Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Dia Akan Berlutut Meminta Maaf


__ADS_3

"Paman, maaf aku menghubungimu selarut ini, tapi aku ingin meminta sesuatu padamu" ucap Desta.


"Tidak masalah tuan muda, katakan saja permintaanmu adalah perintah bagiku" jawab Sebastian yang kemudian bangun untuk mencuci muka.


"Bisakah kau membuat perusahaan Golden Sky bangkrut dan kemudian diakuisisi oleh pemerintah? Aku tahu perusahaannya berada di luar Jakarta, jadi aku menanyakan apakah itu mungkin saja untuk dilakukan" Desta menjelaskan rencananya.


"Itu sangat mudah tuan, tidak masalah berada di mana saja, aku bisa memastikan semuanya akan bisa dilakukan" Sebastian menjawab dengan penuh kepastian.


"Wah, aku tidak tahu bahwa paman Sebastian ini memiliki kemampuan seperti itu" gumam Desta dalam hatinya yang merasa takjub.


"Hebat..! Kalau begitu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuatnya bangkrut paman?" tanya Desta kembali.


"Aku hanya butuh waktu 1 jam" tentu saja jawaban Sebastian membuat Desta sangat senang hingga membuatnya melompat.


"Baiklah paman, satu hal lagi" sambung Desta.


"Katakan saja tuan" jawab Sebastian.


"Aku ingin membuat Herman tidak akan berani lagi berurusan dengan keluarga Debby, jadi aku mau membuatnya bangkrut hingga ke akarnya" tegas Desta.

__ADS_1


"Dimengerti, aku akan mencari sumber penghasilan yang lain si Herman ini, dan akan menutup seluruh akun bank yang dia miliki hingga membuatnya memiliki hutang dengan nominal yang fantastis dan akan membuatnya menjadi seorang gelandangan" ucap Sebastian dengan nada yang menyeramkan.


"E-eh paman, aku rasa itu terlalu kejam, apakah tidak apa-apa?" Desta sebenarnya hanya ingin memberi Herman pelajaran dan membuatnya tidak berurusan dengan keluarga Debby lagi, tapi dia tidak menyangka ternyata Sebastian lebih kejam darinya.


"Baiklah aku akan berhenti sampai menutup semua akun banknya saja dan membuat dia berlutut meminta maaf kepada keluarga Debby, lalu untuk bagian hutang tidak akan aku lakukan" Sebastian akhirnya mengurangi hukuman yang akan diberikannya pada Herman.


"Gila, aku memiliki kepala pelayan yang punya sisi lain seperti seorang psikopat" Desta bergumam dalam hati dan tersenyum kecut lalu sedikit berkeringat saat mendengar Sebastian mengatakannya.


"Baiklah paman, aku akan menyerahkannya kepadamu..! Oh iya satu lagi paman, setelah berhasil melakukannya, jangan biarkan Herman mengetahuinya, biarkan dia masih beranggapan bahwa dia masih memiliki segalanya, ini akan menjadi sebuah kejutan yang besar untuknya" lalu Desta menutup panggilan teleponnya setelah Sebastian mengiyakan permintaannya dan dia segera memejamkan matanya berusaha untuk tidur.


Sebenarnya dia tidak ingin bergantung pada bantuan Sebastian, namun saat ini dia belum memiliki kekuatan untuk melakukannya sendiri.


Keesokan paginya..


Debby mengajak keluarganya beserta Desta untuk menyantap makan pagi.


Saat sedang menikmati hidangan yang dimasak oleh Debby, Desta membisikkan sesuatu kepada Debby, "Deb, untuk masalah Herman, kau tenang saja, dia tidak akan datang untuk membuat masalah, melainkan hal lain" ucapnya.


"Maksudmu?" Debby bertanya dengan menaikkan alisnya yang sebelah kanan.

__ADS_1


"Kau lihat saja nanti" Desta menunjukkan senyum jahat yang membuat Debby merinding dan tersenyum kecut.


"A-haha baiklah aku akan percaya padamu" lalu Debby melanjutkan untuk menghabiskan makanannya.


Saat ini sudah jam 10 pagi dan sebuah klakson mobil terdengar dari luar rumahnya dan Anna segera membukakan pintu.


Itu adalah mobil Herman yang parkir di halaman depan, lalu dia turun dengan wajah yang bangga.


"Hmm, aku ingin melihat wajah menyesal gelandangan itu ketika bersujud meminta maaf" gumam Herman dalam hati, dan dia pun berjalan dengan langkah yang mantap ke dalam rumah.


Sedangkan Desta hanya tersenyum melihat sikap arogannya itu.


Anna dan Retno segera menyambut kedatangan Herman, sedangkan Debby menolak untuk mendekatinya.


"Deb, aku pastikan wajah arogannya akan segera berganti wajah panik keputusasaan" Desta berbisik pelan pada Debby.


"Memangnya apa yang akan terjadi?" tanya Debby.


"Dia akan berlutut meminta maaf kepada keluarga ini..!" ucap Desta sambil menyeruput teh manis hangat buatan Debby.

__ADS_1


__ADS_2