
“A-apa yang kau lakukan padaku? Aku tidak bisa melihat..!” teriak Boris histeris karena takut kalau dirinya menjadi buta.
“Haha, kau tidak perlu takut seperti itu..! Aku hanya memukul syaraf kedua matamu dan melemahkannya untuk sesaat” ucap Desta.
“Sialan kau..!” teriak Boris lagi.
“Tenanglah bro..! Paling-paling juga hanya 5 menit kau dalam kondisi seperti itu” ucap Desta dengan santainya.
“Jadi, kau mengaku kalah atau tidak?” tanya Desta kembali.
Lalu Boris mendengus dingin dan menghela nafas panjang dan berkata, “Baiklah, aku menyerah, aku mengakui kekalahanku..!”.
“Hehe, pilihan yang bijak” ucap Desta dan dia pun membiarkan Boris terbaring sesaat untuk memulihkan pandangannya.
__ADS_1
5 menit kemudian, pandangan Boris benar-benar sudah kembali seperti sedia kala dan dia pun tersenyum lebar.
“Kau, kau memang hebat..! Aku bahkan tidak punya kesempatan untuk membalas seranganmu tadi” ucap Boris sambil bangkit dari lantai dan menghadap ke arah Desta.
“Terima kasih pujiannya..! Jadi, karena kau sudah kalah dariku, aku ingin kau membantuku untuk memberi pelajaran kepada Brandon” ucap Desta yang langsung membahas ke pokok masalahnya.
“Tapi, apa kau yakin?” tanya Boris ragu.
“Hmm? Kenapa aku harus ragu?” Desta menaikkan alis sebelah kanannya.
“Dan lagi aku takut jika aku terlihat membantumu, keselamatan kakakku akan sangat terancam” sambung Boris sambil menghela nafasnya dalam-dalam seolah merasa tidak berdaya.
“Apa kau sudah lupa dengan mereka?” tanya Desta kembali sambil menunjuk ke arah kerumunan orang-orang dari Elang Hitam.
__ADS_1
“Oh, benar, jika ada sebuah peperangan antara kalian dan Brandon, aku juga yakin bahwa kau akan menang dengan mudah” jawab Boris.
“Ya, itu benar juga sih, tapi bukan itu yang aku maksudkan” ucap Desta sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal.
“Memangnya apa maksudmu?” tanya Boris menoleh ke arah Desta.
“Maksudku, aku bisa menjamin keselamatan kakakmu dan dirimu selama aku memberikan balasan pada Brandon dan yang lainnya” jawab Desta dan kemudian dia berjongkok di sebelah Boris.
“Aku akan mengirimkan 100 orang untuk berjaga di sekitar rumahmu tanpa harus menarik perhatian, karena mereka sangat ahli dalam bekerja sembunyi-sembunyi, dan dengan begitu aku bisa menjamin keselamatanmu dan kakakmu” ucap Desta sambil tersenyum kecil.
“Lalu, apa yang kau inginkan dariku sebagai balasannya?” tanya Boris yang masih berpikir bahwa Desta sama saja seperti orang kaya lainnya.
“Kau bisa memilih antara 2 pilihan yang akan aku berikan” ucap desta sambil tersenyum lalu berdiri dan berjalan ke arah kursi penonton di mana ada Kamandanu dan Sebastian yang sedang menyaksikannya.
__ADS_1
“Pertama, kau tidak perlu ikut campur dalam urusan ini dan kau bisa pergi ke mana pun yang kau mau bersama kakakmu tanpa rasa takut, karena aku tetap akan memerintahkan mereka sesuai yang aku katakan tadi” ucap Desta sambil terus berjalan tanpa menoleh ke arah Boris dan mengacungkan jari telunjuknya ke atas untuk membentuk angka 1.
“Dan yang kedua, kau tetap tidak perlu ikut campur dalam urusan ini, tapi kau menjadi bagian dari pengawal utamaku dengan bayaran 100 miliar per tahun dan sudah pasti keamanan sampai kesejahteraan keluargamu termasuk dirimu terjamin, dan kau tidak harus selalu bersamaku, kau hanya akan datang ketika aku memanggilmu saja” sambung Desta yang sudah sampai di kursi penonton dan kemudian duduk sambil menatap ke arah Boris, dia sangat ingin membantu Boris sekaligus mendapatkan keuntungan dari kemampuannya tanpa harus membuat Boris merasa tertekan seperti bosnya sebelumnya.