
"Ta-tapi aku tidak.." Desta memulai aktingnya.
"Diam kau..! Kelakuanmu seperti ini, sama saja kau menghina Gilang yang mengadakan pesta ini..!" ucap Anton dengan cerobohnya.
"Oh jadi bocah itu yang menyuruhnya" Desta bergumam dalam hati.
"Huh, baiklah baiklah, aku mengakui makanan di pesta ini sangat tidak enak, rasanya aku seperti memakan makanan hewan" Desta memancing Gilang agar cepat keluar, lagipula dia tidak ingin berlama-lama di sini.
"Wah dasar tidak tahu malu, masih untung kau diundang oleh pak Gilang, seharusnya kau tidak udah datang ke sini, dasar pecundang..!" teriak salah satu tamu yang terpancing emosi karena omongan Desta.
"Desta, apa maksud perkataanmu?" akhirnya Gilang datang untuk memerankan bagiannya.
"Hehe, akhirnya datang juga" gumam Desta dalam hati.
"Maksudku, aku berkata begitu karena dipaksa mengakui hal yang tidak kulakukan" jawab Desta dengan santai.
__ADS_1
"Kau lucu sekali, dipaksa bagaimana? Jelas-jelas kau yang melakukannya" ucap Anton menuduh.
"Haha, sudahlah, aku tahu kalian bersekongkol untuk mengusirku, dan aku tidak tahu alasannya apa, tapi kalian tidak bisa membodohiku" ucap Desta menunjuk ke arah Anton dan Gilang.
"Kau masih bisa menuduh Gilang yang melakukannya, padahal jelas-jelas kau yang melakukannya" teriak seorang tamu yang menonton.
"Sudahlah, usir saja dia dari sini, orang yang tidak bisa menghargai niat baik orang lain tidak dibutuhkan di sini..!" para tamu mulai berteriak dan menyuruh Gilang untuk mengusir Desta.
Gilang tersenyum licik kepada Desta, dia tidak menyangka rencananya berhasil dan banyak juga yang mendukungnya.
Dia berbalik dan menoleh ke arah Gilang lalu berkata, "Gilang, dengan sifatmu yang seperti itu, aku tidak akan menerima kontrak kerjasamamu dengan Heir Group..! Kau sama sekali tidak pantas mendapatkannya" lalu desta mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Sebastian.
"Haha, bicara apa kau? Kau pikir siapa dirimu berani berkata seperti itu, bagaimanapun Heir Group akan memohon untuk bekerjasama dengan perusahaan Star Electro milikku." ucap Gilang dengan sombongnya.
Desta hanya tersenyum mendengar omongan Gilang yang begitu percaya diri, dan akhirnya nomor sebastian bisa dihubungi di saat yang tepat.
__ADS_1
"Paman, tolong segera jemput aku di alamat yang sudah kukirimkan padamu, dan satu lagi, aku tidak akan menerima kontrak kerjasama dengan perusahaan Star Electro untuk alasan apapun..!" Desta mengatakannya dengan suara yang lantang dan membuat semua orang mencibir dirinya.
"Wah disaat seperti ini masih saja dia membual untuk menyelamatkan wajahnya, dasar pecundang" para tamu mencibir Desta.
"Haha, memangnya kau orang yang punya Heir Group apa? Sudahlah, hentikan bualanmu itu sebelum kau mempermalukan dirimu lebih jauh" Gilang memperingatkan Desta dengan cemoohan.
Desta berjalan mendekat ke arah Gilang dan berbisik pelan, "Kau tenang saja, aku tidak akan membual jika aku memang tidak bisa melakukannya, karena memang orang itu adalah aku..! Aku pemilik Heir Group".
Mendengar ucapan Desta seperti itu, Gilang tertawa terbahak-bahak dan memaki Desta.
"Haha, lihatlah dirimu..! Kau bisa membuat kebohongan seperti itu hanya untuk menggertakku? Benar-benar seorang pecundang" dan semua tamu pun ikut tertawa walaupun mereka tidak mengerti apa yang mereka tertawakan.
"Oke, kalau begitu aku akan menunggu jemputanmu dan aku akan melihat semua bualanmu tadi." Gilang menantang Desta, dia benar-benar tidak tahu siapa yang sedang dia provokasi.
"Oke, silakan menunggu..!" ucap Desta dan menyuruh Debby untuk segera mendekat kepadanya.
__ADS_1
"Kau tenang saja, aku tidak akan membuatmu malu" ucap Desta pelan kepada Debby, dan dia hanya menganggukkan kepalanya, karena dia percaya Desta tidak akan berbohong, kecuali soal ramalan-ramalan bodohnya itu.