
"Orang ini memang benar-benar sangat hebat jika sudah merencanakan sesuatu, aku jadi paham kenapa dia bisa menjadi seorang tuan muda miliarder di usia muda seperti ini” gumam Hendra yang kagum dengan rencanaan Desta.
“Berarti ini sama saja dengan kebohongan yang direncanakan, tapi ini juga demi kelancaran produksi perusahaan Gloria dan Heir Group” ujar Desta.
“Baiklah, kalau begitu akan segera dilaksanakan” jawab Sebastian di ujung telepon.
“Mmm, terima kasih banyak paman, aku mengandalkanmu” balas Desta dan langsung memutus panggilan teleponnya.
“Huh, aku tidak sangka Agung akan sangat merepotkan hingga melibatkan banyak orang seperti ini” ucap Desta mengeluh.
“Tuan Desta, kalau begitu aku akan menunggu pengumuman dari tuan Sebastian untuk menjalankan peranku” ucap Hendra pelan.
“Oke, tolong ya..!” jawab Desta.
“Oh dan satu lagi, Hendra, tolong beritahu Albert tentang rencana ini agar dia tidak mengacau nanti” ucap Desta dengan nada tegas.
“Dimengerti tuan..!” jawab Hendra merunduk.
Lalu Sebastian mengetik dan mengirimkan pesan resmi tersebut secara langsung kepada seluruh orang di divisi pemasaran melalui email untuk memulai rencana Desta.
“Wah, ini pesan resmi dari direktur Heir Group, Sebastian..!”
“Ini gawat, jika kontrak kerja sama ini dibatalkan pasti perusahaan Gloria akan mengalami kemerosotan laba”
“Di sini tertulis bahwa alasannya adalah produktivitas tim pemasaran tidak memenuhi target 70 persen”
Semua orang di dalam ruangan kerja divisi pemasaran menjadi heboh, karena mereka tahu jika kontrak kerja sama diputus dan terjadi penurunan laba, perusahaan Gloria pasti akan melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap banyak karyawannya, terutama pada divisi pemasaran.
“Ini semua pasti karena Debby menjadi ketua tim”
“Cih, inilah jadinya jika orang yang tidak kompeten menjabat menjadi ketua tim”
__ADS_1
Semua orang menghujat Debby habis-habisan, tapi Debby tetap tenang karena dia percaya dengan rencana Desta.
Tak lama kemudian Hendra membuka pintu dan berjalan masuk ke dalam diikuti dengan Albert yang masuk setelah Hendra dan semua orang pun langsung diam hingga ruangan itu menjadi sunyi.
“Ehem, selamat siang semuanya” ucap Hendra memecah keheningan yang canggung ini.
“Selamat siang..!” jawab seluruh karyawan di dalam ruangan itu.
“Jadi, seperti yang kalian ketahui dari email yang dikirimkan oleh direktur utama perusahaan Heir Group, mereka akan segera memutus kontrak kerja sama dengan perusahaan Gloria” sambung Hendra.
“Dan alasan utamanya adalah karena produktifitas perusahaan Gloria menurun sejak minggu lalu dengan persentase di bawah 70 persen..! Tapi dibalik itu semua, masih ada sedikit kabar baik” ucap Hendra yang membuat wajah semua orang penasaran tentang kabar baik yang dikatakannya itu.
“Kabar baik apa pak direktur?” ucap salah satu karyawan.
“Namun, sebelum aku menjelaskan kabar baik itu, aku ingin memberitahukan alasan kenapa produktifitas perusahaan ini menurun beberapa minggu belakangan” jawab Hendra yang menunda pengumuman kabar baik itu.
“Penyebab utamanya adalah, tim ini..!” ucap Hendra yang membuat semua orang bingung.
“Bukankah ini semua karena ketua tim baru yang tidak mengerti apapun itu?”
“Ya benar..! Ini semua pasti kesalahan dari ketua tim baru itu”
Ucap beberapa karyawan yang menunjuk ke arah Debby sambil mencercanya, mereka benar-benar membuat Hendra menggelengkan kepalanya, ternyata benar yang dikatakan Desta, wajar saja jika tim ini yang disalahkan atas penurunan produktifitas perusahaan yang secara signifikan, walaupun sebenarnya tidak ada masalah tentang produktifitas.
Semua ini dilakukan agar Debby bisa melakukan tugasnya dengan tenang tanpa ada yang memfitnahnya lagi.
“Mmm, aku sudah mengerti sekarang..!” ucap Hendra dan semua karyawan mengira Hendra sepemikiran dengan mereka.
“Ini sudah jelas kesalahan dari tim ini yang tidak mau menerima ketua baru seperti Debby hanya karena dia baru menjadi karyawan di sini bukan berarti dia tidak mampu menjadi ketua tim” ucap Hendra yang membuat Debby tersenyum, Debby tahu bahwa mungkin ini adalah salah satu rencana dari Desta.
“Tapi pak direktur, Debby memang tidak berkompeten untuk menjadi ketua tim, sedangkan aku? Aku sudah banyak menorehkan prestasi untuk perusahaan ini, dan seharusnya aku yang lebih layak untuk menjadi ketua tim..!” protes Agung dan membuat semua orang setuju akan hal itu.
__ADS_1
“Haha, kalau begini sangat sesuai dengan rencana tuan Desta” gumam Hendra.
“Baiklah, jika memang kalian merasa seperti itu, bagaimana kalau kalian buktikan saja?” tantang Hendra.
“Buktikan bagaimana?” ucap semua karyawan secara serentak.
“Dengan kabar baik yang akan aku sampaikan ini, aku ingin kau buktikan jika memang kau yang lebih pantas untuk posisi itu” jawab Hendra dan semua orang yang mendengarnya terlihat heran.
“Baiklah, apa kabar baiknya kalau begitu direktur Hendra?” ucap Agung yang melirik ke arah Debby dengan tatapan liciknya karena dia merasa dialah yang akan menang.
“Kabar baiknya adalah, tuan Sebastian dari Heir Group akan memberikan satu kesempatan lagi kepada perusahaan Gloria dengan cara bernegosiasi” ucap Hendra.
“Dan semua orang di dalam divisi pemasaran akan turut berpartisipasi dalam negosiasi tersebut, jika kalian memang merasa kalianlah yang pantas untuk menjadi ketua tim ini, siapapun yang negosiasinya berhasil membuat tuan Sebastian merubah keputusannya, akan diangkat menjadi ketua tim divisi pemasaran dengan promosi naik gaji 2 kali lipat” sambung Hendra dengan menambahkan sedikit bumbu penyedap dalam aktingnya.
“Aduh aku keceplosan, semoga tuan Desta tidak marah akan hal ini” gumam Hendra.
“Ah, tapi nanti bukannya Debby juga akan bisa menggoda tuan Sebastian seperti yang dia lakukan pada Manager Albert untuk keberhasilannya?” ucap salah satu karyawan yang masih menuduh seperti itu.
“Kau..!” Albert ingin menghukumnya tapi dihadang oleh tangan Hendra agar dia tidak mengacau rencana Desta ini.
“Luar biasa..! Ini benar-benar seperti yang direncanakan tuan Desta” gumam Hendra terkagum-kagum.
“Haha, kau salah besar..! Yang akan diajak negosiasi adalah salah satu dari petinggi perusahaan Heir Group, dan dia adalah seorang wanita..!” ucap Hendra.
“Jadi bagaimana bisa dia menggoda sesama wanita?” sambung Hendra yang meyakinkan semua orang.
“Wah, kalau begini dia tidak akan ada kesempatan menang karena dia sama sekali tidak kompeten dalam negosiasi” gumam Agung yang sangat percaya dengan kemampuannya.
“Nah ini baru adil namanya..!”
“Ya benar, kalau seperti ini aku jadi yakin tidak akan ada kecurangan hanya karena dia cantik jadi bisa menggoda semua laki-laki”
__ADS_1
Semua karyawan pun setuju dengan rencana ini, dan semuanya berencana akan berpartisipasi dalam bernegosiasi, mereka sangat percaya diri karena promosinya adalah naik jabatan dan gaji 2 kali lipat.