
“Baik, aku akan memberitahukan hal itu kepada ayah..!” ucap Della kemudian dia mengangkat kepalanya dan mengajak Desta untuk mengikutinya lalu berjalan menuju pintu yang menghubungkan aula ini menuju aula utama di gedung ini.
“Sialan..! Apa yang sebenarnya terjadi saat ini? Aku tahu dia memiliki sedikit uang dan bisa berkelahi untuk menggertakku sewaktu di restoran, tapi sekarang bahkan nona Della memanggilnya dengan sebutan tuan? Tidak bisa dipercaya..!” Lisa masih tidak bisa menerima semua yang terjadi di hadapannya begitu saja dan dia kembali ke meja untuk menarik Edo keluar dari pesta dengan rasa kesal yang sangat dalam.
“Sudahlah Lisa, dari awal aku sudah bilang kepadamu bahwa orang itu tidak bisa dengan mudah kau provokasi dan ternyata benar yang aku bilang, ‘kan?” ucap Edo yang mengingatkan Lisa kembali atas apa yang pernah diucapkannya sebelumnya.
“Diamlah..! Aku sedang sangat kesal saat ini, jangan sampai kau membuatku semakin kesal” jawab Lisa yang begitu emosi dan Edo hanya bisa terdiam tidak bisa berkata apapun.
Sementara itu Della dan Desta hampir tiba di aula utama.
“Tuan muda, tolong maafkan pelayan keluargaku yang seperti itu, dia bersikap seperti itu mungkin karena sudah lama tinggal dengan keluarga kaya raya dan akhirnya dia jadi punya sifat merendahkan orang lain karena penampilannya” ucap Della yang bermaksud berbicara tentang pakaian yang Desta kenakan.
“Oh sepertinya memang kalangan orang elite itu sangat suka merendahkan orang lain yang bukan dari kalangan mereka ya” ucap desta sambil tersenyum sinis.
“Ah maaf tuan, maksudku bukan seperti itu” ucap Della gugup karena dia takut akan menyinggung perasaan Desta.
“Haha, sudahlah tidak apa-apa, lagi pula aku sudah terbiasa dengan sikap yang seperti itu dari orang-orang sekitarku” jawab Desta.
Tak lama kemudian mereka pun tiba di aula utama.
Tidak salah jika aula utama ini ditujukan hanya untuk kalangan kelas atas dan elite saja, karena memang suasana yang ada di dalamnya benar-benar berkelas dan mewah, sangat berbeda jauh dari aula terkecil yang tadi Desta masuki.
“Wah, walaupun aku sudah sering melihat kemegahan, tapi ini benar-benar desain yang sangat mewah, elegan, cantik, semua elemen ada di sini..! Memang tidak salah jika orang-orang yang di dalamnya bisa merendahkan orang yang kelasnya di bawah mereka” ujar Desta yang membuat Della hanya tersenyum kecut karena merasa itu adalah sebuah sindiran.
“Baiklah, kalau begitu aku akan memanggilkan ayah untuk menyambut Anda” ujar Della yang mulai berjalan pergi menuju ke sebuah ruangan khusus VIP.
“Ah tidak usah..! Biarkan paman Sony menyelesaikan urusannya terlebih dahulu, aku akan berkeliling sendiri dulu untuk menunggunya” ujar Desta, dia bermaksud untuk berburu makanan yang ada di sini karena dia pikir, makanan yang ada di aula terkecil saja rasanya sudah seperti makanan mewah kelas atas, apa lagi jika itu adalah makanan yang ada di dalam aula utama.
“Baiklah kalau begitu tuan, aku akan meninggalkan Anda di sini, silakan nikmati pestanya” ucap Della pelan dengan senyuman manisnya kali ini dan dia pun pergi meninggalkan Desta sendirian.
__ADS_1
“Haha, kalau seperti ini sih aku memang terlihat seperti datang hanya untuk makan gratis” gumam Desta dengan senyuman kecut yang tersirat di bibirnya setelah menyadari kelakuannya.
Dia berkeliling aula utama yang sangat besar itu dan menemukan banyak hal menarik seperti area perjudian, area bermain anak-anak, bar eksentrik, area VIP yang terdapat makanan dan minuman mahal, dan bahkan ada kolam ikan yang sangat luas.
Ya, kolam ikan, karena aula utama itu bisa menampung hingga 30 ribu orang dengan segala macam dekorasi dan hiasan ruangan yang sangat menawan.
“Aula ini benar-benar luas, aku sepertinya butuh map hanya untuk kembali ke tempat aku masuk tadi” ujar Desta sambil melihat-lihat sekitarnya dan dia pun terhenti karena melihat stand makanan yang berisi seafood.
“Seafood..!” ujar Desta yang hampir saja berteriak, karena dia memang sangat menyukai makanan laut, terlebih karena ini makanan yang ada di sebuah pesta orang kaya, mana mungkin seafood yang disediakan adalah yang berkualitas rendah.
Desta dengan lahap mengunyah makanannya, hingga dia berhenti makan karena seseorang dengan sengaja menyenggol dan menjatuhkan piringnya ke lantai.
“Hei, aku sedang makan..!” ucap Desta yang mengambil piringnya dan meletakkan di meja tempat piring kotor, lalu mengambil piring baru untuk mengambil makanan lagi.
“Siapa yang membolehkanmu makan di sini?” ucap pria paruh baya yang menjatuhkan piring Desta tadi.
“Ah oke, kita mulai lagi” gumam Desta lalu memutar matanya.
“Kurang ajar..! Memangnya kau tidak tahu siapa aku, hah?” teriak pria paruh baya tersebut dengan wajah kesal karena diacuhkan oleh Desta.
“Tidak tahu dan tidak mau tahu” jawab Desta melambaikan tangannya.
“Dasar sampah..! Dia ini adalah Brandon si pemilik perusahaan otomotif terbesar di Jakarta..!” ucap seorang pria paruh baya lagi yang sepertinya teman dari Brandon yang menjatuhkan piring Desta tadi.
“Oh begitu? Hanya karena pemilik sebuah showroom kecil saja sudah begitu sombongnya?” ucap Desta sambil mengunyah makanannya dengan mulut yang penuh.
“Lihatlah siapa yang berbicara..! Kau dengan penampilan yang seperti ini punya keberanian dari mana untuk menyebut Sky Drive dengan showroom kecil?” teriak Brandon yang sudah sangat kesal karena sikap santainya Desta.
Seluruh tamu yang tadinya tidak mau menanggapi perkelahian kecil itu, kini jadi tertarik karena Desta yang sangat berani bersikap santai seperti itu kepada Brandon yang terkenal karena berhasil memacari anak dari orang terkaya nomor 2 di Jakarta saat ini.
__ADS_1
“Sepertinya ini akan menjadi tontonan yang sangat menarik” ucap salah satu tamu yang menonton dari kejauhan.
“Haduh, sekarang kau lihat itu..! Semua tamu melihat ke arah sini, aku kan jadi tidak bisa makan dengan tenang” ucap Desta dengan mulut yang masih penuh dengan seafood.
“Tidak peduli, sekarang kau pergi dari sini atau aku akan memanggil satpam untuk menyeretmu seperti anjing..!” ucap Brandon dengan nada yang sangat terdengar kesal.
“Hah? Memangnya apa salahku hingga kau mau mengusirku? Eh salah, maksudku, siapa yang memberimu keberanian untuk mengusirku dari sini?” tanya Desta kali ini dengan mulut yang sudah bersih dari seafood.
“Kurang ajar..!” bentak temannya Brandon dan langsung menyiramkan minuman ke wajah Desta.
“Oh segar sekali” ucap Desta yang menanggapinya dengan tenang, dia masih ingin mentolerir kelakuan temannya Brandon ini, terlebih lagi karena dia tidak ingin membuat mereka berdua cacat di depan umum.
Brandon berjalan menuju stand minuman di dekatnya dan mengambil beberapa skup minuman beralkohol di tangannya.
“Byurr..” Brandon menyiramkan semua minuman itu ke wajah Desta dan kini dia sudah basah kuyup oleh siraman itu.
“Haduh, kalau begini bagaimana aku bisa menepati janjiku pada Debby agar tidak sembarangan mematahkan tulang orang lain” gumam Desta dan menepuk dahinya.
“Lihatlah..! Gara-gara kau, sepatuku basah, sekarang bersihkan sepatuku..! Jilat dan bersihkan..!” ujar Brandon sambil menjulurkan kakinya ke arah Desta.
“Hehe, kalian ini padahal sudah dipandang baik oleh orang-orang, tapi masih saja bersikap seperti bocah, terlebih lagi, kan itu karena ulahmu sendiri” ucap Desta sambil tersenyum tipis.
“Hah? Kau bilang apa? Aku tidak mau tahu, cepat bersihkan sepatuku..!” jawab Brandon dan melambaikan tangannya memanggil satpam yang sudah tiba di lokasi dan sedang berjaga di sekitarnya.
Desta melihat lambaian tangan Brandon tapi tidak terlalu khawatir, malah yang dia cemaskan adalah nasib bocah ini yang tidak akan berakhir baik sebentar lagi.
“Ada apa? Kenapa masih diam saja? Cepat bersihkan sepatunya Brandon..!” teriak temannya Brandon dan kembali menyiramkan minuman dingin kepada Desta.
“Hmm, aku sudah berusaha bersabar dari tadi, dan karena aku sedang berbaik hati, aku akan memberikan satu kesempatan untuk kalian meminta maaf padaku” ucap Desta yang sudah mulai terlihat lelah menahan emosi yang terus menerus dipancing oleh Brandon dan temannya itu.
__ADS_1
“Wah, kau merasa lebih hebat rupanya? Memangnya kau siapa berani berkata seperti itu padaku?” ucap Brandon dengan tatapan yang semakin merendahkan Desta.
“Aku tidak tahu masalah kalian denganku itu apa, tapi aku benar-benar tidak suka jika aku diganggu saat sedang makan” ucap Desta dan wajahnya pun berubah menjadi sangat masam dengan tatapan yang dingin.