Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Itu Bukanlah Kesalahanku


__ADS_3

“Hmm, terima kasih dok, dan tolong jangan lakukan seperti tadi lagi kepada orang lain, karena tidak lucu dalam kondisi seperti ini..!” jawab Desta dan dia pun berbalik untuk kembali ke tempat duduk.


Desta mengambil ponselnya dan menghubungi Hendra untuk meminta detail tentang Yanto dan dikirimkan kepadanya.


“Baik tuan Desta, aku akan segera memberikan informasinya pada Anda segera, malam ini aku akan kembali ke kantor untuk memeriksa berkasnya” jawab Hendra yang segera melaksanakan permintaan Desta.


“Terima kasih, aku mohon bantuanmu..!” jawab Desta yang sudah mulai tenang setelah mendapatkan kabar dari dokter Ali.


2 jam kemudian ponsel Desta berbunyi dan sebuah pesan singkat dari Hendra pun masuk, Desta langsung membaca informasi yang berisi data tentang Yanto.


“Bagus, sekarang aku sudah tahu harus mencarinya ke mana” ucap Desta dan segera pergi untuk kembali ke butik tempat dia meninggalkan mobilnya.


Di sisi Yanto..

__ADS_1


Dia terlihat sangat ketakutan dan dia jadi mengemudi dengan asal-asalan karena masih dihantui dengan rasa bersalah dan ketakutan setelah menikam Debby dengan pisau lipat miliknya.


“Aku sudah membunuh Debby, aku sudah membunuh Debby, aku sudah membunuh Debby..!” hanya kalimat itu yang terucap di bibirnya.


“Ini semua salah si bajingan itu..! Dia yang memancingku untuk mengeluarkan pisau lipat pemberian ayah” ucap Yanto yang sudah mulai bisa berpikir.


Dia memacu kendaraannya dengan kecepatan maksimal, dan tidak berapa lama dia pun sudah tiba di rumahnya dan langsung masuk untuk bersembunyi.


“Yanto, kau kenapa?” tanya kakak laki-laki Yanto yang kebingungan melihat tingkahnya, namun Yanto tidak menjawabnya, dia malah langsung masuk ke dalam kamar untuk mengurung diri.


Agoraphobia adalah rasa takut atau cemas berlebihan pada tempat atau situasi yang membuat penderitanya merasa panik, malu, atau tidak berdaya.


Itu sebabnya Yanto selalu diawasi olehnya agar tidak melakukan hal yang bisa membuat dirinya atau orang lain terluka.

__ADS_1


Biasanya dia selalu menjemput Yanto sepulang kantor karena perusahaan tempat dia bekerja tidak jauh dari perusahaan Gloria, tapi karena dia sedang ada urusan penting di luar kantornya, jadi, dia tidak bisa mengawasi Yanto hari ini.


Karena orang tua mereka sudah lama bercerai, hingga saat ini kakaknya Yanto lah yang mengurusnya, dan walaupun kekayaan yang dimaksudkan oleh Yanto sebelumnya adalah kekayaan orang tuanya namun sebenarnya itu adalah harta kekayaan yang dimiliki kakaknya.


“Pergi..! Itu bukan salahku..!” teriak Yanto dari dalam kamarnya.


“Apa yang terjadi? Kau bisa ceritakan padaku, biar aku yang mengurus orang itu untukmu” ucap kakaknya Yanto karena memang selama ini begitulah yang terjadi, Yanto yang berbuat masalah, kakaknya yang membereskan masalah tersebut.


“Ckrek..” Akhirnya pintu pun dibuka oleh Yanto dan dia pun menceritakan kejadian yang sesungguhnya kepada kakaknya.


“Tapi itu bukanlah kesalahanku kak..! Si bajingan itu yang memulainya, terlebih lagi wanita yang aku cintai direbut olehnya..!” ucap Yanto.


“Tenanglah, aku akan mengurus masalah ini hingga selesai, apapun yang terjadi aku tidak akan membiarkan siapapun mencelakaimu” tegas kakaknya Yanto.

__ADS_1


Namun kali ini dia sama sekali tidak tahu siapa yang akan dihadapinya, karena setelah ini, kehidupannya tidak akan sama seperti yang dia ketahui sebelumnya karena yang akan dihadapinya adalah siksaan dari iblis yang tidak mengenal belas kasih.


__ADS_2