Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Kalau Saja Dia Tahu


__ADS_3

Debby terlihat bingung dari tadi, dan Desta yang melihatnya hanya tersenyum kecil lalu meraih tangan Debby, “Ada apa? Kau dari tadi terlihat sangat bingung” tanya Desta.


“A-aku sebenarnya ingin menanyakan sesuatu padamu, tapi aku takut itu akan menyinggungmu” ucap Debby sambil merunduk.


“Hei, tanyakan saja..! Memangnya kau anggap siapa aku ini?” Desta mencoba meyakinkan Debby, walaupun dia sudah tau akan menanyakan hal apa.


“Aku mau menanyakan tentang, dari mana kau mendapatkan uang sebanyak itu? Kau tidak merampok bank, kan?” Debby menanyakannya dengan nada serius, namun Desta malah tertawa geli setelah mendengarnya.


“Hahaha, bicara apa kau? Mana mungkin aku seberani itu..!” Debby terlihat lega namun masih menatap Desta dengan tatapan menyelidik.


“Oke oke, sebenarnya aku adalah anak orang kaya, tapi aku hanya ingin mencoba hidup seperti orang biasa, makanya aku bekerja sebagai satpam tapi juga punya uang yang sangat banyak” Desta menjelaskan dengan sedikit bercanda.


“Bontet..! Jika kau tidak ingin memberitahukan yang sebenarnya tidak apa-apa, tapi jangan berbohong seperti itu..!” Debby marah dan menggembungkan pipinya, yang dia tahu, Desta bukanlah dari keluarga yang kaya raya karena dia tidak pernah menunjukkan tanda-tanda itu.

__ADS_1


“Huh, aku mengatakan yang sebenarnya, Deb” Desta tidak tahu salahnya di mana saat menjelaskan hal tersebut, dia sekarang jadi kebingungan.


“Terserah kau sajalah” Debby berjalan cepat dalam perasaan kesal dan meninggalkan Desta.


“Aku kan mengatakan yang sebenarnya, kenapa dia malah marah? Huh..!” Desta bergumam di dalam hatinya dengan penuh kebingungan lalu segera mengejar langkah Debby.


Mereka berdua pun memutuskan segera menyusul keluarga Debby untuk pulang karena sudah jam 9 malam.


“Oke, jangan pulang terlalu malam..!” Anna menjawab dengan nada sedikit ketus.


“Kak Desta, titip kak Deb ya, jangan sampai diambil kak Herman” Lia melihat ke arah Desta lalu melihat ke arah Debby dan mengedipkan mata kanannya.


“Mmm...!” Desta menganggukkan kepalanya dan tersenyum kecut.

__ADS_1


“Lia, apa-apaan kau?” Debby melihat senyuman kecut Desta dan langsung mencoba memarahi Lia.


“Ah sudah tidak apa-apa, lagipula aku tidak akan membiarkanmu diambil siapa pun..!” ucap Desta sambil tertawa, dan keluarga Debby pun segera meninggalkan mereka berdua.


Debby masih terlihat kesal karena Desta menjawab pertanyaannya dengan candaan, walaupun suatu saat dia akan menanyakannya kembali.


Karena melihat ekspresinya yang cemberut sepanjang perjalanan pulang, akhirnya Desta mengatakan bahwa dia memenangkan undian dengan hadiah 200 miliar beberapa minggu yang lalu.


Dengan alasan seperti itu, Debby malah percaya karena memang dia pernah mendengar sudah ada pemenang undian yang diadakan oleh pemerintah Jakarta dalam rangka ulang tahun kota tersebut beberapa minggu yang lalu, hanya saja dia tidak menyangka bahwa Desta yang memenangkannya, pantas saja Desta berani membeli dan mengajaknya ke tempat-tempat mahal.


“Desta, sebaiknya kau hemat uang itu, jika nanti kita akan menikah, uang itu akan menjadi penyelamat tabungan kita.” Debby menasehati Desta untuk tidak melakukan pemborosan lebih jauh lagi.


“Hmm, kalau saja dia tahu apa yang sudah kulakukan belakangan ini, dia pasti akan marah besar” Desta bergumam dalam hati dan hanya menganggukkan kepalanya mengiyakan perkataan Debby.

__ADS_1


__ADS_2