Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Desta Diusir


__ADS_3

Keesokan harinya..


Desta berencana mengunjungi kediaman Andre untuk memberikan selamat atas kesembuhan ayahnya.


Dia pun memesan 2 kilogram teh herbal dengan kualitas super dari kenalan ayahnya, dia membelinya sebagai hadiah untuk diberikan kepada ayahnya Andre.


Tak lama pesanannya tiba, "Aku rasa untuk sekarang seperti ini saja" Desta kemudian memesan taksi untuk pergi ke rumah Andre, dia tidak menggunakan sepeda motornya karena tidak ingin terlihat mencolok dan membuat keluarga Andre berasumsi bahwa dia lah yang telah membantu biaya pengobatannya.


Di kediaman Andre..


"Ah aku harus menetap selama 2 bulan untuk mengurus perpindahan domisili, jadi selama 2 bulan aku tidak akan ada di Jakarta" Andre berbicara di telepon yang tersambung dengan ayahnya.


"Sudah dulu ayah, aku ada urusan sebentar di kantor pemerintah kota" Lalu panggilan telepon ditutup oleh Andre.


"Bagaimana ayah? Kapan kak Andre akan kembali?" tanya Mita berharap kabar baik yang akan didengarnya.


Joni yang sudah mulai pulih diizinkan untuk pulang ke rumah dengan pengawasan medis dari keluarganya.

__ADS_1


"Huh, dia tidak akan kembali hingga 2 bulan ke depan, untuk mengurus perpindahan domisili membutuhkan waktu yang lama" Joni menghela nafas karena harus menunggu 2 bulan lagi untuk melihat anak kesayangannya.


"Kalau begitu minta Andre untuk memberitahukan siapa temannya yang sudah membantu biaya pengobatanmu saja, jadi kita bisa berterima kasih secara langsung untuk mewakili Andre" Dina mencari-cari alasan untuk menemui Desta, dia ingin menjodohkan Mita dengannya.


"Aku tidak akan meminta hal itu, biarlah Andre sendiri yang menentukan cara berterima kasih kepada temannya" jawab Joni sambil meminum segelas air jahe yang masih hangat.


Dina dan Mita diam tak mengatakan apapun, hanya tatapan kesal yang mereka berikan kepada Joni.


"Ah, ya sudah nanti aku akan membicarakannya lagi dengan Andre" Joni menghelas nafas dan meletakkan gelas minuman jahenya di atas meja makan.


"Tok..tok.." suara ketukan dari pintu depan terdengar, dan Mita datang untuk membukakan pintu.


Sepertinya dia Pernah melihat wajah laki-laki itu, tapi hanya mengingatnya dengan samar-samar.


"Maaf, kau siapa?" tanya Mita penasaran namun tetap merendahkan karena penampilan laki-laki itu terlihat sangat biasa.


"Oh maafkan aku..! Namaku Desta, teman sekantornya Andre, ya walaupun sekarang sudah tidak bekerja di kantor itu lagi, hehe" jawab Desta sambil menggaruk-garuk pipinya.

__ADS_1


Mita pun mengingatnya, dia adalah temannya Andre yang sekarang sudah jadi pengangguran, tatapannya pun semakin merendahkan.


"Mita, ada siapa?" Joni berteriak dari ruang keluarga.


"Temannya kak Andre, ayah..!" jawab Mita.


"Kenapa kau diamkan saja di luar? Suruh masuk..!" ucap Joni yang berniat akan menghampiri.


"Dia bilang tidak perlu masuk, soalnya ada urusan lain" Mita menjawab ayahnya sambil melihat ke arah Desta.


Desta terkejut, dia sama sekali tidak mengatakan hal itu, maksud kedatangannya ke rumah Andre adalah untuk memberikan oleh-oleh dan ucapan selamat untuk kesembuhan ayahnya Andre.


Tapi dia tidak memasukkannya ke hati, karena Andre pernah menceritakan tentang semua anggota keluarganya termasuk keluarga tirinya ini termasuk sifat mereka masing-masing.


"Maaf, aku hanya ingin memberikan ucapan selamat dan beberapa bingkisan untuk paman Joni atas kesembuhannya dan masa pemulihannya" ucap Desta pelan.


"Cukup aku saja yang menyampaikannya, kau pergilah dari sini..!" ucap Mita dengan nada ketus untuk mengusir Desta.

__ADS_1


"Oh, kalau begitu aku pamit, sampaikan salamku untuk paman, ya..!" Desta memberikan bingkisan hadiahnya pada Mita, dan dia pun berbalik pergi dari kediaman Andre.


Jika itu adalah orang lain, tentu Desta tidak akan repot-repot datang hanya untuk diusir, tapi karena pertemanannya dengan Andre, keluarganya pun telah dianggap sebagai keluarganya sendiri.


__ADS_2