Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Apakah Perusahaan Ini Tidak Cukup Baik Padamu?


__ADS_3

“Hei, kau jangan asal menuduh, bukan aku yang mengambilnya” bantah Andre.


“Haha, memangnya siapa lagi jika bukan kau? Kaulah yang terakhir keluar dari ruangan ini, tidak ada siapapun yang ada di sini setelah shift terakhirmu” ucap Denis yang begitu yakin bahwa Andre yang sudah mencurinya.


“Haha, terima saja nasibmu yang akan menjadi buruk setelah ini” gumam Denis dalam hatinya.


Andre merasakan ada yang tidak beres di sini, karena semenjak dia berdebat hebat dengan Denis, banyak hal aneh yang terjadi, seperti Denis yang tumben sekali tidak datang karena biasanya dia selalu datang di jam yang sama dan disaat yang sama, yaitu jam sibuknya Andre untuk perawatan mesin.


Namun hari ini Denis tidak seperti biasanya, dia seperti menunggu saat seperti ini terjadi barulah dia menunjukkan batang hidungnya di sini.


“Kalau memang kau begitu yakin bahwa bukan kau yang mencurinya, kenapa kita tidak lihat rekaman CCTV saja?” ucap Denis dengan begitu yakinnya.


“Ya, itu ide yang bagus, semua akan terlihat jelas di sana” sambung salah satu rekan kerja Andre yang dari tadi memojokkannya terus.

__ADS_1


“Oke, ayo kita lihat rekamannya di ruang pengawas” Andre setuju dengan ide Denis.


“Hehe, Sebentar lagi hidupmu akan berakhir” Denis tersenyum licik dan langsung berjalan ke arah ruang pengawas yang berada di luar ruangan mesin.


“Tok.. Tok..” pintu ruangan pengawas diketuk.


Lalu Firman si satpam pengawas kamera CCTV membuka pintunya dan melihat ke arah Denis, dia sudah mengerti maksudnya bahwa mereka datang untuk melihat rekaman CCTV yang sudah diedit olehnya.


“Ada apa ya?” ucap Firman yang berpura-pura tidak tahu.


“Sebentar, aku akan mencari rekaman videonya” ucap Firman yang berjalan ke arah panel kendali kamera CCTV dan mulai mencari video rekaman yang sudah diedit olehnya.


“Ketemu..! Silakan lihat” Firman mempersilakan mereka untuk melihat video rekaman tersebut.

__ADS_1


Sejauh yang mereka lihat, video itu tidak menunjukkan bahwa sudah diedit, karena memang Firman sangat pandai mengeditnya.


“Percepat hingga ke jam 5 sore” ucap Denis, lalu video pun dipercepat.


Semua orang termasuk Andre terkejut, karena video itu menunjukkan bahwa Andre yang terakhir berjalan menuju mesin genset yang sekarang mati.


“Sekarang percepat hingga jam 8 pagi ini..!” ucap Denis yang menambahkan bumbu dalam aktingnya karena memang tidak ada orang yang bisa masuk setelah dikunci oleh Andre, kecuali ada seseorang yang membukakannya dari luar dengan kunci yang sama, dan memang di video rekaman itu tidak memperlihatkan orang selain Andre yang terakhir kali berinteraksi dengan mesin genset tersebut.


“Kau lihat? Sudah tidak ada lagi orang yang masuk ke dalam ruangan mesin setelah dia keluar dan mengunci pintunya, berarti sudah jelas sekarang bahwa kau lah yang mencuri baterainya..!” teriak Denis sambil menunjuk wajah Andre yang terlihat mulai panik.


“Tidak mungkin..! Aku tidak mencurinya, aku bisa membuktikannya..!” ucap Andre yang merasa terpojokkan dengan situasi saat ini.


“Buktikan apa?” sergah Denis.

__ADS_1


“Andre, apakah perusahaan ini tidak cukup baik untukmu? Apakah kau ingin membuat perusahaan ini bangkrut dengan perbuatanmu itu? Ini barulah baterai, berikutnya apa yang akan kau curi kita tidak akan tahu” bentak Denis dengan senyuman liciknya yang mulai merasa memenangkan situasi ini.


__ADS_2