
“Jadi, aku tetap akan menghukummu” ucap Desta kemudian mendekatkan potongan parang itu ke wajah Denis.
“Crat..” Darah pun bermuncratan ketika mata kanan Denis ditusuk dengan parang oleh Desta.
“Aaaaarrrhhhh....!” hanya teriakan yang keluar dari mulut Denis karena rasa sakit yang luar biasa ketika matanya dibutakan oleh Desta.
Semua orang terlihat sangat ketakutan dengan adegan itu, bahkan Andre tidak menyangka bahwa Desta bisa sekejam itu tanpa merasakan apapun yang mengganggunya.
“Oh sakit ya? Hmm, tapi kalau matamu yang satunya masih bisa melihat nanti Debby bisa dibunuh olehmu” ucap Desta dengan memasang ekspresi yang berpura-pura berpikir keras.
“Tidak..! Ampuni aku..! Aku tidak akan melakukannya..! Ampuni ak...” Denis tidak sempat menyelesaikan omongannya, namun kini pandangannya sudah gelap total.
“Crat..!” Darah kembali muncrat dari mata kiri Denis yang ditusuk oleh Desta.
“Aaaaarrrrrhhhhh, mataku..!” teriak Denis yang kini sudah menjadi seorang yang buta untuk selamanya karena mata yang bolong karena tusukan parang.
“Dia benar-benar bukan manusia..!”
“Dasar iblis..!”
__ADS_1
“Aku tidak ingin mencari gara-gara dengannya lagi”
“Firman kurang ajar, kau sudah membuat kami berurusan dengan iblis seperti dia..!”
Semua teman Firman yang disewa menggerutu dalam hatinya, mereka menyesal telah menyetujui permintaannya, jika saja mereka tahu Desta akan sekejam ini, mereka tidak akan berani mengiyakan permintaan Firman.
“Desta, sejak kapan kau menjadi sekejam ini?” ucap Andre pelan, dia tidak mampu mengeluarkan suara yang lebih besar dari itu karena syok dengan apa yang dilihatnya.
Kini Andre tahu kenapa Sebastian yang begitu hebat bisa tunduk oleh Desta selain karena dia adalah tuan mudanya, adalah karena Desta memiliki kemampuan untuk menundukkan orang kuat sekalipun, yaitu kemampuannya untuk tidak berbelas kasihan.
“Nah, kalau begini kan kau jadi tidak bisa melihat tunanganku lagi, eh tunggu dulu, tapi kan kau masih bisa berjalan untuk mencari bantuan untuk mencelakakan orang lain, kalau begitu...” Desta berdiri dan menarik kaki Denis.
Beberapa bunyi tulang yang dipatahkan oleh Desta terdengar beberapa kali, dan bunyi itu sangat memilukan telinga yang mendengarnya.
“Arrrrrhhhhh, ampun..! Ampun..! Aku tidak berani lagi..!” Denis telah memohon ampunan kepada Desta untuk berbelas kasih dan melepaskannya hidup-hidup.
“Kau tahu? Karena semua hal yang telah aku alami hingga malam ini, dan karena orang-orang sepertimu selalu bermunculan dalam hidupku, aku jadi mulai menikmati saat menghukum seperti ini..!” Desta benar-benar terdengar seperti seorang psikopat yang sedang bersenang-senang dengan korbannya.
“Tapi, aku akan meninggalkanmu seperti ini saja, aku tidak ingin membuatmu hancur sepenuhnya” tapi akhirnya Desta memutuskan untuk membiarkan Denis hidup dan menjalani hari-harinya sebagai orang buta yang cacat.
__ADS_1
“Tapi, jika kau berani berurusan denganku lagi, entah kau menyuruh orang lain ataupun kau sendiri, saat itu akan menjadi akhir waktumu menjalani hidup di dunia ini..!” Desta melepaskan genggamannya dari Denis dan menghempaskan parang yang dipegangnya ke lantai.
Desta berdiri dan melihat semua orang yang sudah dihancurkannya, “Tidak hanya Denis, itu berlaku untuk kalian semua termasuk kau, Firman..!” Desta menunjuk ke arah Firman.
“Nasib yang dialami Denis akan menjadi nasib kalian..!” ancam Desta yang sudah mulai lelah.
Desta pun berjalan meninggalkan mereka semua terbaring di lantai dan tak satupun yang berani menatap Desta saat dia berjalan melewati mereka.
“Aku harus merasa kasihan atau senang?” gumam Andre dalam hatinya, dia sangat syok dengan yang dilakukan Desta malam ini, walaupun dia pernah melihatnya menghancurkan Miki di malam penebusan hutang ayahnya, tapi ini sudah terlalu kejam.
Andre pun tidak ingin berpikiran yang aneh-aneh lagi, dia hanya perlu merasa bersyukur karena sudah diselamatkan oleh Desta dan tidak terluka sedikit pun.
Sesampainya di luar rumah, Desta melemparkan kunci mobil pada Andre dan menyuruhnya untuk menyetir di sepanjang perjalanan pulang.
“Kau istirahat saja, biar aku melihat peta dari ponselku” ucap Andre dan kemudian masuk ke dalam mobil.
“Mmm, terima kasih, bro..!” jawab Desta yang ikut masuk ke dalam mobil dan segera memejamkan matanya karena kelelahan.
“Yang harusnya berterima kasih itu aku, dasar kau ini..!” gumam Andre, dan dia pun menyalakan mesin mobil lalu menginjak gas dalam-dalam untuk melaju dengan kecepatan penuh.
__ADS_1