
“Jadi, dengan ini aku nyatakan sayembara jabatan sudah dimulai..! Aku harap kalian bukan Cuma mengincar jabatan dan promosi kenaikan gaji saja, tapi cobalah yang terbaik untuk mengerti kenapa sebuah tim itu juga penting untuk bekerja sama dengan siapa pun ketuanya nanti..!” ucap Hendra dengan semangat agar aktingnya meyakinkan.
“Haha, aku geli sih, sayembara jabatan? Terdengar seperti ini adalah perusahaan pemburu hadiah” gumam Hendra.
“Kalau begitu aku yang akan memulainya, bagaimana aku bisa menemui petinggi dari Heir Group itu pak direktur?”ucap Ferry yang mengajukan diri setelah meminta persetujuan dari Agung.
“1 jam lagi dia akan datang ke kantor kita, dan kesempatan kita hanya hari ini, jadi aku minta jangan menganggap remeh hal ini ya” ucap Hendra.
“Oke, aku akan menunjukkan kemampuanku bernegosiasi..!” ucap Ferry sambil membusungkan dadanya pertanda bahwa dia sangat yakin dengan kemampuannya.
1 jam sudah berlalu tapi belum juga ada tanda-tanda petinggi itu sudah tiba, dan semua orang yang akan mencoba bernegosiasi sudah terlihat sangat gugup.
“Pak Hendra, berapa lama lagi dia akan sampai?” ucap Ferry yang sudah tidak sabar.
“Seharusnya dia sudah tiba di sini, sebentar aku akan mencoba menghubunginya” Hendra berjalan ke luar ruangan untuk menelepon Desta.
__ADS_1
“Tuan Desta, apakah terjadi sesuatu pada petinggi wanita dari Heir Group? Kenapa sampai sekarang belum juga datang ke Gloria” tanya Hendra yang mulai cemas kalau-kalau rencana ini akan batal.
“Tenang saja, seharusnya sebentar lagi dia akan tiba di Gloria” ucap Desta.
“Baiklah, aku akan menunggunya kalau begitu” Jawab Hendra lalu mematikan panggilan teleponnya.
Benar saja, tak lama dari telepon di tutup, terlihat seorang wanita cantik bertubuh ramping, dan kulit putih mulus yang terawat berjalan mendekati Hendra.
“Kau Hendra?” tanya wanita itu, tapi karena terlalu seksi, Hendra sampai tidak mendengarkan ucapan wanita itu dan hanya berfokus kepada kecantikannya.
“Ehem..!” wanita itu menyadarkan Hendra dari lamunannya.
“Aku Jayanti, aku diutus oleh tuan Sebastian untuk menjalankan rencana dari tuan muda Desta” ternyata wanita itu juga sudah diberitahukan rencananya, dan ini akan membuat semuanya semakin mudah.
“Ah baiklah, ikuti aku” Hendra membawa Jayanti berjalan menuju ruangan direktur, karena negosiasi itu akan dilaksanakan di sana.
__ADS_1
Jalan menuju ruangan direktur melewati ruangan divisi pemasaran, dan sontak semua orang melihat ke arah Hendra yang berjalan dengan Jayanti dengan mata yang berbinar-binar karena kecantikan yang dipancarkan oleh Jayanti.
“Wah, itu utusan dari Heir Group?”
“Gila..! Cantiknya luar biasa, seksi pula..!”
“Jadi simpanannya juga aku rela”
Semua laki-laki di dalam ruangan menjadi sangat heboh dan semakin bersemangat untuk bernegosiasi dengan Jayanti.
Setelah sampai di ruangan direktur, Hendra mempersilakan Jayanti untuk duduk di kursinya dan dia pun menelepon Albert untuk memberitahukan seluruh karyawan divisi pemasaran agar bersiap.
“Oke, giliran pertama adalah aku” Ferry melangkah dengan pasti seakan dia akan menuju kesuksesan yang pasti.
Ferry pun tiba di depan ruangan direktur, jantungnya tiba-tiba berdegup lebih kencang karena teringat keseksian Jayanti dan dia pun kehilangan fokusnya.
__ADS_1
“Masuk..!” ucap Jayanti karena melihat bayangan dibalik jendela.
“Masuk? Wah, kalau dia yang mengucapkan aku jadi berpikiran yang macam-macam” gumam Ferry dengan wajah yang memerah.