Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Anna Yang Menjadi Penyebabnya


__ADS_3

“Menurutku saat ini lebih baik kita menanyakan kepada ibumu tentang ini semua” Desta merasa harus mendapatkan penjelasan yang benar sebelum dia melancarkan aksinya.


“Aku pun berpikiran yang sama” Debby mengangguk dan segera mengajak Desta pulang.


Sesampainya di rumah sakit, Debby langsung memanggil seluruh anggota keluarganya untuk berkumpul dan mendengarkan Debby.


“Ayah ibu, sebelumnya aku ingin meminta maaf jika saat aku menjelaskan nanti akan terdengar kurang ajar, dan aku minta agar bagaimanapun situasinya ke depan, kalian jangan ada yang tersulut emosi” Retno dan Anna mengernyitkan alisnya ketika mendengar perkataan putrinya itu.


“Sekarang aku akan bertanya..! Ibu, apakah kau pernah meminjam uang dalam jumlah besar kepada seseorang?” tanya Debby.


Anna tersentak kaget dan sedikit melotot ketika Debby mengucapkan itu, namun dia tetap berusaha untuk tetap bersikap tenang dalam menjawabnya.


“Hah? Pinjaman apa? Aku tidak pernah meminjam uang kepada siapapun” jawab Anna.

__ADS_1


Desta dan Debby saling bertatapan dan menganggukkan kepala mereka.


“Kalau begitu, berdasarkan kesaksian yang diberikan oleh temannya Lia, mengapa pelaku penganiayaan itu bilang demikian?” jawab Debby yang menatap Anna dengan sorotan yang semakin tajam.


“Bicara apa kau? Jadi kau mau menuduh ibulah penyebab Lia dipukuli seperti ini?” tiba-tiba Anna merasa kesal dan sedikit berteriak.


“Aku punya rekaman kesaksian dari temannya Lia” Desta mengeluarkan ponselnya dan memutar rekaman yang didapatnya ketika menanyakan informasi.


“Itu pasti dibuat-buat dan aku yakin dia pasti salah dengar..!” tepis Anna yang masih tidak mengaku.


“Tapi ini tidak ada suaranya, bagaimana kita tahu jika dia berkata seperti itu?” Retno masih mencoba membela istrinya karena dia tidak ingin sepenuhnya percaya bahwa istrinya melakukan hal yang salah.


“Oke, kebetulan aku punya teman yang bisa membaca bahasa tubuh termasuk gerakan mulut” ucap Debby dan langsung memanggil temannya untuk datang ke rumah sakit.

__ADS_1


Setelah menunggu selama 15 menit, temannya pun sudah tiba di ruangan dan Desta segera memperlihatkan ponselnya kepada teman Debby itu.


Dia lantas langsung memeriksa bagian gerakan mulut yang dimaksud oleh Desta selama hampir 20 menit.


“Hmm, aku sangat yakin bahwa orang yang memukuli wanita ini berkata seperti ini, ini akibatnya jika ibumu tidak mematuhi aturan peminjaman uang pada kami” perkataan yang sama persis dengan yang diberikan oleh temannya Lia, dan kini semua mata tertuju kepada Anna.


Retno yang benar-benar tidak mempercayainya masih berusaha untuk membela istrinya, “Apakah kau adalah pembaca gerakan tubuh dengan sertifikat yang valid?” ucap Retno dengan nada yang menyelidik.


“Tenang saja paman, aku 100 persen valid dengan sertifikat ini” pemuda itu mengeluarkan sertifikat yang valid dengan cap Organisasi Bahasa Tubuh yang asli.


“Ti-tidak mungkin, Anna..! Untuk apa kau meminjam uang? Seberapa banyak yang kau pinjam? Syarat apa yang kau terima hingga kau menyanggupinya?” Retno memarahi Anna dengan mata yang berkaca-kaca seolah ingin mengeluarkan air matanya.


“A-aku, aku..” Anna tergagap karena tidak bisa mengelak lagi.

__ADS_1


“Ibu, ceritakan saja yang sebenarnya, Desta di sini untuk membantu kita jika ibu mengatakan kejujuran” Debby berusaha membujuk Anna agar tidak panik.


“Maafkan aku, waktu itu aku terlalu terobsesi untuk memiliki barang-barang mewah, dan untuk mewujudkan itu aku rela meminjam uang sebanyak 10 miliar kepada suatu organisasi pemberi pinjaman, tapi..” Anna terhenti karena tidak yakin akan melanjutkan penjelasannya atau tidak.


__ADS_2