
Harga mesin itu sangat mahal karena ukurannya yang mampu menghasilkan daya listrik yang cukup untuk sebagian gedung perusahaan, dan total semuanya ada 5 genset dengan total 10 miliar.
“Ada apa?” salah satu teman kerjanya Andre bertanya.
“Entahlah, biar aku cek terlebih dahulu” Andre mendekati mesin genset tersebut.
Untungnya genset tersebut bukan mengaliri listrik ke gedung utama perusahaan, jadi dia masih ada sedikit waktu untuk mengidentifikasi permasalahan yang terjadi pada mesin tersebut.
Andre pun mengecek dari kabel yang menghubungkan genset dengan terminal listrik di perusahaan, “Tidak ada yang salah dengan kabelnya” ucap Andre yang kemudian melihat ke sekeliling genset.
“Tidak ada yang salah dengan mesinnya jika dilihat dari luar, aku coba lihat dulu sajalah” Andre mengetahui ternyata bahan bakarnya sudah habis.
Lalu dia memanggil bagian operasional untuk membawakan bahan bakar untuk menyalakan kembali genset itu.
Andre menunggu selama 10 menit lebih dan akhirnya seseorang datang membawa bahan bakarnya dengan menggunakan mobil pickup karena untuk sekali pengisian bahan bakar membutuhkan 1000 liter dan tidak mungkin dibawa dengan tangan.
Lalu Andre menginstruksikan untuk mengisi bahan bakarnya segera agar genset bisa beroperasi kembali.
Setelah pengisian selesai, Andre mencoba untuk menyalakannya kembali, namun dengan percobaan beberapa kali, tetap saja tidak menyala.
“Apa yang salah ya? Kabel tidak ada yang putus, bahan bakar pun sudah terisi penuh, apa jangan-jangan ada yang salah di dalamnya, mungkin lebih baik aku cek dulu” Andre mengambil beberapa peralatan untuk membuka penutup badan genset tersebut dan mengecek apakah ada yang salah dengan mesinnya.
__ADS_1
Saat dia membukanya, Andre sangat terkejut dengan yang dilihatnya, “Ba-baterainya hilang..!” ucap Andre dengan suara yang keras.
Semua orang melihat ke arahnya dengan tatapan penuh keheranan, “Bagaimana bisa sebuah elemen penting dari mesin seperti ini tidak ada, apakah ini adalah sebuah kecacatan produksi?” gumam Andre dalam hatinya.
Andre pun memanggil orang yang bekerja di bagian marketing, lebih tepatnya di bagian pembelian barang perusahaan.
“Pak, apakah sewaktu membeli mesin genset sudah diperiksa terlebih dahulu isi dalamnya?” tanya Andre di panggilan teleponnya.
“Tentu saja..! Memangnya kenapa? Apa ada masalah dengan gensetnya?” jawab pria yang mengobrol dengan Andre.
“Ya, tentu ada masalah, baterai yang menjadi pemicu untuk menyalakan mesin gensetnya tidak ada di dalam, dan selama tidak ada baterai itu, genset ini tidak akan bisa menyala” jawab Andre yang menjelaskan situasinya.
“Aku tidak menuduhmu pak, hanya saja aku heran kenapa baterainya bisa tidak ada” jawab Andre.
“Ya itu tanggung jawabmu..! Lagipula bagaimana mesinnya bisa dinyalakan pertama kali jika beterainya tidak ada?” pria itu langsung menutup panggilannya dengan kasar.
“Ah, kenapa ada saja masalah seperti ini” keluh Andre yang heran dengan situasinya.
Tak lama kemudian, Denis datang dan berteriak, “Ada apa ini? Kenapa listriknya tidak menyala di ruangan produksi? Apa kalian ingin membuat bangkrut perusahaan ini?” ucapnya dengan nada yang keras.
“Mesin yang menjadi tanggung jawab Andre tiba-tiba mati karena bahan bakarnya habis, lalu setelah dicek ternyata baterainya hilang” jawab seorang rekan kerja Andre yang terlihat menuduhnya.
__ADS_1
“Jadi maksudnya?” Denis bertanya dan menaikkan alisnya.
“Jadi maksudnya, mesin genset itu tidak akan bisa menyala tanpa baterai itu” jawab Andre yang berjalan mendekat ke arah Denis.
“Seseorang pasti sudah meyusup ke sini dan mencuri baterainya” sambung Andre yang mencurigai kejadian yang sangat aneh itu.
Andre tahu bahwa dialah yang bekerja pada shift terakhir kemarin, jadi kemungkinan besar semua orang akan menuduhnya sebagai pencuri baterainya, dan benar saja, seketika itu semua rekan kerja Andre menoleh ke arah Andre.
“Kenapa? Kalian pasti menuduhku yang mencurinya bukan?” ucap Andre yang membalas tatapan curiga mereka padanya.
“Ya siapa lagi? Kan yang bekerja di shift terakhir kemarin kau sendiri” jawab salah satu rekan kerjanya.
“Huh, untuk apa juga aku mencuri baterai genset?” ucap Andre dengan mengernyitkan alisnya.
“Ya siapa yang tahu, mungkin saja kau sangat membutuhkan uang sehingga kau berani mengambil dan menjual baterainya” jawab Denis yang ikut-ikutan memojokkan Andre.
“Tidak mungkin..! Kemarin aku memang bekerja di shift terakhir, tapi aku sama sekali tidak menyentuh mesin genset itu..!” teriak Andre yang membela dirinya.
“Andre, mengaku sajalah, kalau begini terus, kau akan membahayakan kami semua, karena jika masalah ini sampai diketahui pak direktur, kita semua akan dipecat..!” ucap salah satu rekan kerjanya Andre.
“Tidak sampai di situ, kau juga akan dipenjara karena mencuri aset perusahaan..!” sambung Denis yang semakin memojokkan Andre.
__ADS_1