
Desta tidak terlalu memikirkan hal itu, jadi, dia tetap fokus dengan kikil yang tiba meja makannya 10 menit kemudian, saat dilihat, kikil sapi itu tidaklah aneh, malah, Desta sangat lahap ketika memakannya.
“Sialan, kenapa aku baru tahu kalau kikil sapi seenak ini?” gumam Desta dan 10 menit kemudian, makanan di atas meja pun sudah lenyap tak bersisa.
“Hmm, hari ini aku sudahi sajalah, memang sulit jika hanya setengah hati untuk mencari lahan investasi yang cocok” gumam Desta yang segera berdiri dan berjalan melewati pria berlaptop tadi menuju kasir untuk membayar makanannya.
“45 ribu rupiah tuan” ucap kasir yang telah selesai menghitung pesanan makanan Desta.
“Hah? Apa memang makanan seperti ini harganya segitu? Ini terlalu murah..!” gumam Desta yang tidak percaya masih ada makanan enak semurah ini di Jakarta.
Setelah puas makan dan membayar, Desta memutuskan untuk kembali ke apartemen untuk bersantai-santai hingga esok hari.
“Sudah lama rasanya aku tidak bersantai-santai seperti ini” ucap Desta yang sedang berendam di kolam jaccuzi hangatnya.
Keesokan Harinya..
“Deb, bagaimana keadaanmu sekarang?” tanya Desta dalam panggilan teleponnya.
__ADS_1
“Sudah lebih baik, sekarang aku sudah diperbolehkan untuk beraktivitas seperti biasanya..!” jawab Debby.
“Mmm, syukurlah..! Kalau begitu aku akan pergi untuk mencari hadiah ulang tahun paman Sony” ucap Desta dan menutup panggilan teleponnya.
Karena mobil yang baru saja dia beli telah diserahkan kepada Roger, Desta menggunakan sepeda motornya untuk membeli hadiah.
“Bagusnya apa ya hadiah ulang tahun paman Sony?” gumam Desta yang masih menerka-nerka.
“Ah, aku tanyakan saja pada paman Sebastian, seharusnya dia lebih paham apa yang disukai paman Sony” Desta lantas menghubungi Sebastian untuk menanyakan hal tersebut hingga akhirnya Desta mengetahui bahwa Sony menyukai barang-barang antik.
“Oke paman, terima kasih banyak..!” ucap Desta dan mematikan panggilan teleponnya untuk segera bergegas ke toko barang antik milik Benny.
Desta langsung disambut oleh Benny yang sudah melihatnya sejak dia memarkirkan sepeda motor di halaman parkir di seberang toko barang antik miliknya.
“Tuan Desta, ada yang bisa aku bantu?” ucap Benny yang langsung menyambut kedatangan Desta.
“Paman, apakah kau punya cawan minum peninggalan kerajaan mataram?” tanya Desta yang langsung melihat ke arah rak berisi cawan-cawan yang tersusun rapi.
__ADS_1
“Oh, kebetulan aku masih punya 1 lagi tuan, apakah Anda berminat?” tanya Benny sambil menunjuk ke arah cawan yang dimaksud.
“Tolong paman” jawab Desta mengangguk.
Lalu Benny mengambil cawan tersebut dari susunan rak paling atas dan memperlihatkannya kepada Desta.
“Bagaimana tuan?” tanya Benny setelah Desta melihat-lihat cawan berwarna emas yang terbuat dari besi kuningan anti karat tersebut selama 5 menit.
“Boleh juga, ini terlihat otentik..! Berapa harga jual yang paman berikan?” tanya Desta sambil memutar-mutar cawan tersebut.
“Ah kalau begitu, khusus tuan Desta aku akan memberikan harga diskon menjadi 35 juta rupiah” jawab Benny dengan tersenyum kecil.
“Wow, aku pikir akan melambung tinggi harganya, baiklah, bungkuskan aku cawan ini paman..!” ucap Desta tanpa pikir panjang lagi.
Lalu Benny membungkuskan cawan itu dengan plastik berwarna biru dan segera memberikannya kepada Desta setelah 30 juta rupiah berada di tangannya.
“Terima kasih paman, aku akan segera pergi” teriak Desta dan dia segera keluar dari toko barang antik milik Benny dengan tergesa-gesa.
__ADS_1
“Gawat, aku lupa bahwa pestanya dimulai 30 menit lagi” gumam Desta sambil mendengus dingin dan memacu sepeda motornya dengan kecepatan penuh.