Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Aku Temannya Boris


__ADS_3

20 menit kemudian terdengar suara Sebastian yang membangunkan Desta.


“Tuan muda, kami sudah menemukannya..!” ucap Sebastian sambil menggoyangkan tubuh Desta.


“Mmm, aku akan segera ke sana paman” jawab Desta dan dia segera bangkit dari sofa untuk segera melihat hasil pencarian tim peretas Sebastian.


“Dia tinggal di daerah Jakarta Selatan dengan seorang kakak perempuan yang sedang mengidap kelumpuhan pada kaki kanannya” ucap Sebastian menjelaskan detail tentang pria tersebut.


“Bagus, aku akan segera menemuinya” ucap Desta.


“Tuan muda, aku harap Anda akan membawa beberapa anggota dari elang hitam yang andal untuk berjaga-jaga karena jika dilihat dari sejarahnya, pria ini adalah seorang pembunuh bayaran berdarah dingin” ucap Sebastian yang menunjukkan wajah khawatirnya.


“Mmm, tenanglah paman, aku memang berencana untuk membawa Jefrey bersamaku” jawab Desta santai.


Lalu Desta meminta Sebastian untuk mengirimkan detailnya ke ponsel Desta sementara dia berjalan ke luar ruangan untuk menghubungi Roger.


“Bos?” jawab Roger saat dihubungi Desta.

__ADS_1


“Roger, aku sudah tahu siapa yang mengincarku..! Untuk sementara ini aku mau kau jauhkan Debby dariku sampai masalahnya selesai” ucap Desta menegaskan niatnya.


“Oke bos” jawab Roger lalu Desta mematikan panggilannya.


“Nah, Boris, sebentar lagi kau akan tahu dengan siapa kau berurusan” ucap Desta dengan tatapan yang sangat tajam sambil berjalan ke luar gedung untuk bertemu dengan Jefrey karena mereka akan berangkat dengan mobilnya Jefrey.


Lalu mereka segera berangkat meninggalkan Heir Group menuju Lokasi Boris atau si pria suruhan Cindy dan Brandon.


Selama 2 jam mereka berada dalam perjalanan dan mengitari daerah sekitar lokasi yang mereka tuju, akhirnya Desta memutuskan untuk mengawasi rumah yang menjadi tempat tinggal boris dan kakak perempuannya dari kejauhan karena Sebastian baru saja menelepon dan mengatakan bahwa di sekitar tempat tinggal Boris ada beberapa pasang CCTV yang mencurigakan.


“Jika memang CCTV itu dipasang dengan tujuan keamanan, seharusnya tidak hanya mengarah pada satu titik, yaitu rumahnya Boris, terlebih lagi CCTV yang terpasang berada di gedung yang berbeda tapi semuanya mengarah ke titik yang sama” ucap Sebastian menjelaskan kepada Desta.


“Bisakah dialihkan untuk sementara paman? Sampai aku selesai, agar tidak membuat sebuah kecurigaan pada siapapun yang mengawasi CCTV itu” tanya Desta.


“Dimengerti tuan muda, tim peretas sudah melakukannya sejak 5 menit yang lalu, dan sekarang seharusnya sudah aman” jawab Sebastian meyakinkan Desta.


“Mmm, baiklah paman, terima kasih banyak..!” ucap Desta dan kemudian mematikan panggilan teleponnya.

__ADS_1


“Tuan muda, jika Anda memang ingin memancingnya keluar, kenapa tidak kita manfaatkan saja kondisi kakaknya yang sedang sakit itu?” ucap Jefrey yang memberikan ide kepada Desta.


“Kau tahu? Itu adalah ide yang paling buruk yang pernah disarankan kepadaku” jawab Desta lalu mengacuhkan omongan Jefrey.


“Aku punya ide yang lebih bagus lagi” ujar Desta lalu dia membuka pintu mobil dan keluar.


“Tuan muda, apa yang akan Anda lakukan?” tanya Jefrey.


“Kau tunggu di sini saja, jika terjadi sesuatu, segera hubungi yang lainnya” ucap Desta lalu berjalan menuju rumah yang diawasinya tadi.


“Tok.. Tok..” Desta mengetuk pintu rumah tersebut.


Tak lama, pintu sudah dibuka dan terlihat seorang wanita yang berdiri dengan bantuan dari tongkat di tangan kanannya karena kelumpuhan sesuai dengan informasi yang didapat oleh tim peretas.


“Cari siapa?” ucap wanita itu dengan suara yang lembut.


“Aku temannya Boris, namaku Desta, apakah dia ada di rumah?” jawab Desta.

__ADS_1


__ADS_2