Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Siapa Yang Akan Memanggilmu Bos?


__ADS_3

“Jujur saja, aku tidak tahu akan hal itu..! Kali ini aku hanya ingin menjadikan Widodol ini sebagai sandera agar dia bisa memerintahkan bawahannya untuk pergi dari sini, lalu tujuanku yang sebenarnya adalah membuatnya kapok dengan merebut semua asetnya dan akan aku bagikan kepada orang-orang di sini agar bisa hidup lebih sejahtera lagi” ucap Desta sambil duduk di sofa dalam rumah Febrianto.


“Bos, kau benar-benar orang yang sangat baik..!” Febrianto sangat terharu dan matanya berkaca-kaca saat mendengar ucapan Desta barusan.


“Tidak, aku hanya bercanda..! Mana mungkin aku mau membantu orang yang tidak aku kenal dan mereka sendiri sebenarnya masih mampu untuk membeli ini dan itu tanpa pikir panjang..!” seketika itu juga Desta mematahkan senyum Febrianto yang sudah terlanjur senang.


“Bos.. Kau ini..” ucap Febrianto sambil membaringkan Widodo di sofa panjang berwarna cokelat.


“Lebih baik aku salurkan semua aset kekayaan orang ini ke semua panti asuhan atau yayasan sosial lainnya yang lebih jelas membutuhkan bantuan keuangan..!” ucap Desta.


“Tapi, bagaimana kau melakukannya, bos?” Febrianto menaikkan alisnya, dia tahu ada begitu banyak panti asuhan dan yayasan sosial di kota Jogjakarta ini, dan dia juga yakin semua aset dari Widodo ini bisa mencakup semuanya.


Tapi, jangankan untuk menyalurkan semua aset yang sudah diambil dari Widodo, Febrianto sangat bingung dengan bagaimana caranya Desta bisa merebut semua aset yang dimiliki Widodo tanpa ketahuan dan tertangkap.


“Sudahlah, tidak usah kau pikirkan bagaimana aku melakukannya, yang perlu kau lakukan saat ini hanyalah membuat orang ini kapok..!” tatapan Desta berubah menjadi sedikit tajam ketika melihat Widodo yang mulai bergerak dan tersadar.

__ADS_1


“Wah wah, coba lihat siapa yang sudah bangun..! Selamat malam tuan putri” ucap Desta dengan nada yang sinis.


“I-ini.. Sialan, kalian menculikku? Aku akan pastikan hidup kalian akan menderita sampai mati..!” teriak Widodo setelah sadar bahwa dia sudah berada jauh dari perkotaan karena dia ingat rumah keluarga Febrianto ini.


“Wah ampun, aku sangat takut, tolong maafkan kami berdua..!” ucap Desta dengan nada yang mengejek.


“Bajingan..! Apa kau tidak tahu siapa aku?” tanya Widodo dengan angkuhnya.


“Oh tolong jelaskan siapa Anda sebenarnya kepada kami yang sangat lugu ini” jawab Desta dengan nada yang masih mengejek.


“Aku tidak peduli siapa dirimu..! Yang aku tahu, kau ini adalah orang yang sudah membuat temanku dan keluarganya menderita..! Saat ini, kau akan melakukan apa yang aku perintahkan jika ingin pergi dari sini hidup-hidup..!” bentak Desta, ternyata dia sudah menahan kekesalannya kepada Widodo.


Karena, selain dia harus menunda persiapan pernikahannya dengan Debby nanti, Widodo sudah melakukan hal yang seharusnya tidak dia lakukan kepada temannya.


“Cih, memangnya siapa kau beraninya bertingkah arogan seperti itu? Lagi pula, siapa yang akan mengikuti perintah dari bocah sepertimu? Jangan buat aku tertawa, haha..!” Widodo meremehkan ucapan Desta dengan ucapan dan tertawa yang akan dia sesali kemudian.

__ADS_1


“Beraninya kau mengatakan bocah kepada bos Desta..!” Febrianto hampir terpancing emosi oleh ucapan Widodo barusan, saat dia hampir memukul wajah Widodo, dia dihentikan oleh Desta.


“Kau duduk diam saja, biar aku yang mengurus dari sini..!” ucap Desta, Febrianto pun mengiyakan perintahnya dan kembali duduk di sofa.


“Kau terlihat sangat kekar, kenapa kau malah memilih untuk menjadi kacung si sampah ini? Kenapa tidak bekerja untukku saja? Dengan begitu, kehidupanmu akan lebih baik bersama keluargamu” ucap Widodo, dia mencoba membujuk Febrianto untuk berbalik menyerang Desta dengan tawaran yang menurutnya menarik.


“Tapi, sekarang kau hanya akan menjadi mayat karena semua anak buahku pasti akan datang ke sini karena mengikuti sampah seperti ini..!” Widodo mendengus dingin dan terus berusaha membuat Febrianto berbalik melawan Desta, dengan begitu, dia mungkin akan memiliki kesempatan untuk kabur saat Febrianto dan Desta berkelahi.


Tapi malah sebaliknya, Febrianto sangat tenang dan hanya tersenyum kecil terhadap setiap omongan yang dilontarkan kepadanya.


“Oi, kau ini benar-benar ingin mati ya?” ucap Widodo dengan nada yang masih sangat arogan walaupun dia kebingungan dengan sikap Febrianto.


“Tidak, dari yang aku lihat, kaulah yang akan mati..!” Febrianto melihat ke arah Desta yang tatapannya berubah setajam pedang.


“Sudah selesai bicaranya?” Desta berdiri dan menghampiri Widodo yang masih bersikap arogan.

__ADS_1


“Jika kau mengatakan dirimu adalah bos hanya karena kau memiliki banyak uang dan kau merasa bisa melakukan apapun yang kau mau, aku akan membuatmu bangkrut malam ini juga..! Kita akan lihat siapa yang akan masih memanggilmu bos..!” ujar Desta, dia sudah tidak tahan dengan sikap Widodo, dia sudah sangat muak dengan orang yang meninggikan kasta dirinya dan merendahkan orang lain dengan berbuat seenaknya hanya karena punya banyak uang.


__ADS_2