Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Memangnya Kau Siapa?


__ADS_3

Keesokan harinya..


Debby dan Desta bersiap untuk berangkat ke bandara dan pulang ke Jakarta.


"Bontet, kau kenapa sih dari tadi kelihatannya senang sekali?" Debby heran karena Desta hanya senyum-senyum tidak jelas dari mulai bangun tidur.


"Haha, tidak apa-apa, aku hanya sangat senang..!" jawab Desta.


"Mau cerita?" tanya Debby sambil mengerutkan alisnya.


"Baiklah kalau kau memaksa, aku senang karena kak Danu akan berkunjung ke Jakarta..!" jawab Desta dengan nada yang menggebu-gebu.


"Kak Danu?" Debby menaikkan sebelah alisnya.


"Mmm..! Salah satu master beladiri yang melatihku, dan yang paling kuat diantara mereka semua..! Dan saat bertemu nanti aku akan menantangnya berlatih tanding seperti dulu" ujar Desta yang terlihat sangat membanggakan Kamandanu.


"Haduh, aku pikir kenapa..! Dasar lelaki, pikirannya hanya berkelahi saja..!" ucap Debby mendengus mengeluh.


"Eh siapa bilang hanya berkelahi? Makanan juga kok..!" Desta menatap Debby dengan wajah serius.


"Plak..!" Debby menepuk dahinya karena tidak mengerti apa yang dipikirkan Desta saat ini.

__ADS_1


"Dan ada lagi..!" sambung Desta.


"Apa lagi? Paling-paling hal yang aneh" jawab Debby sinis.


"Eh siapa bilang? Satu lagi yang ada di pikiranku ya kamu Deb..!" Desta mulai menggombali Debby dan mengacak-acak rambutnya.


"Kau ini..!" Debby melayangkan 2 jari ke perut Desta dan mencubitnya.


"Adududuh.. Kenapa aku dicubit?" ucap Desta yang mengusap-usap perutnya.


"Pikir saja sendiri..!" jawaban setiap wanita ketika mereka kesal pun digunakan oleh Debby.


"Apa?" Debby menatap tajam ke arah Desta menunggu kata apa yang akan diucapkan oleh Desta selanjutnya.


"He-hehe, tidak ada kok" Desta tertawa tidak enak dan sedikit tersenyum kecut karena takut akan cubitan Debby yang sangat pedas itu.


Setelah mereka selesai bersiap dan berpamitan, keduanya langsung menuju bandara dengan menggunakan taksi online dan menempuh waktu 1 jam hingga tiba di bandara.


2 jam mereka menunggu di ruang tunggu akhirnya pesawat mereka siap untuk diberangkatkan, lalu semua orang dengan tujuan yang sama dengan mereka berdua masuk ke dalam pesawat.


Saat di dalam pesawat, ada 1 orang yang terlihat sangat sibuk mengobrol dengan ponselnya.

__ADS_1


"Maaf pak, mohon segera matikan ponselnya karena sebentar lagi pesawat akan lepas landas" ucap salah seorang pramugara yang menghampiri pria tersebut untuk memperingatkannya.


Namun tampaknya pria tersebut tidak mendengarkan ucapan dari pramugara tersebut, dia malah melanjutkan obrolannya di telepon.


"Pak, mohon maaf, tolong segera..." pramugara itu terhenti karena pria itu mengangkat tangannya dan membentuk angka 1 dengan jari telunjuknya.


"Tunggu sebentar, aku akan berbicara dengan orang yang tidak tahu sopan santun ini dulu" ucap pria tersebut dengan cukup sangat keras hingga orang-orang langsung melihat ke arahnya.


"Hei kau..! Apa kau tidak lihat aku sedang berbicara di telepon? Aku sedang mengobrol dengan orang penting, dan jika bisnis puluhan miliarku gagal karena kau menyuruhku untuk mematikan ponsel, apa kau mau tanggung jawab?" ucap pria itu dengan nada yang sangat arogan.


"Wah sepertinya ada yang baru pertama kali naik pesawat ya?"


"Hei jangan mengganggu jadwal penerbangan pesawat ini hanya untuk menunggu kau mematikan ponsel bodohmu..!"


"Ya, matikan sekarang atau kau kami tendang dari pesawat ini..!"


Semua orang berteriak mengeluh kepada pria itu karena pesawatnya belum juga diberangkatkan gara-gara dia tidak mau mendengarkan pramugara.


"Haha, silakan saja kalau kalian mau mencoba menendangku keluar dari pesawat, tapi jangan salahkan aku jika pesawat ini dibatalkan keberangkatannya..!" ancam pria itu kepada semua yang meneriakinya.


"Heh, memangnya kau siapa bisa seenaknya bersikap seperti itu?" teriak salah seorang penumpang.

__ADS_1


__ADS_2