Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Orang Tak Dikenal


__ADS_3

“Bar? Bukankah ini pesta dansa? Kenapa di bar?” tanya Desta kebingungan.


“Hehe, kan acaranya anak muda kak, jadi, pesta dansanya ya dansa anak muda” ucap Della yang tersenyum tipis.


“Haduh..! Kalau begitu sih sudah pasti akan ada keributan” Desta menepuk dahinya.


“Baiklah, besok malam kita bertemu di bar itu ya kak..!” ucap Della sambil mengedipkan matanya lalu Della dengan wajah yang berseri-seri dia berjalan meninggalkan Desta.


“Semoga Debby tidak salah paham akan hal ini” Desta menggelengkan kepalanya lalu berdiri dan berniat untuk meninggalkan gedung tersebut lalu pulang untuk beristirahat, dia sudah merasa kedinginan dengan suhu ruangan yang menggunakan pendingin ditambah bajunya yang masih basah kuyup, dia tidak ingin masuk angin, jadi, dia mengirimkan pesan kepada Sony yang mengatakan dia akan segera pulang.


Sesampainya di pos Satpam, Desta melihat motornya yang sedang diduduki oleh seseorang yang tidak dia kenal, lalu dia mendekati untuk mencari tahu siapa yang berani duduk di atas motornya.


“Halo?” ucap Desta dan orang itu pun berbalik menoleh ke arah Desta.


Seorang pria paruh baya yang terlihat sangat kesal, turun dari motor dan berjalan mendekat ke arah Desta.


Desta melihat salah satu tangan pemuda itu yang disembunyikannya di belakangnya, dia pun bersiaga untuk kemungkinan bahwa pemuda itu memegang sebuah senjata untuk mencelakainya.


Sesaat kemudian, dia berhenti dan menoleh ke arah sepeda motor milik Desta, “Itu milikmu?” tanya pemuda itu.

__ADS_1


“Ya, kau siapa?” jawab Desta dengan berbalik tanya.


“Tidak perlu tahu aku siapa, yang jelas, aku datang hanya untuk memperingatkanmu, kau sudah mencari masalah dengan orang yang salah, dan semoga kau beruntung untuk ke depannya..!” ucap pria tersebut dan dia pun berjalan meninggalkan Desta.


“Hmm? Memangnya siapa? Aku memang sudah banyak musuh, tapi mereka semua sepertinya tidak akan berani menggangguku lagi setelah aku beri hukuman” pikir Desta yang memicingkan matanya.


“Ah sudahlah, untuk apa aku pikirkan? Lebih baik aku segera pulang dan bersantai” ucap Desta dan pria paruh baya tadi sudah hilang dari pandangannya.


Tak lama dia pun menghidupkan mesin sepeda motornya dan dia mencium seperti ada kabel terbakar dan tak lama tercium lagi aroma bahan bakar di sekitarnya.


“Hmm? Bau dari mana ini?” lalu Desta memeriksa sekitarnya dan melihat ternyata selang bahan bakar sepeda motornya diputus oleh seseorang yang kemungkinan adalah pria paruh baya tadi.


Dengan cepat api pun menyelimuti sepeda motornya, dan sesaat sebelum api menjilat tubuhnya, Desta melompat dan menjauh dari motornya yang sedang dilahap api untuk menghindari ledakan yang mungkin akan terjadi seperti di film-film yang dia tonton.


Untungnya api tersebut tidak membuat sepeda motor Desta meledak dan sempat dipadamkan oleh satpam yang baru saja kembali dari toilet dan langsung menyemprotkan pemadam api.


“Mas, kenapa motornya bisa terbakar?” tanya satpam itu dengan wajah keheranan dan juga ketakutan kalau-kalau akan terjadi ledakan.


“Entahlah, sepertinya ada yang ingin mencelakaiku” jawab Desta sambil menaikkan bahunya.

__ADS_1


“Tapi siapa?” gumamnya kembali.


“Untuk saat ini lebih baik aku lebih berhati-hati lagi, dan tidak menemui Debby sampai aku tahu dalang dibalik sabotase motor ini” gumam Desta dan dia mengambil ponselnya untuk menghubungi Roger.


“Iya bos?” jawab Roger di ujung telepon.


“Aku ingin kau memperketat penjagaanmu kepada Debby..! Baru saja motorku terbakar karena disabotase oleh orang yang tidak dikenal, dan aku takut dia akan mengincar orang-orang terdekatku” ucap Desta dengan nada yang serius.


“Oke bos, selama aku yang mengawasi nona Debby, tidak akan ada yang bisa menyentuhnya” ucap Roger dengan percaya diri yang tinggi.


“Mmm, aku bergantung padamu..!” jawab Desta dan dia langsung mematikan panggilan teleponnya lalu berjalan mendekati motor yang hampir hangus seluruhnya.


Setelah 10 menit melihat keadaannya, “Tidak ada jejak sedikit pun, aku tidak bisa meminta bantuan paman Sebastian untuk melacaknya kalau begini..! Kalau begitu untuk sementara aku akan meminta bantuan dari gangster elang hitam untuk mengawasi sekitarku” Desta kembali mengambil ponsel dan menghubungi Jefrey.


“Tuan muda?” jawab Jefrey.


“Jef, aku ingin meminta bantuanmu untuk sementara..!” lalu Desta menceritakan kejadian yang baru saja dialaminya.


“Baik tuan muda, aku akan memerintahkan seluruh anggota untuk menyebar dan mengawasi sekitar Anda” jawab Jefrey.

__ADS_1


“Mmm, paling tidak sampai aku tahu siapa dalang dibalik kejadian hari ini” ucap Desta dan dia mematikan teleponnya, lalu menghubungi Sebastian untuk menjemputnya, karena untuk saat ini dia tidak bisa percaya kepada siapapun selain Sebastian.


“Baik tuan muda, aku akan segera berangkat ke sana” jawab Sebastian dan langsung mematikan teleponnya lalu bergegas menjemput Desta.


__ADS_2