Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Widodo Mati


__ADS_3

“Ah, itu..” Tirta terlihat segan karena masih berpikir bahwa Widodo masih bisa menyakiti keluarganya di kemudian hari.


“Paman, tenang saja..! Orang ini sudah tidak punya kekuatan apapun yang bisa mengancam keselamatan kalian lagi..!” ucap Desta menenangkan kegelisahan Tirta.


“Kalau begitu, aku dan Dewi sudah sepakat untuk memaafkannya..!” pernyataan tersebut tentu saja membuat Desta terkejut, tapi dia juga tersenyum setelah tahu alasan mereka.


“Aku tidak ingin menimbulkan kebencian yang lebih jauh lagi, maka dari itu, kami berdua memutuskan untuk memaafkannya..!” tegas Tirta.


“Hehe, aku tidak menyangka paman dan bibi ternyata sangat berhati besar..! Kau dengar itu? Kau harus merasa bersyukur, karena mereka, kau tidak jadi merasakan neraka di dunia..!” ucap Desta dengan tatapan yang sangat tajam lalu menghempaskan tubuh Widodo ke lantai dengan keras.


“Twerimwa kaswih..! Twerimwa kaswih..! Twerimwa kaswih..!” Widodo bersujud mengucapkan terima kasih kepada Tirta da Dewi karena sudah memaafkannya dan tidak jadi membuatnya terluka lebih jauh oleh Desta.

__ADS_1


Dengan semua pasukan yang sudah tidak bisa berkutik, mana mungkin Widodo masih berani mencari masalah dengan keluarga Febrianto yang berada di bawah perlindungan Desta.


Mereka keluar ruangan dan mendapati Febrianto sedang tidak sadarkan diri dengan luka tembak di bahunya, Desta pun segera menyuruh Jefrey untuk mengirim beberapa orang untuk membawa Febrianto keluar dari sini segera.


“Mana mungkin aku bisa membawa tubuh sebesar itu keluar sendirian..!” gumam Desta dengan senyum kecutnya.


Saat mereka semua sudah keluar, Desta menyuruh Tirta dan Dewi untuk membawa Febrianto ke rumah sakit agar segera mendapatkan perawatan karena wajahnya terlihat sudah semakin pucat karena kehilangan banyak darah.


“Jef, sudah kau lakukan yang aku minta?” tanya Desta.


“Sudah, tuan muda..! Gedung pabrik ini milik perusahaan Bison Udara, dengan aset senilai 15 miliar rupiah..! Dan paket terakhir baru saja selesai diaktifkan oleh pasukan, tuan muda..!” jawab Jefrey sambil berjalan mendekat kepada Desta.

__ADS_1


“Bagus, sekarang.. ledakkan gedung ini lalu berikan aku nomor rekening pemiliknya agar bisa kutransfer 40 miliar rupiah padanya..!” ucap Desta sambil mengambil sesuatu dari saku celananya lalu meletakkannya di mulut.


“Baik, tuan muda..! Omong-omong, aku baru tahu ternyata Anda juga seorang perokok” kata Jefrey sambil mengangkat alis sebelah kanannya.


“Oh, ini bukan rokok..! Ini permen yang bungkusnya seperti rokok..! Aku membelinya saat baru tiba di kota Jogjakarta dan baru punya kesempatan untuk mencobanya sekarang, haha..!” jawab Desta sambil tertawa kecil.


“Haha, aku pikir aku bisa meminta satu nanti..!” ucap Jefrey, lalu dia menyuruh semua pasukannya untuk pergi dari area gedung pabrik.


Lalu, “Boom.. Boom.. Boom..” ledakan demi ledakan berkali-kali terdengar setelah mereka semua meninggalkan area tersebut dan langsung saja meruntuhkan seluruh gedung pabrik itu rata dengan tanah.


“Walaupun Widodo sudah tidak bisa berbuat apa-apa, aku tidak bisa mengambil resiko dia akan membalaskan dendamnya suatu saat nanti..! Tidak ada yang bisa menebak isi hati dan niat seseorang..!“ ucap Desta, dia meledakkan seluruh gedung bersama Widodo dan pasukannya karena dia tidak ingin kejadian balas dendam Herman di kota Malang kembali terulang.

__ADS_1


__ADS_2