
Desta menunggu selama hampir 20 menit dan wajahnya terlihat seperti akan memakan siapa pun yang mencari gara-gara dengannya.
"Lapar..lapar..lapar..!" hanya itu yang terucap oleh Desta sedari tadi.
Setelah menunggu 15 menit lagi, akhirnya Robert yang membawa makanannya pun datang, wajahnya berubah seperti sedang mendapatkan hadiah utama lotre.
"Akhirnya..!" Desta segera menghampiri Robert untuk segera membuka penutup makanannya dan menyantap makanannya tanpa mengucapkan apapun.
"Tuan, tolong pelan-pelan, kau bisa tersedak nanti" Desta berhenti sebentar dan melihat ke arah Robert dengan pipi yang menggembung berisi makanan lalu menelannya.
"Ini salahmu membuatku menunggu selama ini, aku sudah terlalu lapar tahu..!" Desta memarahi Robert yang terlalu lama membawakan makanannya.
"Soal itu, maafkan aku tuan, itu karena ada sedikit masalah tadi" Robert merunduk dan meminta maaf, tapi Desta melihat ada yang aneh dengan wajahnya Robert, dia melihat sebuah bengkak yang membiru di pipi kanannya.
__ADS_1
"Robert wajahmu, siapa yang telah memukulmu?" karena Desta sering berkelahi, dia sudah paham dengan luka-luka dan memar akibar perkelahian.
"Anu, begini, ini adalah salah satu penyebab aku lama mengantarkan makananmu, tuan" Robert menutup memarnya dengan tangan kanannya, dan Desta menghentikan kegiatan makannya dan mendengarkan Robert sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Tadi ada sedikit permasalahan antara pelayan dan pelanggan yang bilang makanannya sudah tidak segar dan basi, padahal aku sendiri yang mengawasi dan memastikan agar kualitas bahan makanan di restoran ini tetap kelas atas" ucap Robert melihat desta yang terus memperhatikannya.
"Lalu?" Tanya Desta penasaran.
"Lalu aku datang dan bermaksud untuk menengahi lalu mengganti makanannya dengan yang baru, tapi dia langsung memukul wajahku tanpa ragu" Desta terlihat semakin marah dan segera mengusap mulutnya dengan kain bersih lalu menatap Robert dengan tajam.
"Namanya Arman, dia anak dari pemimpin kantor cabang organisasi inspeksi kelayakan makanan di Jakarta dan dia masih berada di dalam, dia berkata akan memanggil ayahnya untuk menutup restoran ini jika seluruh karyawan di sini tidak berlutut meminta maaf padanya" Robert terdengar seperti pasrah karena dia tahu, pelanggan itu adalah anak dari seseorang yang dengan kekuatannya mampu untuk menutup restorannya.
"Bawa aku menemuinya" Desta membuat Robert merinding karena takut akan terjadi keributan lagi seperti sebelumnya.
__ADS_1
"Tuan, kalau bisa jangan sampai ribut seperti sebelumnya" Robert memohon agar nama baik restorannya tidak tercemar karena sering terjadi perkelahian.
"Tenang saja, aku tidak akan membuat keributan" Desta meyakinkan Robert dan mereka segera masuk ke dalam.
Desta pun mengikuti Robert dari belakang dan segera masuk dari pintu depan.
"Hei manager, siapa yang memperbolehkan pengemis masuk?" teriak pria yang tadi ditemui Desta saat akan masuk ke restoran, Robert berbisik kepada Desta dan memberitahu bahwa orang itu lah yang bernama Arman.
"Katanya restoran ini adalah yang terbaik, tidak kusangka ternyata hanya restoran sampah" ucapannya membuat pengunjung lain menghentikan kegiatan makannya untuk melihat drama ini.
Desta menaikkan alisnya dan berjalan nenuju pelayan, "paman, tolong bawakan aku makanan yang dikomplain olehnya".
Pelayan pun langsung mengambilnya di dapur dan membawakan makanan yang membuat semua keributan ini.
__ADS_1
"Biarkan aku mencicipinya" Desta mengambil sendok dan mengambil makanan yang ada di piring untuk segera dicicipinya.