Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Kencan Sederhana


__ADS_3

“Baiklah, kalau sudah tidak ada yang mau protes lagi, aku akan segera pergi dari sini, pekerjaanku masih banyak jadi terima kasih atas kerja samanya” ucap Jayanti dengan sangat ketus dan dia pun segera keluar dari ruangan itu yang disusul oleh Hendra, Albert, dan Sebastian.


Setelah pintu tertutup rapat, semua orang mendatangi Debby dan memberikan ucapan selamat kepadanya, kecuali Agung dan Ferry, mereka melihat dengan tatapan yang sangat tajam, dan terlihat jelas raut ketidak puasan mereka kepada Debby.


“Terima kasih teman-teman, mohon bantuannya mulai sekarang ya” ucap Debby dan semua orang kembali ke meja kerja mereka masing-masing.


Waktu pun menunjukkan jam 12 siang dan ini adalah waktunya makan siang, Debby bergegas menuju kantin untuk menemui Desta karena dia bilang akan berada di perusahaan Gloria selama seharian.


Setelah sampai di kantin, Debby melihat Desta yang sedang duduk di kursi yang terletak di sudut kantin, dia tersenyum dan mempercepat langkahnya.


“Sret..” suara kursi yang ditarik mengejutkan Desta dan melihat ke arah Debby.


“Ah ternyata kau Deb, mengagetkanku saja..! Bagaimana?” ucap Desta sambil tersenyum kecil.


“Hmm, terima kasih banyak Bontet..! Aku jadi tertolong karenamu” jawab Debby.


“Haha, tidak usah kau pikirkan..! Bagaimana bisa aku membiarkan tunanganku difitnah seperti itu? Untuk masalah Agung, aku akan memberinya pelajaran nanti” ucap Desta dengan senyuman liciknya.


“Ah untuk itu, kau tidak perlu melakukannya..! Aku sudah memaafkan perbuatannya, yang terpenting sekarang semua orang sudah tahu bahwa tuduhan yang dibuatnya hanyalah fiktif belaka” jawab Debby dengan sangat tenang, dia memang sangat bijaksana dalam bertindak dan mengambil keputusan, dan inilah yang membuat Desta akhirnya jatuh hati padanya.


“Baiklah, karena kau sudah mendapatkan jabatanmu kembali, aku akan merayakannya dengan mentraktirmu makan dan berbelanja malam ini..!” ucap Desta.


“Mmm, aku akan menemuimu di sini nanti setelah pulang kerja” Debby menganggukkan kepalanya.


“Yiha, malam ini kita akan berkencan” Desta berteriak dan membuat semua orang yang ada di kantin melihatnya.


“Bontet..!” cubit Debby.


“Eh maaf aku terlalu senang jadinya lupa kalau kita sedang berada di tempat umum, hehe” jawab Desta.


“Ngomong-ngomong, mana video berkelahimu dengan kak Anu yang kau janjikan?” tanya Debby.


“Kak Danu..! Dan berlatih tanding..!” jawab Desta memperbaiki ucapan Debby.

__ADS_1


“Iya itu maksudku” ucap Debby.


“Ini, lihatlah kehebatanku dalam bertarung” dengan bangganya Desta memperlihatkan video latih tandingnya dengan Kamandanu yang direkam menggunakan ponselnya oleh Sebastian.


Debby terlihat sangat serius menonton video tersebut, dia beberapa kali terlihat kaget saat adegan Desta terkena pukulan oleh Kamandanu.


“Hehe, kau serius sekali menonton..” Desta tidak bisa menyelesaikan ucapannya karena Debby menutup mulut Desta dengan jari telunjuknya.


“Diam dulu, aku sedang fokus” ucap Debby yang terlihat semakin bersemangat saat adegan Desta memukuli Kamandanu.


“Ya itu benar, pukul dia seperti itu..!” secara tidak sengaja Debby berteriak.


“Deb..!” Desta mengingatkan Debby agar tidak terlalu berisik.


“Hehe, maaf Bontet, aku terlalu bersemangat..! Ternyata kau benar-benar bisa berkelahi dan kau benar-benar terlihat sangat gagah dan perkasa di situ” ucap Debby lalu mengembalikan ponsel Desta setelah selesai menonton video rekaman itu.


“Wow, tidak sadar sudah jam setengah 1, aku harus memesan makanan yang cepat jadi” ucap Debby dengan nada sedikit panik.


“Hari ini aku bangun kesiangan jadi tidak sempat untuk menyiapkan bekal makan siangku” jawab Debby, lalu dia pun memanggil pelayan kantin dan memesan semangkuk bakso dan es teh manis agar tidak terlalu lama menunggu.


Setelah selesai makan, Debby buru-buru kembali ke ruangan kerja.


“Cepatlah, nanti citramu sebagai ketua tim bisa rusak jika terlambat masuk” teriak Desta sambil tersenyum dan Debby membalasnya dengan lambaian tangan saja.


“Hehe, kalau dia terburu-buru seperti itu jadi terlihat semakin imut” ucap Desta dan melanjutkan makan siangnya yang belum selesai karena dia memesan makanan terlalu banyak.


Waktu berlalu dengan cepat, tak terasa sudah jam 5 sore dan Desta semakin bersemangat karena setelah ini dia dan Debby akan berkencan.


Desta melihat Debby yang baru keluar dari gedung kantor dan berjalan menuju kantin, namun dia melihat seseorang yang mengikuti Debby dari belakang.


Dia adalah Yanto, rekan kerja Debby yang baru masuk 2 minggu yang lalu dan dia menyukai Debby sejak awal mereka berkenalan hingga saat ini, namun Yanto tidak mengetahui pertunangan antara Desta dan Debby.


"Deb, setelah ini ada acara tidak? Aku ingin mengajakmu nonton di bioskop malam ini, besok kan libur, jadi tidak masalah kan pulang agak malam?" ucap Yanto yang berusaha mendekati Debby.

__ADS_1


"Ah, maaf ya Yanto, aku sudah ada janji dengan seseorang, mungkin lain kali saja ya" tolak Debby dengan halus.


"Hmm, memangnya janji dengan siapa Deb?" tanya Yanto yang menyiratkan rasa penasarannya dengan menaikkan alisnya sebelah kanan.


“Oh itu ada deh” jawab Debby yang membuat Yanto semakin penasaran.


“Sudah ya, dia sudah menungguku sejak tadi pagi, jadi aku harus buru-buru..! Ngomong-ngomong, terima kasih ya ajakannya, mungkin lain kali aku bisa ikut jika banyak yang ikut, hehe” ucap Debby dan langsung mempercepat jalannya meninggalkan Yanto.


Namun Yanto masih penasaran dengan orang yang dimaksud oleh Debby, dia pun mengikutinya dari belakang dan menjaga jarak agar tidak terlihat sedang mengikutinya.


Desta melihat Debby yang berbicara dengan Yanto, tapi dia tidak terlalu curiga dengan Yanto karena dia terlihat seperti orang baik-baik, lalu Desta memalingkan pandangannya.


“Bontet..!” teriak Debby.


“Oh hai Deb, sudah selesai? Mau berangkat sekarang atau mau makan dulu sebelum berangkat?” tanya Desta.


“Tidak usah, aku sedang tidak ingin makan di sini sekarang” jawab Debby karena dia merasa Yanto sedang berada di sekitarnya, jadi dia tidak ingin Yanto membuat masalah dengan Desta karena rasa cemburunya.


“Oke deh kalau begitu kita berangkat sekarang ya” Desta berdiri dari duduknya dan mengambil kunci mobil dari saku celananya lalu berjalan menuju kasir untuk membayar makanan dan minuman yang dia pesan.


“Ayo..!” ucap Desta setelah selesai membayar.


“Oh jadi orang itu? Sepertinya aku pernah melihatnya, tapi di mana ya?” gumam Yanto saat Debby dan Desta lewat di belakangnya.


“Ah aku ingat sekarang, dia kan orang yang baru saja masuk ke divisi pemasaran hanya beberapa hari saja, setelah itu dia menghilang entah ke mana, ternyata dia kenalannya Debby” ucap Yanto yang merasa sedikit kesal melihat Debby bergandengan tangan dengan Desta.


“Baiklah, aku akan melihat seberapa hebatnya orang itu sampai-sampai Debby menolak ajakanku” sambung Yanto yang berjalan mengikuti mereka berdua dari kejauhan menuju parkiran mobil.


“Cih, ternyata hanya mobil murahan? Ternyata selera Debby sangat rendah, tapi bagaimanapun aku sudah terlalu menyukainya, terlebih sekarang dia adalah seorang pahlawan perusahaan dan menjadi ketua tim divisi pemasaran..! Wanita hebat seperti itu hanya pantas mendapatkan pria sepertiku..!” ucap Yanto yang meremehkan Desta hanya karena dia mengendarai mobil Honda HR-V yang seharga kurang dari 300 juta, sedangan Yanto mengendarai mobil Mitsubishi Pajero Sport keluaran terbaru dengan harga 700 jutaan.


Yanto pun sampai mengikuti Desta dan Debby dari belakang menuju Central Garden karena rasa penasarannya dengan kemampuan apa yang dimiliki Desta sehingga Debby tertarik padanya.


“Lihat saja, aku akan membuatmu berpaling darinya kepadaku” ucap Yanto dengan penuh ambisi, dia sudah terobsesi untuk mendapatkan Debby.

__ADS_1


__ADS_2