
"Hmm, untuk apa seorang pengemis makan di sini? Mana dia tahu kualitas yang bagus, kan makanannya dari tempat sampah" Arman sungguh membuat telinga Desta panas, dia ingin sekali menghajarnya, tapi dia tetap berusaha tenang karena dia tidak ingin membuat Robert rugi lagi.
Dia merasakan keanehan setelah mencicipinya, makanan itu sangat enak dan tidak ada sedikitpun aroma atau rasa basi di dalamnya bahan yang digunakan.
Lalu dia berjalan ke depan dan menyuruh pria tua yang duduk di dekatnya untuk mencicipi makanan itu.
"Tuan, bagaimana rasanya?" Desta bertanya sambil tersenyum ramah.
"Wah, ini makanan terenak yang pernah aku makan di restoran ini..!" Desta semakin yakin bahwa pria itu sengaja membuat keributan dan memang ingin menjatuhkan nama baik restoran ini.
Pria itu pun langsung berdiri dan mendatangi Desta.
"Memangnya siapa yang akan percaya dengan seorang pengemis dan orang tua bau tanah?" dia mengambil makanan dari atas meja di depan Desta dan membuangnya ke tempat sampah.
"Tuan, maafkan aku, sebenarnya apa masalahmu dengan restoran ini? Aku sudah dan tuan yang ramah ini sudah mencicipinya, makanan itu sangat enak dan kualitas bahan yang digunakan juga kelas atas" Desta menunjuk ke arah pelanggan yang ikut mencicipi makanan tadi sambil menjelaskan yang dia rasakan.
"Tidak ada urusannya denganmu, lagipula siapa yang akan percaya dengan kalian?" Arman menjadi semakin congkak karena merasa saat ini nasib restoran ini berada di tangannya.
__ADS_1
Dengan kekuatan ayahnya, dia bisa saja memutuskan penyaluran stok bahan makanan untuk restoran ini dan memcabut izin usahanya, itu akan membuat restoran ini bangkrut secara bertahap.
"Haha, tenang saja tuan, walaupun hanya aku sudah tua, tapi penilaianku tidak pernah salah..!" pria tua itu tersenyum dan melihat ke arah Arman.
"Huh, memangnya kau siapa? Hanya seorang pria tua yang tidak tahu apapun tentang makanan..! Ayahku bekerja sebagai pemimpin kantor cabang organisasi inspeksi kelayakan makanan di Jakarta, aku lebih paham darimu..!" Arman meneriaki pria tua itu dengan nada sombong.
"Perkenalkan, namaku Nicholas dan aku adalah ketua besar dari organisasi inspeksi kelayakan makanan di Indonesia" dia memperkenalkan diri dan mengeluarkan tanda pengenal yang menunjukkan bahwa benar dia adalah ketua dari organisasi terbesar di industri makanan.
Seketika itu, tak ada satupun orang yang tidak menganga, karena itu adalah organisasi raksasa yang harus dilalui sebuah perusahaan makanan untuk mendapatkan izin membuka usahanya, dan bocah itu sudah menghina Nicholas.
"Oh iya, ayahmu itu namanya Michael, bukan? Jika dia tidak menyuruhmu meminta maaf pada manajer restoran dan anak muda ini, aku akan mencabut jabatannya dan mengeluarkannya dari organisasi" mendengar itu, Arman menjadi gemetaran karena melihat Nicholas mengeluarkan ponselnya dan seperti menghubungi seseorang, dia takut itu adalah ayahnya.
"T-tuan, aku minta maaf atas.." belum sempat dia menyelesaikannya, ponselnya pun berdering dan dia sangat terkejut, itu panggilan dari ayahnya.
"Ayah ada apa?" Arman menjawab panggilan ayahnya dengan tangan yang bergemetaran.
"Anak kurang ajar, tidak berguna..! Apa yang kau lakukan hingga tuan Nicholas merasa tersinggung?" Michael sangat marah dengan kelakuan anaknya, gara-gara Arman, dia terancam kehilangan pekerjaan kebanggaannya.
__ADS_1
"Aku t-tidak, aku hanya.." Arman terbata-bata.
"Cepat berlutut dan minta maaf pada tuan Nicholas, turuti perkataannya..! Aku tahu tuan Nicholas tidak akan berbaik hati" Michael sudah sangat marah hingga ingin muntah darah.
Arman pun dengan penuh ketakutan, berlutut di depan Nicholas dan dia merasa sangat dipermalukan di hadapan semua orang, dia akan mengingat kejadian ini seumur hidupnya, terutama pada Desta karena dia lah yang mendatangi Nicholas untuk mencicipi makanannya.
Dia memang suka membuat keributan di setiap restoran yang tidak disukainya, dan dengan mengandalkan kekuatan ayahnya, sudah banyak sekali restoran yang ditutup olehnya.
"Tuan, aku mohon maafkan aku" Arman memohon maaf pada Nicholas.
"Aku bilang kepada mereka berdua, bukan padaku..! Apakah kau tuli?" Nicholas memasang ekspresi yang sangat menakutkan untuk pria seumurnya.
Arman pun menoleh dan segera berlutut di hadapan Robert dan Desta untuk meminta maaf.
"Ah, aku beruntung, ternyata orang yang kuhampiri adalah orang yang sangat penting" gumam Desta sambil tersenyum senang.
"Aku harap lain kali saat kau berbuat keributan, itu bukanlah di tempat ini, karena ini adalah restoran kesukaanku..!" semua orang yang mendengarkan ucapan Nicholas seolah menjadi semakin bersemangat untuk terus datang ke tempat ini karena sudah terjamin kualitasnya.
__ADS_1
"Baik tuan, maafkan aku, aku akan segera pergi dari sini" Arman tertunduk malu dan segera keluar dari restoran.
"Sepertinya perjalananku tidak akan semudah yang kukira, dan sepertinya juga akan banyak yang tidak menyukaiku jika masalah seperti ini terus bermunculan" Desta berpikir, perjalanannya untuk tetap low profile akan semakin sulit.