Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Berlutut Tidak Akan Menyelamatkanmu


__ADS_3

“Diam kau..! Kau sudah menjatuhkan harga diriku dan masih berlagak tidak berdosa? Kau benar-benar cari mati rupanya” teriak Brandon yang ternyata tidak menyadari akting ketakutan Desta dan wajahnya pun terlihat semakin kesal.


“Kalian bertiga tunggu apa? Cepat patahkan kakinya..!” Cindy sudah tidak tahan dengan sikap tenang Desta lalu dia pun menyuruh ketiga pria berotot itu untuk segera mematahkan kaki Desta.


“Eh ampun dong..! Aku tidak ingin kakiku dipatahkan oleh kalian..!” ucap Desta dengan mimik wajah yang mengejek.


“Sialan..! Kau akan jadi daging cincang..!” ketiga pria berotot itu langsung menyerang ke arah Desta dengan emosi yang meledak-ledak dan serangan yang membabi buta.


“Hehe, kalian benar-benar berpikir bisa mematahkan kakiku hanya karena jumlah kalian lebih banyak dariku? Aku pikir kalianlah yang seharusnya ketakutan karena salah memilih lawan..!” ucap Desta lalu dengan cepat dia menghindari pukulan dari arah kanan.


Desta melihat salah satu dari mereka membelakanginya dan ingin memukulnya dari belakang, tapi karena situasi saat itu adalah malam hari, Desta pun memanfaatkannya dengan langkah sunyi dan menjadi bayangan yang menghantui mereka.

__ADS_1


Spontan mereka bertiga terkejut, Desta seperti hilang begitu saja dari pandangan mereka, padahal sesaat tadi dia masih berdiri di sana.


“Apa yang kalian bertiga lakukan? Dia hanya menari-nari di belakang kalian..!” teriak Brandon memberitahukan posisi Desta kepada mereka bertiga.


Namun walaupun begitu, saat salah satu dari mereka mencoba untuk memukul dengan keras ke arah belakang karena melihat sekilas bayangan di belakangnya, ternyata pukulan keras itu malah mengenai pria berotot yang lainnya.


“Hei, siapa yang kau pukul?” teriak emosi pria berotot yang terkena pukulan temannya sendiri.


“Sudah cukup main-mainnya..!” teriak Brandon yang kesal karena mereka bertiga tidak becus, dan dia pun mengambil sesuatu di dalam mobilnya yang mana itu adalah sebuah pistol, lalu dia menarik pelatuknya.


Namun saat Brandon ingin mengarahkan pistolnya kepada Desta, tiba-tiba Desta sudah berada tepat di depan wajahnya dan membuatnya terdiam sesaat.

__ADS_1


“Mau main curang ya?” ucap Desta, dan sebuah pukulan keras pun mendarat di ulu hati Brandon dengan keras sampai-sampai terdengar seperti kantong plastik yang ditiup lalu diledakkan.


Pukulan itu benar-benar membuatnya kesulitan bernafas, dia pun menjatuhkan pistol dari tangannya dan dengan cepat Desta menangkap pistol tersebut, akhirnya Brandon terjatuh di tanah mencoba mengembalikan nafasnya yang semakin terasa sesak.


“Huh, aku kan tidak pakai senjata apapun, kenapa kau curang sih?” ucap Desta lalu pistol tersebut diarahkan kepada Brandon dan dia menoleh kembali ke arah para pria berotot tadi.


“Jika kalian tidak ingin dia mati, berlututlah..!” ucap Desta dengan senyuman kecil namun tatapannya sangat tajam, benar-benar seperti seorang psikopat.


Ketiga pria berotot tersebut pun akhirnya menurut dan berlutut di hadapan Desta dengan wajah yang sangat kesal karena mereka merasa direndahkan oleh seorang bocah ingusan.


“Kau tau? Berlutut saja tidak akan menyelamatkanmu..!” lalu Desta mengarahkan pistolnya ke arah salah satu pria berotot.

__ADS_1


“Dorr.. Dorr..” Desta menembakkan pistolnya tanpa ragu sedikitpun dan tembakan itu pun mengenai tepat di paha sebelah kanan pria berotot yang berada di barisan paling depan.


__ADS_2