
Lokasi Poseidon tidak terlalu jauh dari kediaman keluarga Debby, hanya berjarak 30 menit, jadi Desta tidak merasa rugi mendaftarkan kartu VIP untuknya.
"Ah kenyang sekali, aku harus mengajak paman Sebastian makan di Poseidon lain kali" kemudian Desta berdiri di pinggir jalan untuk memesan taksi dan kembali ke rumah sakit.
Setelah sampai, Desta melihat ada seorang pria yang masuk ke ruang di mana Lia dirawat.
Desta pun mempercepat langkahnya, dia takut itu adalah orang suruhan Leon yang belum mengetahui tentang hutang Anna yang telah lunas
Namun, ketika Desta tiba di ruangan, dia melihat Debby sedang bercengkrama dengan pria itu, ternyata dia adalah temannya Debby yang juga merupakan temannya Lia.
"Bibi, aku datang membawa kabar gembira untukmu" ucap Desta sambil melangkah pelan dan mendekati Debby.
Semua orang termasuk teman Debby melihat ke arahnya.
"Masalah yang menyebabkan ini telah terselesaikan" ucap Desta dan Debby langsung menarik tangan Desta.
"Kau tidak menghukum pelakunya dengan berlebihan kan?" tanya Debby yang berbisik pelan di telinga Desta.
"Hehe, tidak kok aku hanya menamparnya sedikit" jawab Desta sambil berkeringat dingin, dia seperti ditanya oleh seorang guru tentang pekerjaan rumah.
"Baguslah, kau menepati janjimu" ucap Debby.
Debby berbalik ke arah pria tadi dan memperkenalkan Desta padanya.
"Imam perkenalkan, dia adalah Desta dan dia adalah tunanganku" ucap Debby yang menarik tangan Desta dan membuatnya berjalan tersandung-sandung, kemudian Desta mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
"Aku Imam, salam kenal" Imam menjawab jabat tangan Desta.
Setelah itu, Imam melihat penampilan Desta dari atas hingga ke bawah dan mulai berpikir heran dengan orang pilihan Debby yang terlihat sangat biasa saja ini.
__ADS_1
Imam pernah mengejar Debby untuk menjadi pacarnya, namun ditolak mentah-mentah oleh Debby dan kemudian dia mulai mendekati Lia untuk memberikannya informasi tentang Debby.
Imam tidak pernah berhenti mengejar Debby bahkan hingga sekarang, makanya dia terlihat sangat tidak senang dengan kehadiran Desta di sini, apalagi Debby memperkenalkannya sebagai tunangannya, dia tidak akan menyerah begitu saja sampai dia mendapatkan cinta Debby.
"Kau kerja di mana sekarang" tanya Imam pada Debby.
"Ah, aku kerja di perusahaan Gloria di Jakarta, dan baru saja aku dipromosikan sebagai ketua tim divisi pemasaran di sana, padahal aku bekerja belum ada 1 tahun" jawab Debby sambil melihat Desta.
"Wah selamat, ternyata kau hebat" ucap Imam yang memasang ekspresi kagum, lalu dia melihat ke arah Desta seperti akan menanyakan sesuatu.
"Lalu kau kerja di mana?" tanya Imam pada Desta sambil melihat cincin pertunangan yang melingkar di jari manis Debby dan Desta.
"Ah sudah kuduga pertanyaan ini akan muncul darinya" gumam Desta dalam hati, dia tahu Imam akan menyelidiki latar belakang Desta karena dia terlihat tidak senang dengannya ketika Debby memperkenalkan Desta sebagai tunangannya.
"Oh aku, bekerja sebagai seorang satpam di perusahaan Dahlia" jawab Desta santai dan mengedipkan matanya pada Debby, dia memberitahu agar Debby tidak menceritakan yang sebenarnya pada orang ini.
"Apa? Kau hanya seorang satpam dan berani melamar Debby? Apa kau tidak tahu malu? Aku juga heran dengan Debby, kenapa dia mau dengannya?" gumam Imam yang semakin melihat Desta dengan tatapan jijik.
"Imam, maksudmu apa?" Debby menjawab dengan nada sedikit ketus karena dia tidak senang dengan sikapnya itu.
"Ah maksudku sudah jelas kan? Kau itu seseorang yang cantik, pintar, idaman para lelaki, dari yang menengah hingga yang kaya raya, tapi kenapa kau malah mau dengan orang yang bekerja sebagai satpam?" ucap Imam dengan lantang, karena Anna dan Retno sedang pulang untuk beristirahat, jadi Imam berani bertingkah seperti itu.
"Deb,.." Desta memegang bahu Debby dan menggelengkan kepalanya, dia tidak ingin terjadi keributan di ruangan ini karena Lia sedang dirawat dan beristirahat.
"Mungkin benar aku hanya seorang satpam, tapi aku lebih hebat dari orang lain yang mengejarnya, karena aku bisa mendapatkan Debby dan mereka tidak" Desta berkata dengan bangganya lalu menggesekkan jempol ke hidungnya.
"Kau.. Ya sudahlah itu terserah kau saja, semoga kau tidak menyesal sudah memilih sepeda onthel daripada mobil Ferrari" ucap Imam yang bermaksud membandingan Desta sebagai Sepeda onthel dan dirinya sebagai mobil Ferrari.
Perbandingan itu bermaksud untuk Debby karena dia lebih memilih Desta yang miskin daripada Imam yang sudah jadi orang kaya sekarang.
__ADS_1
"Ya, aku tidak akan menyesal dengan pilihanku, aku yakin Desta akan menjadi seorang yang fenomenal suatu hari nanti..!" ucap Debby karena dia tahu Desta pasti akan jadi seperti itu.
"Ah haha, kau ini terlalu berlebihan, bisa makan hari ini dan besok saja sudah bersyukur" ucap Desta yang merendah.
"Cih, aku tak tahan lagi melihat wajahnya" gumam Imam yang semakin jijik dengan Desta.
"Oke, kalau begitu aku pamit dulu" Imam berpamitan dan berjalan ke luar ruangan untuk pergi dari sana.
"Desta, lihat saja..! Aku tidak akan menyerah, jika harus menyingkirkanmu pasti akan kulakukan..!" ucap Imam pelan karena dia masih terobsesi pada Debby dan masih ingin mendapatkannya.
"Deb, orang tadi kenapa sih?" tanya Desta penasaran.
"Dia memang dari dulu mendekatiku, dia pernah menyatakan perasaannya padaku, tapi aku tolak karena aku tidak suka dengan sifatnya, dan ternyata hingga sekarang dia tidak berubah sedikitpun" Debby menghela nafas saat menceritakannya pada Desta.
"Haha, jika begitu, aku yakin dia pasti tidak akan menyerah, dia pasti akan tetap mengejarmu walaupun dia tahu kita sudah bertunangan" jawab Desta sambil tertawa geli.
"Silakan saja, yang jelas aku tidak akan mengubah pilihanku, aku tetap akan memilihmu" ucap Debby dengan tersipu malu, lalu Desta menarik tubuhnya dan mengecup kening Debby lalu menatap matanya.
"Aku tahu itu, makanya aku tenang saja ketika siapapun datang untuk menggodamu ataupun menjelekkan diriku di hadapanmu" ucap Desta yang membuat wajah Debby memerah.
"K-kak Deb-by" suara kecil dari mulut Lia terdengar, ternyata dia sudah tersadar dari tadi dan mendengarkan obrolan Desta dan Debby, dan dia merasa geli sendiri.
"Lia..! Akhirnya kau sadar, bagaimana perasaanmu sekarang?" ucap Debby yang begitu senang mendengar dan melihat Lia yang sudah mulai sadar dari pingsannya.
"Semua akan baik-baik saja, tidak akan ada yang mengganggumu lagi" ucap Desta untuk meyakinkan Lia.
"Mmm, aku tidak mengerti yang kak Desta bicarakan tapi, terima kasih banyak atas bantuan kakak" ucap Lia dengan sangat pelan karena masih sangat lemah.
"Tidak usah dipikirkan, sekarang tugasmu harus berjuang untuk sembuh dan melewati masa sulitmu" jawab Desta.
__ADS_1
"Mmm.." Lia menganggukkan kepalanya dan kembali tertidur karena masih merasa sangat lemas.