
Della masih terkesan dengan sikap Desta yang tidak langsung terpengaruh oleh pesonanya, “Hmm, mungkin karena kastanya yang lebih tinggi dari keluargaku, jadinya dia tidak tertarik begitu saja padaku” pikir Della.
“Della, apakah kau tidak dimarahi pacarmu nanti jika melihat kau duduk disebelahku dan bercengkerama seolah kita sangat dekat seperti ini?” ucap Desta yang merasa risih karena sejak tadi terus menerus ditatap oleh Della yang berusaha menggodanya.
“Ah, aku kebetulan belum punya pacar kak, jadi aku tidak akan dimarahi siapapun, hehe” jawab Della optimis.
“Gadis ini, dia pasti berpikir pertanyaanku barusan untuk memastikan dia sudah punya pacar atau belum yang berujung dia akan berpikiran bahwa aku mulai tertarik padanya” gumam Desta.
“Kak Desta benar-benar tampan jika dilihat dari dekat, wajar saja aku bisa jatuh hati dengannya” gumam Della.
“Begini kak, sebenarnya aku ingin meminta bantuanmu” ucap Della yang memulai percakapan.
__ADS_1
“Hmm? Memangnya apa yang bisa aku bantu?” Desta menaikkan alisnya dan menjawab dengan santai.
“Sebentar lagi ada pesta di tempat temanku, dan kebetulan pesta itu adalah sebuah pesta dansa, jadi, aku harus membawa pasangan, padahal aku tidak punya pasangan saat ini” ujar Della sambil membuat wajah cemberut yang jika itu adalah laki-laki lain, dia pasti akan dengan mudah memikatnya.
“Hoo, kalau begitu kenapa kau tidak sewa saja seseorang untuk menjadi pasanganmu satu hari itu?” ujar Desta yang masih berusaha mengelak.
“Tapi kak, bukannya aku tidak mau, tapi di pesta itu banyak sekali laki-laki yang menyukaiku dari dulu dan semuanya aku tolak, jika nanti aku membawa seseorang yang tidak bisa membela diri, aku takutnya dia akan celaka nanti” ucap Della yang membuat alasan dengan harapan Desta bisa termakan dengan kisahnya.
“Ya kalau begitu kau kan tinggal tidak usah datang saja ke pesta itu, jadi kau tidak perlu repot-repot bertemu mereka yang kau tolak kalau menurutmu itu memang berbahaya” jawab Desta ketus, tapi justru Della malah semakin tertarik dengan sikap dinginnya Desta.
“Iya sih, tapi ini adalah pesta pertamaku seumur hidup, dan aku ingin sekali hadir dalam pesta dansa seperti itu” ucap Della dengan menggenggam kedua tangannya dan melihat ke arah Desta dengan mata yang berkaca-kaca memohon agar Desta mau menerima permintaannya.
__ADS_1
“Maaf Della, bukannya aku tidak mau tapi aku sebisa mungkin untuk menghindari perkelahian seperti tadi” jawab Desta yang mendengus dingin setelah menenggak minuman dingin yang diambilnya di meja minuman.
“Kalau begitu, aku tidak akan berlama-lama di pesta dansa itu, jadi, kita bisa menghindari masalah setelahnya” ujar Della yang masih berusaha untuk mengubah pemikiran Desta.
“Orang ini, teguh sekali untuk mengajakku sampai seperti ini, apa aku terima saja ajakannya? Lagi pula dia adalah anaknya paman Sony yang sudah aku anggap seperti keluarga sendiri” gumam Desta yang kemudian dia menganggukkan kepalanya.
“Ya sudah, aku akan menemanimu ke pesta dansa itu dengan syarat tanpa adanya keributan, dan jika ada yang mencari masalah, kita akan segera pergi dari pesta” ucap Desta kemudian mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan della yang menunjukkan persetujuan dengan persyaratan darinya.
“Mmm, oke deh, aku terima syaratmu” Della menjawab jabat tangan Desta.
“Ngomong-ngomong, memangnya kapan pesta itu diadakan?” tanya Desta.
__ADS_1
“Oh iya juga, aku belum memberitahukannya ya? Pestanya akan diadakan besok malam di sebuah bar di sini” ucap Della sambil menunjukkan ponselnya kepada Desta dan memberitahukan lokasi pestanya nanti.