Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Mita Menyesal


__ADS_3

Namun walaupun begitu, Mita masih berusaha untuk tidak mempercayainya bahwa Desta mungkin seorang yang kaya, "Mana mungkin seorang mantan kurir bisa membeli teh yang begitu mahal..! Ah, atau mungkin itu adalah titipan dari temannya Andre yang lain yang benar-benar kaya dan dia menitipkannya dengan Desta untuk diberikan pada ayah tiriku" dia mengangguk sambil mempercayai asumsi bodohnya itu.


Teh pun telah diseduh tanpa menambahkan apapun ke dalamnya, aroma yang begitu luar biasa harum tersebar ke seluruh ruangan dan membuat semua orang ingin segera mencicipinya.


"Paman, boleh aku tahu siapa nama yang memberikan teh ini padamu?" Fandi penasaran karena teh ini tidak akan mudah didapatkan selain karena waktu panennya yang hanya 50 tahun sekali, jika tidak ada kenalan langsung di China akan hampir mustahil mendapatkannya.


"Ah, dia adalah temannya Andre yang pernah bekerja di perusahaan yang sama dengannya" Joni menjawabnya sambil meneguk teh.


"Oh dia pasti atasannya, bukan?" Fandi mengira Desta pastilah atasan Andre karena mampu membeli teh dengan harga segitu.


"Haha, bukan..! Dia hanya seorang kurir" Joni menjawab dengan santai tapi jawabannya malah membuat semua orang kecuali Mita tidak percaya dan menganggap Joni sedang bercanda.


"Haha, kau jangan bercanda..! Mana mungkin gaji seorang kurir bisa membeli barang mahal seperti itu" ucap Dina sambil tertawa terbahak-bahak.


"Ya, aku juga tadinya agak tidak mempercayainya, tapi yang terpenting dia bukan orang yang jahat" Joni bermaksud untuk menyinggung Miki, tapi dia pikir itu tidak perlu.

__ADS_1


"Baiklah paman, bibi, dan..." Fandi terhenti karena dia tidak tahu namanya dan belum mengenal Mita.


"Mita..! Namaku Mita" dia menjawab dengan nada pelan dan menyunggingkan senyuman yang cantik pada Fandi, berharap dia akan tertarik padanya.


"Baiklah kalau begitu aku pamit dulu, aku harus menemui tuan Sebastian si pemilik Heir Group untuk beberapa urusan" Fandi memang berencana akan menjalin kerjasama perusahaan ekspor impor miliknya dengan Heir Group.


"Wah, ternyata kau seorang bos besar ya" Dina menyahut dengan ekspresi senang dan melihat ke arah Mita seolah memberi tanda bahwa Fandi adalah orang yang cocok untuknya.


"Haha, begitu lah bibi, tapi aku masih ingin menjadi lebih besar lagi dengan kontrak kerjasama perusahaan Heir Group, ya sudah aku pamit dulu ya" Fandi berdiri memberi hormat dan berjalan ke luar untuk segera masuk ke mobil BMW miliknya.


"Waaah, mobilnya sangat mahal..!" ucap Mita yang semakin yakin bahwa Fandi adalah orang kaya, mobilnya saja BMW seri ke 3 yang menurut sepengetahuannya, harganya bisa mencapai 1 miliar.


Dia tadinya berniat untuk bertemu dengan Debby, tapi sekarang Debby sedang ada urusan dengan teman-temannya, akhirnya Desta memutuskan untuk pergi ke restoran d'Coins.


Tidak lebih dari 30 menit Desta pun tiba di sana, dan segera melihat ke arah parkiran yang telah terisi penuh dengan mobil-mobil mewah seperti biasanya.

__ADS_1


"Ah, aku harap hari ini tidak ada keributan, aku hanya ingin makan siang dengan tenang" Desta menghela nafas dan melangkahkan kakinya dengan cepat.


Saat Desta akan membuka pintu restorannya..


"Minggir, menghalangi jalan saja..! Untuk apa seorang pengemis berdiri di sini, Mau makan? Haha." seorang pria paruh baya mendorong Desta ke samping dan menatapnya dengan penuh hina.


"Kak, jangan kasar seperti itu..! Jika kakek tahu, kau pasti akan dihukum." ucap seorang wanita cantik yang sepertinya adalah adik dari pria itu.


"Maaf tuan, silahkan masuk" Desta bergeser dan menggerakkan tangannya ke arah pintu masuk layaknya seorang pelayan.


"Hmm, tidak usah kau suruh juga aku akan masuk, dasar pengemis tidak berguna..!" lalu pria itu masuk disusul dengan adiknya, namun dia berhenti di depan Desta dan menunduk meminta maaf atas kelakuan kakaknya yang kasar seperti itu.


"Tidak usah dipikirkan nona, aku bukanlah siapa-siapa, jadi angkat kepalamu dan masuklah, nikmati makananmu" Desta kemudian berjalan ke samping restoran dan menelepon manager restoran untuk memesankan makanan untuknya dan dia tidak akan masuk ke dalam, dia tidak ingin kejadian sebelumnya terulang lagi, jadi dia akan makan di luar saja.


"Tuan, tolong panggil aku Robert, karena anda adalah tamu kehormatanku" Manager d'Coins segera menyambut dan memesankan makanan untuk Desta, tapi secara diam-diam agar tidak menarik perhatian.

__ADS_1


"Baiklah Robert, kalau begitu terima kasih, aku akan menunggu di luar" Desta menutup panggilan kemudian duduk di lantai dan menunggu makanannya datang, dia berharap makanannya akan cepat tiba, dia sudah sangat lapar.


"Ah, aku ingin sekali mengajak Debby makan di sini, tapi aku yakin dia pasti tidak mau, setelah melihat menu dan harga per porsinya pasti dia akan langsung keluar dari restoran" Desta bergumam sambil tersenyum kecil.


__ADS_2