
Boris masih dalam posisi bertahan dan mencoba berkonsentrasi pada gerakan Desta selanjutnya.
“Aku tidak bisa membaca gerakannya, tapi aku akan mencoba sesuatu” gumam Boris dan kemudian dia memejamkan matanya.
Sesaat kemudian Desta pun memulai serangannya, dengan langkah yang terlihat tidak beraturan, dia dengan cepat mendekati posisi Boris.
“Hmm? Seperti ada yang aneh” gumam Desta seraya tetap maju untuk melayangkan sebuah pukulan ke arah perut Boris.
“Syut..” Boris menghindar dengan melangkah mundur ke belakang tepat sebelum pukulan Desta mengenai ulu hatinya.
“Hah?”
“Apa dia benar-benar bisa menghindarinya?”
“Tidak..! Aku yakin itu hanya sebuah kebetulan saja..!”
Semua orang yang melihatnya langsung terkejut karena hal mustahil seperti itu bisa dilakukan oleh Boris, dan mereka sepakat bahwa itu hanyalah sebuah kebetulan.
“Ah, itu..! Tidak mungkin..!” ucap Kamandanu yang ikut tercengang dengan kejadian tersebut.
“Jika memang sebuah kebetulan, setidaknya dia tetap terjatuh karena posisi kaki yang tidak seimbang, tapi dia bisa menghindarinya dengan sempurna” Kamandanu bergumam dalam pikirannya.
__ADS_1
“Hoo, kau hebat juga ternyata” ucap Desta yang masih berada di titik butanya Boris.
“Hehe, aku memang tidak bisa melihatmu, tapi jika mendengarkan suara langkahmu aku pasti bisa menemukanmu” ucap Boris.
“Tidak mungkin..! Dia pasti hanya membual..!”
“Hanya sebuah keberuntungan saja sudah sombong seperti itu..!”
“Cih, mana mungkin dia bisa mendengarnya..! Jangan membual kau..!”
Semua anggota Elang Hitam mencibir ucapan Boris barusan, karena bukan tanpa alasan mereka berkata seperti itu.
“Hehe, pantas saja banyak orang besar yang menginginkan keahlianmu itu..!” ucap Desta yang percaya dengan ucapan Boris.
Seperti yang dikatakan oleh Kamandanu tadi, posisi kaki Boris saat menghindar tadi tidaklah sembarangan.
Jika memang dia hanya refleks karena terkejut, dia pasti akan terjatuh karena posisi yang sudah pasti tidak akan seimbang.
Tapi Desta melihat kaki Boris dengan kuda-kuda yang mantap seolah dia tahu apa yang sedang dilakukannya.
“Kalau begitu ini akan menjadi sedikit menarik” ucap Desta sambil tersenyum dan segera menghentikan langkah sunyi.
__ADS_1
“Oh, kau sudah selesai?” tanya Boris dan dia pun kembali ke sikap normal tanpa pertahanan.
“Tidak juga, aku hanya sedang memikirkan sesuatu untuk mengalahkanmu” jawab Desta dengan wajah yang terlihat sedang memikirkan sesuatu.
“Aku ingin tahu tujuanmu yang sebenarnya..!” teriak Boris.
“Hmm? Tujuan apa? Aku hanya ingin membantumu saja” jawab Desta yang menaikkan alis sebelah kanannya.
“Cih, jangan berbohong..! Mana ada orang yang ingin membantu dengan gratis sekarang ini..! Jadi, aku akan menanyakannya sekali lagi, apa tujuanmu sebenarnya?” teriak Boris.
“Hmm, aku hanya ingin membantumu lepas dari jeratan Brandon dan membantuku untuk memberikan informasi yang aku butuhkan, lalu memang setelahnya aku akan memberikanmu pilihan untuk menjadi temanku atau kau bisa memilih untuk hidup bebas” jawab Desta santai.
“Haha, lalu kau pikir aku akan percaya dengan omong kosong itu? Paling-paling kalau pun aku bisa mengalahkanmu, tetap akan berakhir aku yang akan dipaksa menjadi budakmu..!” ucap Boris yang sudah sangat sinis dengan ucapan Desta.
“Hmm, sepertinya kau memang sudah tidak lagi mempercayai orang lain? Itu hal yang bagus, tapi untuk kasus kali ini, aku tidak akan memaksa kau untuk percaya, atau untuk lebih tepatnya, kau akan percaya dengan sendirinya” ucap Desta dan dia kembali membuat posisi kuda-kuda yang kali ini terlihat berbeda.
“Huh, coba saja kalau kau bisa..!” jawab Boris dan dia kembali memasang kuda-kuda untuk bertarung.
“Jika memang yang dikatakannya adalah kejujuran, aku akan meminta agar dia bisa membuat kakakku aman dari ancaman apapun” gumam Boris dengan wajah yang serius.
“Ayo mulai..! 1.. 2.. 3..” Desta langsung berlari kencang menuju Boris.
__ADS_1