
“Terima kasih, ayah, ibu..!” Febrianto mengikuti langkah orang tuanya.
10 menit kemudian mereka pun tiba di rumah dan bergegas mengambil 2 buah kunci motor yang tersimpan didalam laci meja kamar Tirta dan Dewi.
“Ayah, biar aku yang membonceng ibu” Febrianto hanya ingin berjaga-jaga agar ayahnya yang sudah mulai renta itu tidak kewalahan saat mengendarai sepeda motornya sambil membonceng ibunya jika keadaan mulai mendesak.
Mereka bertiga segera mengunci seluruh pintu dan jendela rumah lalu bergegas pergi menuju hotel terdekat sesuai dengan arahan Desta.
Di sisi Desta..
“Jadi, apa kau akan terus menerus menodongkan parang itu di leherku?” tanya Rio karena masih sangat risih dengan parang yang diletakkan sangat dekat dengan lehernya oleh Desta.
“Hmm, entahlah, rasanya aku harus melakukan..” Desta teralihkan oleh suara yang berasal dari salah satu penyerang yang sudah dilumpuhkan tadi..
“Yo, rupanya sudah ada yang mulai sadar ya? Kau diam di sini dan jangan bergerak atau aku akan memotong kemaluanmu menjadi 4 bagian..!” ancam Desta sambil menepuk-nepukkan sisi parang tersebut di wajah Rio.
Lalu dia berjalan mendekati pria yang membalikkan posisi badannya yang sudah terlentang dan menoleh ke arah Desta yang berjalan mendekatinya.
“Siapa kau? Kenapa kau mencampuri urusan bos kami?” tanya pria tersebut.
__ADS_1
“Hoo, sepertinya aku bisa menggali informasi darimu..!” ucap Desta sambil tersenyum licik.
“Katakan, siapa yang menyuruhmu untuk menyerang kami? Siapa bos yang kau maksudkan?” Desta berjongkok disebelahnya.
“Haha, apa yang membuatmu berpikir kalau aku akan menjawabnya?” jawab pria tersebut.
“Hoo, kau akan segera mengetahuinya..!” Desta langsung berdiri dan berjalan mendekati kaki dari pria tersebut.
“Kau tahu? Aku sebenarnya sangat jengkel dengan beberapa serangkaian kejadian belakangan ini, sedangkan aku harus menyiapkan diri dan segalanya untuk pernikahanku..! Jadi, aku ingin membuat ini selesai dengan cepat” Desta mengangkat kaki sebelah kanan dari pria tersebut dan setelah tersenyum dingin kepadanya, terdengar suara yang sangat tidak mengenakkan di telinga Rio yang sedang melihatnya.
“Krak.. Krak..”
“Arrrrrrrghh..!” pria tersebut berteriak sekerasnya saat kakinya dipatahkan oleh Desta dengan sangat mudah.
Dia tidak tahu apa lagi yang akan dilakukan oleh Desta setelah itu, tapi dia juga tidak bisa mengatakan informasi apapun kepadanya karena ancaman dari bos yang menyuruhnya.
“Sudah ingin mengatakannya?” tanya Desta saat menghempaskan kaki kanan yang sudah patah mematah itu, lalu dia mengangkat lagi kaki kiri pria tersebut.
“Kau patahkan saja seluruh tulangku, aku tidak akan pernah memberikanmu informasi apapun..!” ucap pria tersebut dengan gigih.
__ADS_1
“Hoo, loyalitas yang bagus, tapi aku ingin tahu seberapa jauh kau bisa memegang kata-katamu” Desta mengangkat tinggi-tinggi kaki kiri pria tersebut lalu dengan ayunan tangan kanannya, kaki pria tersebut pun sudah mengarah yang berlawanan.
“Arrrrgghhh..!” pria tersebut berteriak sampai-sampai mengeluarkan air matanya.
Rio yang melihatnya pun tidak bisa berbuat ataupun berkata apa-apa, yang dia rasakan adalah kengerian dari kebengisan Desta dan aura pembunuh yang terasa sangat jelas keluar dari tubuhnya.
“Orang ini benar-benar iblis, iblis psikopat..!” gumam Rio dengan tubuh yang gemetaran karena takut.
“Jadi, apakah dengan kedua kakimu yang sudah berantakan ini masih belum cukup untuk mematahkan loyalitasmu?” Desta kembali menghempaskan kaki kiri pria tersebut.
“Tidak akan..!” nafas pria tersebut sudah tersengal-sengal karena kesakitan yang luar biasa.
“Hmm, baiklah, pertunjukan akan terus berlanjut..!” Desta kembali tersenyum seolah-olah dia sangat menikmati saat menyiksa dan menghukum orang jahat seperti ini.
“Kau.. Kau benar-benar akan mematahkan seluruh tulangku?” pria tersebut terdengar seperti mulai goyah karena dia tidak menyangka bahwa Desta akan benar-benar melakukannya.
“Ya, selama kau tidak mau memberikan informasi apapun, sesuai dengan yang kau ucapkan tadi, aku akan menghancurkan seluruh tulang di badanmu..!” senyuman yang diberikan oleh Desta bukanlah senyuman manis, melainkan senyuman seorang psikopat yang dirasuki oleh iblis.
Desta menyeret kedua kaki pria yang sudah patah tersebut mengelilingi ruangan, rasa sakit yang dialami pria tersebut pun benar-benar tidak bisa dibayangkan oleh Rio.
__ADS_1
Setiap beberapa langkah, Desta menghempaskan kedua kaki pria tersebut dengan keras ke lantai untuk membuat rasa sakitnya semakin parah.
“Sudah, hentikan..!” Rio sudah tidak tahan lagi melihatnya, dia sangat ingin menghentikan Desta tapi dalam kondisinya saat ini, dia takut nasibnya akan sama seperti pria itu.