Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Pria Berbadan Kekar Pt.2


__ADS_3

Namun langkah Desta terhenti karena dihadang oleh seseorang dengan tubuh besar dan sangat kekar menatap tajam ke arah Desta, dengan bekas luka di area wajahnya dan tato yang terukir jelas di lengan kanannya, menunjukkan seolah dia adalah orang yang tidak bisa diganggu.


“Mau apa?” tanya Desta yang semakin malas untuk berlama-lama di sini.


“Kau yang melakukan hal itu kepada mereka berdua?” ucap pria kekar itu dengan suara yang sangat berat layaknya seorang tukang pukul andalan.


“Mmm, memang aku yang melakukannya, kenapa? Kau pengawal mereka?” tanya Desta dengan menaikkan alisnya.


“Tuan Brandon adalah bosku, dan memang benar aku adalah pengawalnya, karena kau sudah berani melakukan itu padanya, jangan harap kau bisa..” pria kekar itu juga tak sempat menyelesaikan ucapannya, pandangannya seketika menjadi gelap.


Desta menamparnya dengan satu tangan dan tamparan super keras itu sempat merobohkan tubuh besar pria itu ke lantai, itu sempat membuat geger semua orang yang melihatnya.


Hanya satu tamparan bisa merobohkan pria kekar seperti itu.


Namun sesaat kemudian, pria kekar itu mencoba untuk bangkit dari lantai untuk menghajar Desta.


“Hoo, kau ternyata lumayan juga” ucap Desta.

__ADS_1


“Cih, kalau hanya segini aku masih bisa menahan 100 kali tamparanmu yang seperti wanita itu” ucap pria tersebut dengan bekas tangan yang menempel di wajahnya sambil membentuk posisi seperti seorang petinju.


Semua orang yang berada di dekatnya pun segera menjauh karena tidak ingin terkena imbas perkelahian mereka.


“Hehe, ini menjadi semakin menarik, pertama orang kaya yang manja, sekarang pengawal yang ingin membalaskan dendam tuannya” ucap Desta dan dia kembali membuat kuda-kuda seperti tadi.


“Haha, kau kenapa? Sedang menahan kencing hah?” teriak pria kekar tersebut.


“Eh, aku seperti de ja vu” gumam Desta mendengarkan ucapan pria kekar itu yang sama persis dengan ucapan Brandon sebelum akhirnya rahangnya dislokasi.


“Oke” jawab Desta dengan posisi yang semakin merunduk.


“Hmm? Mau apa dia dengan posisi seperti itu?” gumam pria kekar itu yang bersembunyi dibalik tangannya yang sedang membuat posisi bertahan.


Saat dia mengedipkan matanya, Desta lagi-lagi menghilang dari pandangan.


Lalu sesaat kemudian, sebuah pukulan yang entah dari mana datangnya mengenai tangannya yang sedang bertahan, dengan mengejutkannya, pukulan tersebut membuat tangannya gemetaran menahan sakit.

__ADS_1


“Sial, apa yang sedang terjadi? Bagaimana bisa dia menghilang begitu saja dari pandanganku?” gumam pria kekar itu panik.


“Awas di bawahmu..!” teriak salah seorang tamu yang melihatnya dari jauh.


“Bawah?” pria itu melihat ke arah bawah dan saat itu juga dia melepaskan pertahanannya untuk menghindar dari pukulan Desta yang mengincar rahangnya dari bawah karena tidak tertutupi tangannya.


“Hoo, ternyata mereka membantu sesama” ucap Desta saat pria itu berhasil menghindar.


“Baiklah, kalau begitu tidak ada main-main lagi” lalu Desta melompat-lompat ke kanan dan ke kiri, melangkahkan kakinya ke depan dan ke samping, langkah yang benar-benar tidak bisa ditebak pergerakannya, dan itu adalah langkah sunyi.


“Sudah saatnya kau bersujud di hadapanku..!” ucap Desta yang kemudian melaju dengan kecepatan tinggi ke arah pria kekar tersebut.


“Boom..! Bak.. Buk.. Bak.. Buk..” serangan bertubi-tubi ke tangan pria kekar tersebut tanpa henti.


Hingga akhirnya terdengar suara “Krek..” dari tangan pria kekar itu dan tangannya terlihat lemas tanpa bisa digerakkan.


Akhirnya pertahannya terbuka dan tanpa ada yang menghalangi, pria itu pun telak terkena pukulan dari Desta yang mengarah ke pelipis dan pipinya.

__ADS_1


__ADS_2