
“Aku hanya ingin mengajarkan kalian sopan santun, tidak peduli siapa aku, atau siapapun itu, kalian tidak pantas berkelakuan seperti ini..!” ucap Desta menceramahi mereka berdua.
Namun, bukannya mendengarkan, mereka berdua malah tertawa terbahak-bahak.
“Yo, memangnya kau itu ayahku? Kau berbicara seperti orang tua saja, haha..!” Brandon dan temannya semakin tertawa terbahak-bahak, dan semua orang pun ikut tertawa terbahak-bahak karena apa yang dikatakan Desta tidak sampai di akal mereka.
“Memangnya salah jika kita dari kalangan elite memandang rendah kalian kalangan bawah?”
“Sepertinya dia hanya seorang yang menyusup masuk ke aula utama ini”
“Usir saja dia, Satpam mana sih kenapa belum bertindak juga?”
Sebagian besar orang yang ada di dalam aula utama jadi ricuh karena menganggap Desta tidak pantas dan ingin mengusir Desta keluar dari gedung ini.
“Haduh, inilah kenapa aku tidak suka bergaul dengan orang-orang dari kalangan elite” ucap Desta dan menggelengkan kepalanya.
“Aku peringatkan kalian untuk yang terakhir kalinya, sebelum aku berdiri, aku masih akan menerima permintaan maaf kalian..!” ucap Desta yang masih berusaha untuk terakhir kalinya menahan emosi yang meledak-ledak dalam diri.
__ADS_1
“Cih, minta maaf padamu sama saja aku menjilat bokongku sendiri..!” ucap Brandon dengan sombongnya.
“Ya, lebih baik aku mematahkan kakiku sendiri daripada meminta maaf padamu..!” sambung temannya Brandon.
“Hmm, baiklah kalau begitu sayang sekali, kalian membuang kesempatan kalian dengan percuma, dan aku yakin kalian akan menyesalinya” ucap Desta dan dia pun menyunggingkan senyum licik khasnya.
“Sekarang kalian berdua adalah orang cacat..!” ujar Desta dan dia langsung membuat kuda-kuda seperti saat melawan Roger.
“Yo..! Kau sedang apa? Apa kau sedang menahan kencing? Haha..!” cemooh Brandon dan dia masih tetap tertawa terbahak-bahak dengan temannya.
“Hoo, kalian masih bisa tertawa? Baguslah, karena sebentar lagi kalian tidak akan bisa tertawa” ucap Desta dan sesaat kemudian dia menghilang dari pandangan Brandon dan sebuah pukulan keras dari tangan kanan Desta sudah berada tepat di bawah dagunya.
“Oi, berani sekali kau..” temannya Brandon tidak sempat menyelesaikan omongannya tiba-tiba dia melihat Brandon terasa semakin jauh dari pandangannya, ternyata dia telah terhempas jauh dari posisi sebelumnya oleh tendangan yang dilayangkan Desta ke arah perutnya.
Saat dia tersadar bahwa dirinya sudah terpental jauh, darah segar muncrat dari dalam mulutnya hingga mengotori baju mahalnya.
“Aku kan sudah memberikan kesempatan pada kalian berdua, tapi masih saja tidak mengindahkan peringatanku..!” ucap Desta yang berjalan mendekat ke arah Brandon.
__ADS_1
“Sekarang aku bisa masuk angin kalau bajuku tetap basah seperti ini..! Tapi sayangnya aku juga tidak membawa baju ganti” gumamnya dalam hati seraya berjongkok setelah tiba di sebelah Brandon.
“Hei, ke mana perginya rasa bangga akan kekayaanmu tadi hah?” bentak Desta sambil menepuk-nepuk pipi Brandon.
“Akh.. Akh.. Akh..” Brandon tidak bisa lagi bicara karena rahangnya yang dislokasi setelah dihantam dengan pukulan Desta.
“Hah? Kau ngomong apa sih? Kalau bicara yang jelas dong..!” ucap Desta, kemudian dia memegang dagu Brandon dan dengan satu sentakan kuat, rahangnya pun kembali seperti semula dan Brandon berteriak sekerasnya.
“Arrrrrgghhhhh....!” teriak Brandon.
Semua orang yang melihatnya merasakan ngilu yang luar biasa, mereka tidak bisa membayangkan kondisi yang dialami mereka berdua setelah dihajar seperti itu oleh Desta.
Mereka berpikir dan merasa beruntung karena tidak ikut terlalu jauh mencemooh Desta hingga akhirnya menyinggung perasaannya.
“Nah, sekarang kan kau sudah bisa bicara lagi, apakah ada yang ingin kau katakan?” ucap Desta setelah memperbaiki rahang Brandon.
“Ak.. Aku akan melaporkan ini pada tuan Sony agar kau diberi pelajaran..!” ucap Brandon.
__ADS_1
“Ya ampun, ternyata kau ini memang orang yang tidak tahu diuntung ya” ucap Desta, lalu dia berencana kembali berjalan ke stand seafood untuk mengambil makanan dan melanjutkan makannya.