
"Latih tanding..! Oke, aku akan merekam pertandinganku agar kau percaya" jawab Desta dengan membenarkan ucapan Debby.
Tak lama mereka pun tiba di kontrakan Debby dan akhirnya Desta bisa segera menuju Heir Group setelah mengecup dahi Debby.
"Oke, sekarang waktunya olahraga..!" Desta berlari dengan kecepatan penuh menuju taksi yang dia tumpangi tadi, dan tidak sampai 10 detik dia sudah tiba dan masuk ke dalam taksi tersebut.
"Tancap gas pak..!" Desta menyuruh supir taksinya untuk melaju dengan kecepatan penuh, dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Kamandanu.
Desta tiba di Heir Group 30 menit lebih cepat berkat jalan pintas yang pernah diberitahu oleh Sebastian.
"Paman, aku sudah di sini, apakah kak Danu sudah tiba?" Desta menghubungi nomor Sebastian saat tiba di depan gedung Heir Group.
"Yo Desta, akhirnya sampai juga kau" ternyata yang memegang ponsel Sebastian adalah Kamandanu, dan dia sangat akrab dengan Desta sampai-sampai dia hanya memanggil Desta dengan namanya saja tanpa menggunakan tuan muda di depannya.
"Kak Danu..! Ayo kita berlatih tanding..!" Desta sudah tidak sabar untuk menunggu, jadi dia langsung menantang Kamandanu untuk latih tanding.
"Haha, bocah ini memang tidak pernah berubah..! Oke, tapi sebelum itu ada yang ingin aku bicarakan padamu" ucap Kamandanu.
__ADS_1
"Oke, tapi setelah itu kita latih tanding, ya..!" Desta mengiyakan.
"Haha, tenang saja, lagipula aku memang berniat begitu saat bertemu denganmu..!" jawab Kamandanu yang memang selain berniat untuk membicarakan sesuatu dengan Desta, dia ingin menguji kemampuannya saat ini.
Tak lama kemudian Desta tiba di sebuah aula yang sangat besar yang di tengah-tengah ruangan itu terdapat lantai yang terbuat dari porselen dan didesain dengan sangat rapi.
"Desta, ke sini, ada yang ingin aku bicarakan terlebih dahulu" Kamandanu memanggil Desta yang sedang melihat-lihat sekelilingnya.
"Kak Danu..!" Desta menoleh ka arah Kamandanu.
“Apa yang ingin kau bicarakan, kak?” tanya Desta yang penasaran.
“Ya tentu saja, itu adalah cita-citamu dari dulu, bukan?” jawab Desta sambil mengangguk.
“Tepat sekali, tapi sepertinya aku kesulitan untuk mencari lahan sebagai tempat yang akan dibangun sekolah beladiriku, karena aku tidak menyangka Jakarta akan seramai ini” ucap Kamandanu mengeluh.
“Ah kalau soal itu, bagaimana jika kak Danu membuka sekolah beladiri di perusahaan ini saja? Lagipula karyawan di sini ada lebih dari 2 ribu orang, aku yakin beberapa dari mereka akan tertarik untuk masuk ke sekolah beladirimu” ucap desta memberikan ide untuk Kamandanu.
__ADS_1
“Bagaimana caranya aku membuka sekolah beladiri di sebuah gedung perkantoran?” Kamandanu menaikkan alisnya.
“Mudah saja, di Heir Group ada 3 buah gedung olahraga, kita gunakan salah satunya untuk membuka sekolah beladiri untukmu saja, kak..! Soalnya, masing-masing gedung olahraga mampu menampung hingga 20 ribu orang” jawaban Desta tentu saja membuat Kamandanu menganga, mampu menampung 20 ribu orang berarti gedung itu sangatlah besar.
“Benar, kau bisa menggunakan salah satu dari ketiga gedung olahraga itu untuk membuka sekolah beladirimu” ucap Sebastian yang datang menghampiri mereka.
“Tuh benar kan? Paman Sebastian saja setuju denganku” ucap Desta sambil tersenyum.
“Baiklah kalau begitu terima kasih, tapi...” Kamandanu berhenti sejenak.
“Bagaimana caranya mempromosikan sekolah beladiriku untuk menarik peminat mereka?” tanya Kamandanu.
“Itu mudah saja, kita buat saja sebuah demonstrasi seni beladiri yang akan kak Danu ajarkan pada mereka, dan sekolah beladirimu akan gratis untuk semua karyawan Heir Group” jawab Desta.
“G-gratis? Lalu bagaimana aku akan mendapatkan uang dari hasil mengajarku?” Kamandanu memang berniat untuk menghasilkan uang sebagai guru beladiri karena hanya itu kemampuan yang dia miliki.
“Haha, kau tenang saja kak..! Aku yang akan membayar semuanya, setiap 1 orang murid yang kau dapatkan, aku akan membayar 1 juta rupiah sebagai gajimu” ucap Desta.
__ADS_1
“Wow, itu sih keren..! Baiklah aku setuju” Kamandanu langsung menyetujuinya karena penawaran itu sudah termasuk besar untuknya.
“Oke semua setuju” ucap Desta.