
“Cih, masih saja kau bersikap seolah-olah kau memegang kekuasaan di sini” gumam Cipto yang sudah sangat kesal melihat sikap Desta yang tidak takut sama sekali.
“Kurang ajar..! Beraninya kau membuat keributan disekolahku..! Apa kau tidak tahu..” ucapannya pun terhenti ketika kepala sekolah tersebut berdiri dan melihat ke arah Desta yang sedang duduk tenang dan matanya yang masih tertutup.
“Tu.. Tuan muda..!” seketika itu juga kepala sekolah tersebut gemetaran ketika melihat Desta yang perlahan membuka matanya.
“Tu-tuan muda?”
“Apa aku tidak salah dengar?”
”Siapa sebenarnya orang ini?”
Semua orang yang mendengarnya pun terkejut bukan main seolah ingin menjatuhkan dagu mereka di meja.
“Hai Jason, sekolahmu bagus juga..!” ucap Desta sambil tersenyum licik.
__ADS_1
“A-apa yang membuat Anda datang ke sini?” tanya Jason gemetaran.
“Di-dia bahkan memanggil tuan Jason yang agung hanya dengan namanya saja dan bahkan beliau tidak bisa membantahnya? Seberapa besar sebenarnya orang ini?” Cipto semakin gemetaran setelah melihat dan mendengarnya sendiri.
“Oh, apakah kau mengenal nomor ini?” ucap Desta sambil memberikan ponsel miliknya kepada Jason.
“Ini adalah nomorku tuan, tapi kenapa? Bagaimana aku bisa tidak tahu kalau aku sudah menghubungi tuan muda?” tanya Jason dan dia pun mulai berkeringat dingin.
“Coba tanyakan saja pada putrimu..! Aku dengar dari para guru di sini bahwa dia memang suka sekali iseng dengan nomor para pelamar pekerjaan di sekolah ini, dan kebetulan sekali aku melamar sebagai guru olah raga..! Tapi,..” saat Desta menghentikan ucapannya, Jason benar-benar seperti tidak bisa menarik nafas lagi.
Bahkan jika Desta menginginkannya, hanya seperti mengedipkan mata untuk menghancurkan kehidupan Jason yang terlihat sempurna ini.
“Ma-maafkan aku tuan muda, aku mohon ampuni putriku” tanpa berbasa-basi lagi Jason pun berlutut di hadapan Desta untuk meminta maaf.
“I-ini tidak mungkin..! Siapa orang itu?” semua guru termasuk Cipto terperangah tanpa ada seorang pun yang bisa menjawab akan pertanyaan mereka.
__ADS_1
“Haduh, Ya sudah kalau begitu, karena sekarang aku sedang tidak ingin ribut, sebagai permintaan maafmu, aku ingin kau menghukum putrimu sesaat setelah aku pergi dari sini” ucap Desta dan dia pun berdiri dari duduknya dan berniat untuk meninggalkan ruangan tersebut.
“Baik tuan muda, aku akan melaksanakannya” jawab Jason yang masih berlutut tidak berani menatap ke wajah Desta.
“Aku pikir aku akan bisa menikmati waktuku sebagai seorang guru olahraga di sini..! Tapi, dengan kejadian seperti ini, mana mungkin aku bisa tetap melamar di sini” ucap Desta, kemudian dia beranjak pergi dari ruangan tersebut dan meninggalkan sekolah milik Jason.
Setelah sosok Desta yang begitu ditakuti oleh Jason menghilang dari pandangan semua orang, barulah Jason berani berdiri dari sujudnya.
“Pak Jason, sebenarnya apa yang sedang terjadi? Mengapa Anda begitu takut kepadanya?”
“Ya benar, aku jadi sangat penasaran atas kejadian ini pak Jason”
Teriak semua orang yang sudah tidak sabar untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi barusan.
Jason menghela nafas lalu berkata, “Dia adalah sosok yang tidak sembarang orang bisa memprovokasinya dalam segala sisi, bahkan orang terkaya nomor 2 saat ini hanyalah seekor semut yang baru lahir baginya, apalagi aku yang hanya seorang kepala sekolah ini hanyalah sebutir debu di matanya”.
__ADS_1