
“Cih, katakan saja kalau kau memang tidak pernah belajar etika, dasar sampah..!” ucap Brandon.
Sony sebenarnya sangat geram dengan kelakuan Brandon, dia sudah kehilangan rasa hormat terhadapnya, jika bukan karena Desta, dia pasti sudah sejak tadi mengusirnya.
“Terserah kau saja, jika memang kau tidak suka makan banyak ya itu urusanmu” ucap Desta sambil mengangkat bahunya lalu melanjutkan makannya.
“Paman, kenapa kau belum mengambil makanan? Ini kan rumahmu, tidak perlu sungkan paman” ucap Desta karena dia melihat Sony yang sedari tadi hanya duduk tanpa makanan dan melihat ke arahnya.
“Hei sialan..! Kau pikir kau siapa hah? Ini adalah rumahku dan kau itu hanya orang asing, jangan bersikap seolah ini adalah rumahmu..!” teriak Cindy dengan wajah yang sangat masam.
“Cindy, tutup mulutmu..! Aku sudah tidak tahan dengan ocehanmu yang dari tadi sangat mengganggu telinga..!” ucap Della yang sudah tidak bisa menahan emosinya yang dia simpan dari tadi karena rasa malu dengan kelakuan adik kandungnya tersebut.
“Kak, kenapa kau malah membela si brengsek ini?” teriak Cindy.
“Aku sarankan kau untuk meminta maaf kepadanya sebelum kau menyesalinya..!” ujar Della, dia sudah tahu identitas Desta yang sebenarnya, jadi dia mengerti kenapa ayahnya bersikap demikian terhadap Desta.
“Aku? Meminta maaf kepadanya? Cih, jika harus memilih untuk memakan kotoran, aku akan memakan kotoranku sendiri daripada harus meminta maaf padanya..!” jawab Cindy setelah menggebrak meja makan.
__ADS_1
Dengan emosi yang meluap, akhirnya Cindy pun berjalan memutari meja makan dengan membawa segelas air minuman dingin dan berdiri di sebelah Desta.
“Cindy, apa yang ingin kau lakukan?” ucap Sony dengan rasa cemas yang amat sangat.
“Apa yang ingin aku lakukan? Ini..!” Cindy menyiramkan minuman dingin tersebut kepada Desta dan membuatnya basah kuyup.
“Ini untuk perlakuanmu kepada Brandon sebelumnya..! Kau pikir rasa malu yang ditanggungnya bisa hilang begitu saja, hah?” teriak Cindy sambil marah-marah.
“Cindy apa yang kau lakukan? Cepat berlutut dan minta maaf pada tuan muda..!” Sony sudah tidak bisa menahan emosinya, dia berpikir bahwa kali ini keluarganya akan benar-benar tamat oleh kelakuan anaknya sendiri dan Della yang melihatnya pun hanya bisa bergidik merinding ketakutan jika Cindy akan mendapatkan hal yang buruk nantinya.
“Ayah, katakan padaku, ancaman apa yang dilakukan oleh si brengsek ini hingga ayah lebih memilih untuk memperlakukannya seperti seorang raja dan mengabaikan anakmu sendiri?” ujar Cindy.
“Cindy, aku bilang minta..” Sony tidak menyelesaikan ucapannya karena dihentikan oleh Desta.
“E-eh tuan muda, ini adalah sebuah kesalahpahaman, Cindy tidak tahu apa yang sudah dilakukannya” Sony masih berusaha untuk menenangkan Desta yang terlihat sangat marah.
“Tenanglah paman, aku tidak akan melakukan apapun padanya”
__ADS_1
“Brandon bukan?” tanya Desta sambil melihat ke arah Brandon.
“Mau apa kau?” tanya Brandon yang langsung pada intinya.
“Hehe, kau benar-benar tidak suka berbasa-basi ya, baiklah kalau begitu” ujar Desta.
“Aku ingin menanyakan sekali lagi, apa yang memberimu keberanian untuk memprovokasi diriku dan menghasut Cindy untuk melakukan hal ini?” tanya Desta sambil menyilakan kedua tangannya di dagunya.
“Dia tidak menghasutku, aku sendiri yang ingin melakukannya padamu..!” sela Cindy untuk membela Brandon.
“Apa aku bertanya padamu?” Desta menoleh ke arah Cindy dengan tatapan yang tajam dan membuat Cindy tergagap tidak bisa berkata apapun.
“Jadi, apa jawabanmu?” Desta kembali melihat ke arah Brandon.
“Haha, benar-benar pertanyaan bodoh..! Apa yang memberiku keberanian katamu? Kau itu tidak tahu diri ya? Sudah jelas aku ini orang dari kalangan atas dan kau itu hanya seorang gelandangan..!” ujar Brandon.
“Maksudku, coba lihat dirimu..! Penampilan dan pakaian yang sangat kumuh, apa itu yang dinamakan orang kaya? Sudah jelas tidak, bukan? Berarti kau memang hanya orang miskin dan sudah jelas kalau kau tidak punya apapun untuk melawanku..!” sambung Brandon.
__ADS_1
“Hmm, alasan yang aneh, tapi ya sudahlah..! Jadi, itu jawabanmu? Lalu, bagaimana jika aku bilang bahwa yang orang miskin di sini adalah dirimu?” jawab Desta sambil tersenyum licik.