Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Aku Pegang Janjimu


__ADS_3

“Tuan muda aku mohon..! Ayahku pasti akan sangat sedih jika mengetahui anaknya mati” Cindy berteriak dengan bercucuran air mata dan sangat ketakutan.


Desta pun menghentikan langkahnya dan memikirkan kembali perasaan Sony jika kehilangan anaknya, “Haduh, inilah alasannya aku tidak suka melibatkan wanita dalam setiap urusanku” lalu dia berbalik menghadap Brandon yang masih menodongkan pisaunya ke leher Cindy.


Dengan berjalan perlahan tapi pasti, Desta mendekat ke arah Brandon hingga mencapai jarak tertentu, dia pun menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya lewat mulut.


“Jika aku membantumu, berjanjilah untuk tidak menggangguku lagi..!” Desta menatap dengan sangat tajam ke arah Cindy.


“Aku berjanji aku tidak akan pernah mengusik ataupun berurusan dengan Anda lagi tuan muda” ucap Cindy sambil menangis hebat.


“Oke aku akan pegang janjimu..!” jawab Desta dan dia melihat ke arah Brandon.


“Mau apa kau bajin..” Brandon tidak sempat menyelesaikan ucapannya, terdengar suara tembakan yang membuatnya kaget.


Tanpa disadarinya, pisau yang berada di genggamannya terjatuh dan tangannya sudah tidak dirasakan lagi olehnya.

__ADS_1


“Hah? Apa yang terjadi? Kenapa aku tidak bisa merasakan tanganku? Tanganku mati rasa..!” gumam Brandon yang masih terdiam dan belum melihat ke arah tangannya.


Karena tubuh Brandon yang lebih tinggi daripada Cindy, Desta dapat dengan mudah membidiknya.


Tanpa tunggu berlama-lama lagi, Cindy langsung berlari ke arah Desta dan bersembunyi di belakangnya.


Kemudian, barulah Brandon melihat ke arah tangannya yang mati rasa dan betapa terkejutnya dia saat melihat darah yang bercucuran dari bahu hingga ke ujung jarinya.


“Arrrrrghhh, bajingan..! Apa yang kau lakukan padaku?” teriak Brandon histeris.


“Tidak ada, aku hanya melumpuhkan syaraf tangan kananmu dengan cara meletakkan peluru di antara dua arteri yang menggerakkan otot tanganmu..! Jadi, bisa dibilang saat ini kau lumpuh sementara sampai peluru itu diangkat dari dalam” ucap Desta dengan santainya.


“Sial, untung saja aku mengikuti perintahnya untuk berlutut dan tidak melakukan apapun yang berlebihan” ucap setiap pengawal Brandon yang kini sudah bukan lagi menjadi pengawalnya.


“Jangan membual..!” Brandon berteriak dan berlari ke arah Desta untuk menyerangnya dengan membabi buta.

__ADS_1


“Haduh, orang ini memang sepertinya sudah menjual otaknya di sebuah pusat pelelangan” gumam Desta sambil menepuk dahinya.


Tanpa ancang-ancang yang dibutuhkan, Desta langsung menendang tubuh bagian atas Brandon dengan kaki kanannya dan tendangan tersebut membuat Brandon terpental sejauh 5 meter ke belakang.


Desta mengejar tubuh Brandon yang masih melayang di udara dan bersiap untuk melancarkan pukulan penyelesaian.


Desta menggenggam dan menyatukan kedua telapak tangannya untuk menghantam wajah Brandon yang menyebabkan laju tubuh Brandon yang sedang melayang berbelok ke arah mobil miliknya yang terparkir tidak jauh dari posisinya saat ini.


Brandon pun menghantam pintu mobil dengan kepala terlebih dahulu dan langsung tidak sadarkan diri.


Semua orang kecuali Jefrey, tercengang dengan kecepatan dan kekuatan yang dimiliki Desta, mereka semakin yakin bahwa Desta bukanlah orang sembarangan yang bisa dengan mudah di provokasi.


“Huh, aku jadi mengotori bajuku” ucap Desta sambil menyapu bajunya yang kotor dengan tangannya.


“Oke, jika sudah tidak ada lagi yang bisa dilakukan, aku akan pergi dari sini” ucap Desta dan berjalan kembali ke arah mobil milik Jefrey.

__ADS_1


“Tuan muda, terima kasih banyak..! Aku tidak akan berani mengganggu Anda lagi” ucap Cindy sambil menundukkan kepalanya.


“Mmm..” Desta hanya menjawab seadanya dan segera masuk ke dalam mobil dan menyuruh Jefrey untuk segera pergi dari tempat itu.


__ADS_2