
“Apapun hasilnya, keputusan dari tuan Sebastian sudah tidak bisa diganggu gugat, semua harus menerima tak terkecuali Hendra dan Albert..!” tegas Jayanti.
“Wah dia bahkan memanggil direktur Hendra dan manager Albert dengan namanya saja, kedudukannya pasti sangat tinggi”
“Kalau nona Jayanti saja sudah setinggi itu, bagaimana dengan tuan Sebastian?”
Semua orang mulai bergosip dengan suara yang sangat pelan agar tidak terdengar oleh mereka berempat.
“Ehem, baiklah kalau begitu aku akan langsung mengumumkan saja, aku sudah tidak mau berlama-lama di sini” ucap Jayanti, Sebastian dan yang lainnya hanya bisa tersenyum kecut mendengar ucapan Jayanti.
“Setelah aku pertimbangkan lagi, kontrak kerja sama antara perusahaan Gloria dengan Perusahaan Heir Group akan kembali dijalin dengan syarat untuk 3 bulan ke depan target produktifitas harus mencapai di atas 50 persen” ucap Jayanti.
“Wah, tidak hanya bisa meyakinkan mereka untuk menjalin kembali kerja sama antar perusahaan, tapi dia juga bisa membuat standar target yang harus dicapai menurun, itu akan sangat meringankan beban kita dalam bekerja”
“Benar, aku sampai kagum mendengarnya”
“Kira-kira siapa yang sudah sangat hebat bernegosiasi dengan hasil seperti itu ya?”
Semua orang kembali bergosip di belakang dengan suara pelan, dan mereka pun melihat ke arah Agung yang terlihat tersenyum-senyum percaya diri sejak awal pengumuman.
“Wah ini pasti pak Agung yang membuat negosiasi seperti itu”
“Ya, aku yakin sekali pasti dia yang telah berjasa atas semua ini” sambung karyawan yang lainnya.
__ADS_1
“Huh, kau dengar itu?” ucap Agung kepada Debby dengan senyuman liciknya.
“Hah, dengar apanya?” jawab Debby yang ingin mengabaikannya.
“Haha, kau sudah kalah, tentu saja kau akan bersikap seperti itu, karena sudah tidak akan mungkin kau bisa menggoda seorang wanita” ucap Agung yang masih saja menuduh Debby seperti itu.
“Mohon tenang..!” Albert dan Hendra berteriak untuk membuat semua karyawan yang menjadi heboh setelah mendengar hasil negosiasi yang belum selesai dari Jayanti.
“Terima kasih, nona Jayanti silakan lanjutkan” ucap Hendra.
“Baiklah, dengan hasil negosiasi seperti itu, terima kasih kepada...” Jayanti berhenti sejenak dan melihat semua orang kecuali Debby menelan ludahnya karena menunggu hasilnya.
“Nona Debby, terima kasih untuk negosiasi Anda kemarin, aku benar-benar tidak bisa berkata apapun untuk menolak tawaran Anda, dan aku mengakui bahwa Anda adalah seorang negosiator yang memilik kemampuan negosiasi sangat baik..! Dan dengan ini, sesuai dengan janji yang diucapkan oleh Hendra, nona Debby akan diangkat menjadi ketua tim divisi pemasaran, dan akan dinaikkan gajinya 2 kali lipat” ucap Jayanti.
“Ti-tidak mungkin..! Bagaimana bisa? Aku yakin sekali bahwa dia tidak ada kompetensi untuk bernegosiasi ataupun mengurusi tim ini..!” teriak Agung yang protes dengan pengumuman tersebut.
“Oh jadi kau mau protes? Silakan saja ajukan protesmu kepada tuan Sebastian..! Karena beliau sudah mempercayakan semua hasilnya padaku, jadi keputusanku adalah keputusan tuan Sebastian..! Kau punya hak apa untuk membantahnya?” jawab Jayanti dengan nada yang sangat menekan.
“A-aku, tidak..! Maksudku..” Agung tidak bisa menjawab dengan baik karena dia tahu tidak akan bisa menang melawan Jayanti yang jabatannya sangat jauh darinya.
“Maksudku, dia pasti sudah menggodamu bukan? Atau dia sudah mengancammu dengan berbagai cara agar negosiasi darinya kau terima, begitu kan?” ucap Agung yang masih tidak menerima hasilnya.
“Sudah? Kau sudah selesai?” tanya Jayanti.
__ADS_1
“Apakah kau ada bukti untuk tuduhanmu itu? Jika tidak, hari ini juga kau akan menghadapi kepolisian atas tuduhan palsu dan perusakan nama baik..! Dan kami berempat yang akan menjadi saksi untuk masalah ini..!” ucap Jayanti yang membuat Agung benar-benar berkeringat dingin, Agung tidak bisa membuktikan omongannya karena itu hanyalah sebuah tuduhan tanpa bukti,
Ucapan Jayanti membuat semua orang bingung, Debby yang terlihat tidak memiliki kemampuan untuk bernegosiasi bahkan bisa melampaui ekspektasi semua orang.
Malah sebaliknya, semua orang menatap tajam kepada Agung yang sudah membuat rumor palsu dan membuat mereka berpikiran jelek kepada Debby.
“Ternyata semua ucapanmu itu hanya omong kosong?”
“Agung,kau benar-benar manusia paling rendah di muka bumi ini”
“Cih, untung saja kau sudah digantikan oleh Debby, orang sepertimulah yang sebenarnya tidak pantas untuk menjadi seorang ketua tim..!”
Semua orang yang tadinya berada di sisi Agung, kini berbalik mencercanya habis-habisan, dan Debby yang melihat hal itu hanya tersenyum senang karena akhirnya tuduhan itu lepas dari dirinya.
“Deb, maafkan aku sudah terlalu bodoh karena mempercayai ucapan Agung tanpa menanyakan buktinya terlebih dahulu”
“Ya, maafkan kami ya Debby”
Semua orang yang sudah menghina dan mencerca Debby berebut meminta maaf kepadanya, karena sekarang Debby adalah ketua tim mereka secara resmi dan penilaian kinerja mereka ada di tangan Debby, jadi mereka tidak berani lagi mencercanya.
“Mmm, tidak usah dipikirkan, walaupun aku sudah menjadi ketua tim ini, tapi aku masih teman kalian” Debby menggelengkan kepalanya saat menjawab ucapan mereka, dan dia sudah benar-benar merasa lega karena kejadian ini.
“Bontet, terima kasih..! Kau memang yang terbaik” gumam Debby.
__ADS_1