saja masih urutan kedua dan sudah menyentuh harga 450 juta, apa kau punya uang sebanyak itu, hah?” pria di sebelahnya Desta ini benar-benar tidak bisa diam, dia terus menerus mengusik Desta.
“Aku sudah tahu hal itu, jadi sekali lagi aku bilang, diamlah..!” jawab Desta tanpa melihat sedikitpun ke arah pria di sebelahnya.
“Cih, dengan penampilanmu yang seperti itu aku yak..” suara pria tersebut terhenti karena akhirnya Desta menggunakan sebuah jurus yang diajarkan oleh Kamandanu.
Desta menekan titik akupuntur di area leher bagian depan dengan cepat, lalu di lanjutkan dengan titik di belakang telinga sehingga membuat pria tersebut tidak bisa mengeluarkan suara alias bisu dan dia pun tidak bisa mendengarkan apapun dalam sekejap.
Hanya sebuah suara yang sangat kecil dan serak, itu pun harus berada sangat dekat dengan mulutnya agar bisa mendengarkan suara serak kecil tersebut.
“Huh, akhirnya diam juga..!” ucap Desta dan dia kembali melihat ke arah depan.
Tak lama kemudian pria disebelahnya pun berdiri dan membuat kegaduhan karena panik, dia tidak bisa bersuara dan mendengar apapun.
__ADS_1
Karena dirasa sudah terlalu mengganggu kelangsungan acara, akhirnya pria tersebut diusir dari ruangan acara, Desta hanya tersenyum melihat kejadian itu.
“Sudah aku bilang untuk diam, ‘kan?” gumam Desta dan dia pun kembali memperhatikan presentasi dari pembawa acara tersebut dan tidak mempedulikan keberadaan pria tadi.